
Riauterkini-PASIR LIMAU KAPAS-Upaya mencegah meluasnya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Rokan Hilir mendapat perhatian serius dari jajaran TNI-Polri. Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Riau Brigjen Pol Dr. Hengky Heriadi, S.I.K., M.H., bersama Irdam XIX/TT Brigjen TNI Totok Sutrisno, S.Sos., M.M., turun langsung melakukan pemadaman dan pendinginan Karhutla di Kecamatan Pasir Limau Kapas, Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan personel gabungan TNI-Polri, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), pemerintah daerah serta masyarakat.
Rombongan tiba di Lapangan Heliped, Kepenghuluan Pasir Limau Kapas, sekitar pukul 11.33 WIB. Kedatangan rombongan disambut Kapolres Rokan Hilir AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H., bersama Dandim 0321/Rohil dan unsur terkait.
Selanjutnya, sekitar pukul 11.38 WIB, rombongan bergerak menuju lokasi Karhutla di Jalan Bekoan Hj. Asin, Dusun Simpang Empat.
Setibanya di lokasi, Wakapolda Riau bersama Irdam XIX/TT terlebih dahulu mengecek kondisi lahan dan titik api. Keduanya kemudian turun langsung melakukan pemadaman dan pendinginan bersama personel gabungan.
Proses pendinginan dilakukan untuk memastikan bara api yang masih tersisa benar-benar padam sekaligus mencegah munculnya kembali titik api yang berpotensi menyebabkan kebakaran meluas.
Kapolres Rokan Hilir AKBP Aldi Alfa Faroqi mengatakan, penanganan Karhutla membutuhkan kecepatan, kesiapsiagaan serta sinergitas seluruh pihak.
“Polres Rokan Hilir bersama TNI, BPBD, MPA, pemerintah daerah dan masyarakat terus melakukan pemantauan serta penanganan Karhutla. Kita ingin setiap titik api dapat segera ditangani sehingga tidak meluas,” ujar Aldi.
Selain melakukan upaya pemadaman dan pencegahan, Kapolres menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan penegakan hukum terhadap siapa pun yang terbukti dengan sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan.
“Terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan, tentu akan kami tindak sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Kami tidak ingin ada pihak yang dengan sengaja membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, karena dampaknya dapat merugikan masyarakat dan lingkungan,” tegasnya.
Kapolres juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah terjadinya Karhutla dengan tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.
“Kami mengajak masyarakat bersama-sama mencegah Karhutla. Kalau menemukan titik api, segera laporkan kepada petugas agar bisa ditangani dengan cepat,” tambahnya.
Penanganan Karhutla di Kecamatan Pasir Limau Kapas berlangsung secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur. Setelah kegiatan pemadaman dan pendinginan selesai, rombongan kembali menuju Lapangan Heliped sekitar pukul 13.30 WIB dan meninggalkan Kepenghuluan Pasir Limau Kapas sekitar pukul 13.50 WIB.
Polsek Panipahan bersama unsur terkait selanjutnya akan terus melakukan pemantauan dan patroli di wilayah yang rawan Karhutla sebagai langkah antisipasi agar titik api tidak kembali muncul dan meluas.***(Bud)