Riauterkini - SIAK – Sikap manajemen PT Teguh Karsa Wana Lestari (TKWL) yang dinilai tidak kooperatif memicu kemarahan mendalam di lingkungan DPRD Kabupaten Siak.
Perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut kedapatan kembali mangkir untuk kedua kalinya dari undangan resmi rapat dengar pendapat (hearing), Senin (18/5/2026).
Ketidakhadiran pihak manajemen dalam agenda krusial ini langsung memantik reaksi keras dari anggota DPRD Siak, Sabar Sinaga.
Berang dengan sikap acuh tak acuh korporasi, anggota DPRD Siak dari Partai Demokrat itu langsung menghubungi Humas PT TKWL, Cecep, melalui sambungan telepon di hadapan seluruh peserta forum yang memanas.
Dengan nada tinggi dan tegas, Sabar melontarkan sindiran menohok kepada manajemen perusahaan yang dianggap melempar tanggung jawab.
“Kalau pimpinan kalian tidak bisa hadir, suruh saja tukang sapu kalian datang mewakili di sini!" cecar Sabar Sinaga dalam sambungan telepon tersebut.
Saat ditelpon di hadapan forum, Humas PT TKWL, Cecep, berdalih bahwa dirinya sedang tidak berada di wilayah Siak.
"Mohon maaf saya tidak di Siak, sekarang posisi di Bangkinang (Kampar), namun ini tetap saya sampaikan ke manajemen," ujar Cecep berkilah.
Alasan tersebut terasa aneh dan janggal bagi para peserta rapat. Sebab, jauh sebelum menggelar hearing, lembaga DPRD Siak dipastikan telah mengirimkan surat resmi kepada manajemen PT TKWL agar dapat menjadwalkan kehadiran jauh-jauh hari.
Sabar mempertanyakan komitmen dan itikad baik PT TKWL. Ia membeberkan bahwa pada undangan pertama, perusahaan absen dan hanya meminta penjadwalan ulang tanpa menyertakan alasan yang jelas. Pola yang sama kembali terulang pada undangan kedua hari ini.
"Kalau seperti ini, PT TKWL jelas tidak menghargai institusi DPRD Siak," ujarnya dengan nada kecewa.
Meski didera kekecewaan, forum hearing sebenarnya masih memberikan kelonggaran terakhir bagi pihak manajemen untuk menunjukkan batang hidungnya sebelum pukul 14.00 WIB. Sabar menegaskan bahwa pemanggilan ini murni bertujuan untuk memediasi konflik, bukan sebagai ajang penghakiman sepihak.
“Kami mengundang kalian untuk diskusi, mencari solusi bersama. DPRD mengundang perusahaan bukan untuk mencari-cari kesalahan," cetus anggota dewan yang dikenal vokal tersebut.
Agenda hearing kali ini sejatinya digelar untuk membahas persoalan krusial terkait Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat Sekitar Wilayah Perusahaan (FPKMS). Kehadiran PT TKWL sangat dinantikan mengingat seluruh pemangku kepentingan telah berkumpul lengkap demi memperjuangkan hak-hak warga.
Pantauan di lokasi, forum tersebut dihadiri oleh, Perwakilan warga terdampak,Penghulu Buantan Besar Suwanto, Camat Siak Arie Darmawan, Sekcam Bungaraya Syafrawi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan Kaharuddin, Kepala BPN Kabupaten Siak, Pihak Administrasi Wilayah (Adwil), jajaran unsur DPRD Siak.
Namun, kursi kosong dari pihak PT TKWL membuat jalannya diskusi menjadi pincang dan menemui jalan buntu karena tidak adanya pengambil kebijakan dari pihak perusahaan.***(Adji)