Riauterkini-PELALAWAN – Jajaran Polsek Ukui turun langsung melakukan pengecekan dan monitoring stok serta pendistribusian BBM di sejumlah SPBU di wilayah Kecamatan Ukui, Sabtu (2/5/2026) siang. Langkah ini dilakukan menyusul adanya keluhan masyarakat terkait antrean panjang kendaraan saat pengisian bahan bakar.
Kapolsek Ukui AKP Ardi Surya Kusuma bersama personel dan pihak manajemen SPBU meninjau dua lokasi, yakni SPBU Simpang Pulai dan SPBU Nilam Sari di Desa Ukui Dua. Dari hasil pengecekan di lapangan, diketahui bahwa salah satu penyebab utama antrean adalah keterlambatan distribusi BBM dari Depot Siak.
Di SPBU Simpang Pulai, manajemen mengungkapkan bahwa dalam sepekan terakhir pasokan Pertamax (RON 92) belum terpenuhi meskipun sudah beberapa kali diajukan. Bahkan, stok BBM sempat kosong, sementara pengiriman yang dijadwalkan tiba pukul 20.00 WIB mengalami keterlambatan hingga malam hari akibat kendala lalu lintas di wilayah Kerinci.
Selain itu, pihak SPBU juga mengeluhkan adanya penurunan kuota BBM dari Pertamina dalam beberapa bulan terakhir.
Jika sebelumnya kuota mencapai sekitar 800 KL per bulan pada awal tahun, kini turun menjadi sekitar 600 KL pada Mei. Kondisi ini membuat stok BBM cepat habis, bahkan hanya bertahan sekitar 6 hingga 8 jam.
Sementara itu, di SPBU Nilam Sari Desa Ukui Dua, kondisi serupa juga terjadi. Stok Pertalite tersisa sekitar 2.000 liter, sedangkan Solar dalam keadaan kosong. Keterlambatan distribusi yang sebelumnya hanya memakan waktu lima jam kini meningkat hingga 10 jam akibat perbaikan jalan di wilayah Kerinci.
Kapolsek Ukui AKP Ardi Surya Kusuma menyampaikan bahwa pihaknya akan terus melakukan monitoring dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait guna memastikan distribusi BBM berjalan lancar. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap tertib saat mengantre dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
“Situasi saat ini masih aman dan terkendali, namun memang terjadi antrean di beberapa SPBU. Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak Pertamina dan melakukan pengamanan di lapangan agar tidak terjadi gangguan kamtibmas,” ujar Kapolsek.
Dari hasil analisa, antrean juga dipicu oleh peralihan konsumsi masyarakat dari Pertamax ke Pertalite akibat faktor harga. Hal ini menyebabkan meningkatnya beban pada BBM bersubsidi yang stoknya terbatas. Jika kondisi ini terus berlanjut, antrean diperkirakan masih akan terjadi dan berpotensi meningkat.
Polsek Ukui juga mengimbau pengelola SPBU untuk mengatur sistem antrean secara tertib serta meningkatkan pengawasan guna mencegah adanya praktik penimbunan BBM.
Upaya ini diharapkan mampu menjaga stabilitas distribusi serta kenyamanan masyarakat dalam memperoleh bahan bakar.***(ang)