Logo RTC
Logo AMSI
Logo HUT RTC Ke 22
 
 
 
PPDB Meresahkan Orang Tua, Sumardany: Banyak Anak Gagal Masuk Sekolah Bukan karena Nilai, Tapi Salah Jalur



Riauterkini - PEKANBARU – Setiap tahun ajaran baru tiba, satu persoalan yang hampir selalu muncul adalah kepanikan orang tua saat mendaftarkan anaknya ke sekolah negeri. Tahun ini pun tak berbeda. Bahkan, sebelum proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA sederajat berjalan penuh, pesan WhatsApp Anggota DPRD Riau HM Sumardany Zirnata ST. MSc sudah dipenuhi berbagai keluhan masyarakat.

"Pak, tolong anak saya masuk sekolah ini. Pak, anak saya tidak lulus seleksi. Pak, bagaimana caranya supaya anak saya bisa diterima?"

Pesan-pesan seperti itu, kata Sumardhani, hampir setiap hari masuk ke telepon genggamnya setiap musim PPDB tiba.

Namun menariknya, setelah ditelusuri, sebagian besar persoalan bukan karena siswa tidak memenuhi syarat atau kalah bersaing. Banyak di antaranya justru terjadi karena orang tua tidak memahami jalur pendaftaran yang sesuai dengan kondisi anaknya.

"Yang sering terjadi, anak sebenarnya punya hak dan peluang masuk ke sekolah yang dituju. Tapi karena orang tuanya tidak memahami mekanisme PPDB, akhirnya memilih jalur yang salah," ujar Sumardhani.

Politisi Partai Demokrat itu mencontohkan, tidak sedikit siswa dari keluarga penerima bantuan sosial yang semestinya dapat memanfaatkan jalur afirmasi. Namun karena kurangnya informasi, mereka justru mendaftar melalui jalur prestasi yang tingkat persaingannya jauh lebih ketat.

"Kadang saya lihat anak ini sebenarnya berhak lewat jalur afirmasi. Orang tuanya penerima bantuan pemerintah, ada PKH atau bantuan sosial lainnya. Tapi malah mendaftar lewat jalur prestasi. Akhirnya tidak lolos dan merasa sistemnya yang salah," katanya.

Padahal, lanjut Sumardhani, ketika diarahkan ke jalur yang sesuai dengan ketentuan, peluang siswa tersebut untuk diterima menjadi jauh lebih besar.

Tak hanya jalur afirmasi. Kesalahan serupa juga kerap terjadi pada siswa yang berasal dari luar daerah. Banyak yang mendaftar menggunakan jalur domisili atau prestasi, padahal lebih tepat menggunakan jalur mutasi.

"Sering kali masalahnya bukan karena anak itu tidak berhak sekolah di sana. Masalahnya mereka tidak tahu cara memperoleh hak itu melalui jalur yang benar," ujarnya.

Kondisi tersebut, menurut Sumardany, menunjukkan bahwa persoalan utama PPDB bukan sekadar keterbatasan daya tampung sekolah, tetapi juga minimnya pemahaman masyarakat terhadap aturan dan mekanisme penerimaan siswa baru.

Karena itu, ia menilai sosialisasi dari pihak terkait harus terus diperkuat agar masyarakat tidak hanya mengetahui jadwal pendaftaran, tetapi juga memahami secara utuh setiap jalur yang tersedia.

"Ini masalah yang terus berulang dari tahun ke tahun. Artinya edukasi kepada masyarakat masih perlu diperkuat. Banyak orang tua yang baru mengetahui aturan setelah anaknya dinyatakan tidak lolos," ungkapnya.

Melihat kondisi tersebut, Sumardany memastikan akan kembali membuka Posko Pengaduan PPDB di kantor Fraksi Partai Demokrat DPRD Riau. Posko itu, katanya, bukan untuk mencarikan jalan belakang bagi calon siswa, melainkan membantu masyarakat memahami aturan yang berlaku.

"Tahun lalu kami buka dan cukup banyak yang datang. Kami cek persoalannya satu per satu. Kalau memang berhak melalui jalur afirmasi, kami arahkan ke sana. Kalau ada dokumen yang kurang, kami bantu jelaskan. Jadi yang kami lakukan adalah mengedukasi masyarakat," jelasnya.

Ia menegaskan, keberadaan posko tersebut diharapkan dapat menjadi ruang konsultasi bagi para orang tua yang masih bingung menghadapi proses PPDB.

"Saya selalu bilang, jangan buru-buru menyalahkan sistem. Coba pahami dulu jalurnya. Banyak anak yang sebenarnya berhak diterima, tetapi kehilangan kesempatan karena salah memilih jalur pendaftaran," tuturnya.

Untuk itu, Sumardany mengimbau masyarakat agar lebih aktif mencari informasi dan tidak ragu berkonsultasi jika menemukan kendala selama proses PPDB berlangsung. Untuk itu, Sumardany mengimbau masyarakat agar lebih aktif mencari informasi dan tidak ragu berkonsultasi jika menemukan kendala selama proses PPDB berlangsung.

