
Riauterkini-PEKANBARU– Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pekanbaru kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan edukasi kepada generasi muda melalui program Immigration Goes to School. Kali ini, kegiatan digelar di SMK Negeri 2 Pekanbaru, Rabu (13/5/2026), dengan fokus pada pemahaman layanan keimigrasian dan pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Kegiatan tersebut diikuti antusias oleh para siswa dan tenaga pendidik. Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya Imigrasi Pekanbaru meningkatkan literasi keimigrasian sekaligus membangun kesadaran hukum di kalangan pelajar.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pekanbaru, Ryang Yang Satiawan, melalui Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Rianto Hendro Santoso mengatakan, generasi muda perlu dibekali pemahaman yang baik terkait aturan keimigrasian dan ancaman perdagangan orang.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman kepada para pelajar mengenai pentingnya memahami aturan keimigrasian serta meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya Tindak Pidana Perdagangan Orang. Generasi muda harus mampu melindungi diri dari berbagai modus kejahatan yang memanfaatkan kurangnya informasi,” ujar Rianto.
Menurutnya, edukasi sejak dini merupakan langkah strategis untuk memperkuat perlindungan masyarakat, khususnya pelajar, dari potensi tindak kejahatan transnasional yang kian marak terjadi.
Sementara itu, pihak SMKN 2 Pekanbaru menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Wawan Suryawan mengaku sosialisasi yang diberikan sangat relevan dan bermanfaat bagi para siswa.
“Kami menyambut baik kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan oleh Kantor Imigrasi Pekanbaru. Materi yang disampaikan sangat relevan dan penting bagi para siswa, terutama terkait pemahaman layanan keimigrasian serta kewaspadaan terhadap bahaya TPPO yang saat ini menjadi perhatian bersama,” ungkapnya.

Dalam kegiatan itu, materi layanan keimigrasian disampaikan oleh Analis Keimigrasian Ahli Muda, Lukman Supriadi. Para siswa diberikan pemahaman terkait fungsi keimigrasian, prosedur permohonan paspor, pentingnya menjaga dokumen perjalanan hingga pemanfaatan layanan digital keimigrasian.
Sedangkan materi mengenai bahaya TPPO dipaparkan oleh Analis Keimigrasian Ahli Pertama, Dedy Kurnianto. Para peserta diedukasi mengenai berbagai modus perdagangan orang, bahaya tawaran kerja ilegal, serta langkah-langkah pencegahan agar tidak menjadi korban TPPO.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab antara narasumber dan para siswa. Melalui program Immigration Goes to School, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pekanbaru berharap lahir generasi muda yang sadar hukum, cerdas memanfaatkan peluang di era globalisasi, serta mampu melindungi diri dari berbagai bentuk kejahatan perdagangan orang. ***(Dan)