
Riauterkini-TANAH PUTIH- Aksi unjuk rasa yang digelar di depan Mapolres Rokan Hilir oleh mahasisawa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Rokan Hilir menyuarakan keresahan masyarakat terhadap maraknya peredaran narkoba hingga perjudian di wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Kamis (17/4/2026).
Dalam aksi tersebut, para mahasiswa membawa spanduk berisi tuntutan tegas, termasuk desakan agar Kapolres Rokan Hilir dicopot dari jabatannya. Mereka menilai penanganan kasus narkotika di daerah tersebut belum maksimal dan belum memberikan efek jera terhadap para pelaku.
Secara bergantian, massa aksi menyampaikan orasi yang menyoroti dampak serius narkoba terhadap generasi muda. Mereka menilai kondisi saat ini sudah sangat mengkhawatirkan dan membutuhkan langkah konkret dari aparat penegak hukum.
Koordinator aksi dalam pernyataannya menyampaikan bahwa tuntutan pencopotan Kapolres merupakan bentuk kekecewaan mahasiswa terhadap kinerja yang dinilai belum optimal dalam memberantas peredaran narkoba hingga perjudian.
Lima Poin “Rapor Merah” Kapolres Rohil
Dalam orasinya di hadapan aparat penegak hukum (APH), mahasiswa dan pemuda menyampaikan lima poin utama yang menjadi dasar tuntutan mereka, yaitu;
Wilayah Berpotensi Menjadi “Zona Nyaman” Kriminalitas.Lemahnya pengawasan dinilai membuat berbagai aktivitas ilegal seperti narkoba, hiburan malam, dan perjudian berkembang tanpa penindakan tegas.
Krisis Wibawa Institusi di Mata Masyarakat. Kapolres sebagai simbol otoritas negara dianggap gagal menjaga kepercayaan publik, sehingga masyarakat mulai meragukan peran aparat dalam menjaga keamanan.
Runtuhnya Disiplin dan Keselamatan Personel. Insiden meninggalnya seorang anggota di tempat hiburan malam dinilai sebagai bukti lemahnya pengawasan dan pembinaan internal.
Maladministrasi dan Kegagalan Operasional. Kasus tahanan kabur mencerminkan buruknya manajemen fasilitas serta lemahnya sistem pengawasan di lingkungan kepolisian.
Hambatan terhadap Pembangunan dan Investasi Daerah. Kondisi keamanan yang tidak kondusif dinilai menghambat masuknya investasi dan memperlambat pembangunan daerah.
“Kami mendesak agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja aparat. Jika tidak mampu menekan peredaran narkoba, maka kami meminta Kapolres Rokan Hilir dicopot dari jabatannya,” tegasnya.
Selain itu, mahasiswa juga meminta aparat penegak hukum bertindak lebih tegas, transparan, dan tidak tebang pilih dalam menangani kasus narkotika. Mereka mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memerangi narkoba demi menyelamatkan generasi muda.
Sementara itu Wakapolres Rohil Kompol Rikky Operiadi saat menemui mahasiswa mengatakan, "Bapak Kapolres masih di Panipahan. Akan saya sampaikan ke pimpinan."
Aksi berlangsung dengan pengawalan dari pihak kepolisian dan berjalan dalam keadaan tertib hingga pukul 18.00 WIB. Setelah itu massa masih tetap bertahan di luar pagar Mapolres Rohil. "Kami tunggu sampai Bapak Kapolres datang, dan apabila tidak (datang), realisasi juga tidak ada, maka kami akan buat aksi dengan jumlah massa yang lebih besar," pungkas ketua aksi.
***(Bud)