Riauterkini-BENGKALIS- Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Riau, Rudi Fernando Sianturi melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis, Sabtu (4/7/26).
Selain memberikan penguatan kepada seluruh petugas, kunjungan ini juga dimanfaatkan untuk meninjau langsung program ketahanan pangan dan berbagai kegiatan pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
Kedatangan Kakanwil disambut Kalapas Bengkalis Priyo Tri Laksono dan jajaran pejabat struktural sebelum meninjau sejumlah sarana pembinaan, mulai dari barbershop, Wartelsuspas, peternakan, dapur, hingga bakery yang dikelola warga binaan.
Salah satu fokus utama kunjungan adalah meninjau area peternakan yang menjadi bagian dari program ketahanan pangan di Lapas Bengkalis. Program tersebut dinilai tidak hanya mendukung ketersediaan pangan di lingkungan Lapas, tetapi juga menjadi sarana pembinaan keterampilan dan pembentukan karakter warga binaan.
Kakanwil mengapresiasi pengelolaan peternakan yang dinilai telah berjalan baik. Menurutnya, kegiatan produktif seperti ini mampu membekali warga binaan dengan keterampilan praktis, menumbuhkan kedisiplinan, tanggung jawab, serta etos kerja sebagai bekal saat kembali ke masyarakat.
Selain meninjau program ketahanan pangan, Kakanwil juga meresmikan Kantin INKOPASINDO Lapas Bengkalis. Kehadiran kantin tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mendukung pengelolaan unit usaha secara profesional, transparan, dan akuntabel.
Rombongan juga mengecek dapur lapas guna memastikan proses penyediaan makanan bagi warga binaan memenuhi standar kebersihan, keamanan pangan, dan ketentuan yang berlaku. Peninjauan dilanjutkan ke blok hunian, termasuk blok wanita yang memiliki fasilitas bakery sebagai sarana pelatihan pembuatan roti.
Usai peninjauan lapangan, Kakanwil Rudi memberikan pengarahan dan penguatan kepada seluruh jajaran petugas di Aula Lantai II Lapas Bengkalis.
Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa integritas menjadi fondasi utama dalam penyelenggaraan pemasyarakatan. Seluruh petugas diminta menjunjung tinggi kejujuran, profesionalisme, tanggung jawab, serta disiplin menjalankan standar operasional prosedur, khususnya dalam bidang pengamanan.
"Kepatuhan terhadap SOP bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi merupakan komitmen menjaga keamanan, ketertiban, dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemasyarakatan," tegasnya.
Ia juga meminta agar seluruh hasil karya dan program pembinaan warga binaan dikelola secara profesional dan berorientasi pada peningkatan kualitas pembinaan, sehingga mampu menghasilkan produk bernilai ekonomis sekaligus mempersiapkan warga binaan untuk kembali ke tengah masyarakat.
Sementara itu, Kepala Bidang Perawatan, Pengamanan, dan Kepatuhan Internal, Nimrot Sihotang juga mengingatkan pentingnya meningkatkan kedisiplinan, kepatuhan terhadap regulasi, serta membangun budaya kerja yang profesional.
Rangkaian kunjungan diakhiri dengan penyerahan surat wasilah kepada Kalapas Kelas IIA Bengkalis Priyo Tri Laksono sebagai bentuk apresiasi dan motivasi dari Kantor Wilayah Ditjenpas Riau agar terus meningkatkan kualitas pelayanan, pembinaan, dan pengamanan.
Melalui kunjungan tersebut, Lapas Kelas IIA Bengkalis diharapkan semakin memperkuat sinergi, menjaga integritas, serta mengembangkan program pembinaan, termasuk ketahanan pangan, sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi warga binaan maupun masyarakat.***(dk/rls)