Riauterkini-PEKANBARU – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau Defizon melaporkan perkembangan terbaru pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Batam (BTH) Kloter 08. Kloter ini berjumlah 439 jemaah haji, terdiri dari 2 orang Petugas Haji Daerah (PHD) dan 4 orang petugas kloter, sehingga total keseluruhan mencapai 445 orang.
“Alhamdulillah, ini merupakan kloter pertama Riau yang tanpa open seat,” tutur Defizon.
Namun demikian, terdapat beberapa jemaah yang mengalami tunda berangkat karena kondisi kesehatan. Sebanyak 3 orang jemaah harus dirawat di Batam, masing-masing berasal dari Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, dan Kuantan Singingi. Selain itu, terdapat 3 orang pendamping dari daerah yang sama juga tertunda keberangkatannya. Di samping itu, dilaporkan 1 orang jemaah asal Kuantan Singingi wafat di daerah sebelum keberangkatan.
Pada Kloter BTH 08 ini juga terjadi mutasi masuk jemaah, yakni sebanyak 3 orang dari Kloter BTH 04 asal Pekanbaru, 2 orang dari Kloter BTH 06 asal Rokan Hilir, serta 2 orang dari Kloter BTH 05 asal Kabupaten Kampar.
Defizon juga menyampaikan bahwa hingga hari ke-6 (30/4/26) operasional pemberangkatan, total jemaah haji Provinsi Riau yang telah diberangkatkan mencapai 2.653 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 2.614 jemaah haji, 12 orang PHD, 3 orang pembimbing KBIHU, dan 24 orang petugas haji.
“Sementara itu, terdapat sejumlah jemaah yang mengalami tunda atau batal berangkat karena alasan kesehatan. Hingga saat ini tercatat 6 orang jemaah dirawat di rumah sakit di Batam, 5 orang pendamping masih berada di Batam, 4 orang jemaah sakit di daerah,” ujar Defizon.
Ia mengimbau seluruh jemaah haji asal Riau yang saat ini berada di Madinah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang cukup panas. Berdasarkan laporan terkini, suhu udara pada siang hari mencapai 37°C, sehingga diperlukan perhatian serius terhadap kesehatan dan keselamatan selama menjalankan ibadah.
“Kami mengingatkan kepada seluruh jemaah agar senantiasa menjaga kondisi tubuh. Gunakan pelindung seperti payung atau topi saat beraktivitas di luar ruangan, serta perbanyak konsumsi air putih untuk menghindari dehidrasi, jemaah lanjut usia (lansia) dan yang memiliki penyakit penyerta (komorbid) agar tidak memaksakan diri beraktivitas di luar hotel,” ujarnya.
“Bagi jemaah lansia dan yang memiliki riwayat penyakit, kami sarankan untuk melaksanakan ibadah di hotel demi menjaga keselamatan dan kesehatan,” tambahnya.
Terakhir Kakanwil mengingatkan agar jemaah tetap memperhatikan pola hidup sehat selama berada di Tanah Suci.
“Pastikan cukup istirahat, konsumsi makanan bergizi, gunakan alas kaki untuk menghindari kaki melepuh akibat panas, serta lindungi diri dari paparan sinar matahari langsung. Jika mengalami keluhan kesehatan, segera laporkan kepada petugas kesehatan atau petugas kloter,” tegasnya.***(rls)