"Tujuan kita sama, memastikan setiap anak mendapatkan hak pendidikannya. Kalau masyarakat memahami aturannya, saya yakin banyak persoalan PPDB bisa diselesaikan tanpa kegaduhan," tutupnya.***(Dan)

 
BERITA SEBELUMNYA :
Advertorial
Kamis, 09 Juli 2026

100 Bikers Ramaikan Vario Street Nation 2026 di Pekanbaru

Gelaran Vario Street Nation 2026 di Pekanbaru berlangsung meriah. Diikuti 100 pemotor alias bikers.

Galeri
Selasa, 23 Juni 2026

DPRD Pekanbaru Gelar Paripurna Hari Jadi ke-242, KolaborAksi Jadi Kunci Wujudkan Kota Maju dan Berkelanjutan

DPRD Pekanbaru Gelar Paripurna Hari Jadi ke-242, KolaborAksi Jadi Kunci Wujudkan Kota Maju dan Berkelanjutan.

Advertorial
Selasa, 23 Juni 2026

HUT ke-242 Pekanbaru, Dari Green City Hingga Rekor Dunia Talam Ketan Durian

HUT Ke-242 Pekanbaru, Dari Green City Hingga Rekor Dunia Talam Ketan Durian

Advertorial
Senin, 22 Juni 2026

Ketua DPRD Inhil Hadiri Road To Bhayangkara Run dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80

Ketua DPRD Inhil Hadiri Road To Bhayangkara Run dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80.

Galeri
Rabu, 13 Mei 2026

Galeri, Murid TK ABA Belajar Dunia Broadcasting di Diskominfops Inhil

Galeri, Murid TK ABA Belajar Dunia Broadcasting di Diskominfops Inhil

Advertorial
Senin, 15 Juni 2026

Disambut Wabup Hendrizal, 214 Jemaah Haji Inhu Tiba dengan Selamat

Disambut Wabup Hendrizal, 214 Jemaah Haji Inhu Tiba dengan Selamat

Berita Lainnya

Kamis, 09 Juli 2026

Pencarian 3 Korban Pompong Tenggelam di Tanjung Buton, Siak Diperluas dan Libatkan 16 Armada


Kamis, 09 Juli 2026

100 Bikers Ramaikan Vario Street Nation 2026 di Pekanbaru


Kamis, 09 Juli 2026

JPU Bacakan Tuntutan untuk Gubri Nonaktif Abdul Wahid


Kamis, 09 Juli 2026

Pertalite Sulit di Pengecer, Disdag dan DPRD Bengkalis Datangi BPH Migas


Kamis, 09 Juli 2026

Pimpinan Diduga Guali Santriwati, Ponpes Nurul Tauhid di Kuansing Ilegal


Kamis, 09 Juli 2026

113 Warga Binaan Lapas Bengkalis Bebas dan Cuti Bersyarat


Kamis, 09 Juli 2026

Patroli Karhutla Polsek Tanah Putih Pastikan Wilayah Bebas Titik Api


Kamis, 09 Juli 2026

Pasca Kerjasama Dagang Riau dan Jatim, HIPMI : Saatnya Jual Produk Bernilai Tambah


Rabu, 08 Juli 2026

Tiga Calon Direktur PT Siak Pertambangan dan Energi Lulus Tahapan UKK, Bersiap Hadapi Wawancara Akhir


Rabu, 08 Juli 2026

Kurang dari 24 Jam, Polsek Sinaboi Ringkus Residivis Pelaku Penganiayaan di Sungai Nyamuk


Rabu, 08 Juli 2026

HKI Gesa Pembangunan Proyek Tol Lingkar Pekanbaru, Februari 2027 Ditargetkan Tuntas  


Rabu, 08 Juli 2026

Korban Sampai Melahirkan, Seorang Pengasuh Ponpes di Kuansing Diduga Gauli 5 Santriwati


Rabu, 08 Juli 2026

Kesbanpol Riau dan Direktur Poldagri Bahas Tata Kelola Bantuan Parpol


Rabu, 08 Juli 2026

Kapolri Ingatkan Pentingnya Kolaborasi untuk Menjaga Hutan dari Ancaman Karhutla


Rabu, 08 Juli 2026

Di Tengah Guncangan Hebat, Plt Bupati Kuansing Dinilai Mampu Kendalikan Situasi Daerah


Rabu, 08 Juli 2026

Plt. Bupati Kuansing Sampaikan Pidato Pengantar Lpj APBD 2025


Rabu, 08 Juli 2026

Plh Sekda Kuansing Apresiasi Jembatan Merah Putih Presisi


Rabu, 08 Juli 2026

Dihadiri Mantan Pemain Timnas, Audisi Umum PB Djarum 2026 Dimulai


Rabu, 08 Juli 2026

Petani Apresiasi PTPN IV Lindungi Harga Sawit Mitra Plasma Saat Gejolak Pasar


Rabu, 08 Juli 2026

Riau Boyong Enam Kategori Anugerah Adinata Syariah 2026