Riauterkini-PEKANBARU – Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Riau (Unri), Moh Danil Hendry Gamal, menilai sosok rektor yang akan memimpin Unri periode 2026-2030 harus memiliki kemampuan membangun kemandirian finansial kampus, terutama dalam menghadapi perubahan status menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH).
Menurut Prof Gamal, rektor ke depan tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik dan manajerial, tetapi juga harus mampu menciptakan sumber-sumber pendapatan baru bagi universitas melalui pengelolaan aset yang produktif.
“Rektor itu harus bisa 'manggaleh' dalam arti mampu mencari dan mengembangkan sumber pemasukan untuk universitas. Dengan begitu, Unri memiliki dana yang cukup untuk pengembangan kampus ke depan,” ujarnya saat dimintai pandangannya terkait pemilihan Rektor Unri periode 2026-2030, baru-baru ini.
Ia mencontohkan sejumlah aset strategis yang dimiliki Unri dan berpotensi menjadi sumber pendapatan apabila dikelola secara profesional. Salah satunya adalah Rumah Sakit Universitas Riau yang dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang.
Menurutnya, rumah sakit tersebut perlu didukung dengan fasilitas yang memadai serta tenaga medis berkualitas agar mampu menjadi pilihan masyarakat.
“Kalau rumah sakit itu dibangun dengan baik dan didukung dokter-dokter yang bagus, saya yakin akan maju dan bisa memberikan kontribusi pendapatan bagi universitas,” katanya.
Selain itu, Prof Gamal juga menyoroti keberadaan Marine Station milik Program Studi Ilmu Kelautan Unri di Dumai. Ia menilai fasilitas tersebut memiliki nilai strategis dan daya tarik yang dapat dikembangkan menjadi pusat pendidikan, penelitian, maupun wisata edukasi.
“Marine Station di Dumai itu luar biasa potensinya. Jika dikelola dengan baik, bisa menjadi daya tarik bagi masyarakat, mahasiswa, maupun peneliti. Tentu ini juga dapat menjadi sumber pemasukan bagi universitas,” ujarnya.
Ia menegaskan pengelolaan aset kampus tidak harus bergantung pada latar belakang keilmuan rektor. Yang terpenting adalah kemampuan pemimpin dalam melihat peluang dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki universitas.
Dalam kesempatan itu, Prof Gamal juga menyampaikan pandangannya terkait masa jabatan rektor. Menurutnya, jika rektor itu berpretasi, wajar saja diberi kesempatan dua periode. Agar keberlanjutan dan kemajuan Unri bisa dicapai.
“Kalau rektor itu memiliki prestasi yang luar biasa, silakan lanjut periode kedua. Supaya ada keberlanjutan dan kemajuan yang sudah dicanangkan bisa dicapai,” katanya.
Pandangan tersebut menjadi salah satu masukan dalam dinamika pemilihan Rektor Universitas Riau periode 2026-2030 yang saat ini tengah memasuki tahapan seleksi bakal calon rektor. *** (Dan)