Riauterkini-PEKANBARU-Pengurus Wilayah (PW) Matahari Pagi Indonesia (MPI) Provinsi Riau, periode 2026-2029 resmi dikukuhkan, Sabtu (25/04/26). Bertempat di Hotel Aryaduta Pekanbaru, dalam prosesi yang berlangsung khidmat tersebut, Dikemri SM pun dikukuhkan sebagai Ketua PW MPI Riau, kemudian Fadhli Tanjung sebagai Sekretaris, M Akhyar Sidik sebagai Bendahara serta seluruh jajaran Pengurus Wilayah MPI Riau lainnya.
Hadir dalam kesempatan itu Ketua Majelis Pertimbangan Pengurus Besar MPI sekaligus Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dr Dahnil Anzar Simanjuntak, anggota DPD RI Sewitri, Kapolda Riau, Inspektur Jenderal Polisi Herry Heryawan dan akademisi yang kerap wara wiri di layar kaca Indonesia, Rocky Gerung.
"Momen ini bukan sekadar pengukuhan tapi juga peneguhan niat dan tanggung jawab. Pengukuhan ini menjadi janji untuk hadir dan bekerja mengabdi dengan sepenuh hati. Kekuatan bukan hanya pada jabatan, tapi pada keikhlasan dalam menjalankan amanah. MPI Riau harus memberi arah dan hadir untuk masyarakat tanpa pamrih," ujar Dikemri SM usai dikukuhkan sebagai Ketua PW MPI Riau.
Dikemri menegaskan, jabatannya sebagai Ketua PW MPI Riau bukan hanya untuk dikenal tapi untuk memberi manfaat. Menurutnya, untuk menjadi seorang pemimpin, tidak ada satu pihak pun yang mampu berjalan sendiri. Harus berjalan seiring seirama dan sejiwa. Hal itulah yang ingin dirasakannya bersama seluruh anggota Pengurus Wilayah MPI Riau. Sebab amanah yang diemban akan terasa bermakna jika seluruh lini mengambil peran.
"Kami berjanji MPI Riau akan melangkah maju dengan menghormati Undang-undang, tegas dalam sikap dan lurus niat dalam mengabdi. Tidaklah semua bisa menjadi kapten, tapi tentulah ada awak kapalnya. Jadi seberapa besar engkau bisa memberi makna," tuturnya.
Disela kesempatannya, Dikemri pun tak lupa menyampaikan pesan penting yang pernah disampaikan Presiden Prabowo Subianto. Kalau tak mampu membantu banyak orang, bantulah sedikit orang, jika tak mampu membantu sedikit orang, bantulah satu orang. Tapi jika tak mampu membantu satu orang, janganlah menyusahkan.
"Semoga MPI Provinsi Riau akan selalu menerangi jalan pengabdian untuk negeri. Menjadi wadah yang memberi banyak manfaat kepada masyarakat," harapnya.
Di lokasi yang sama, Ketua Majelis Pertimbangan Pengurus Besar MPI yang juga Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dr Dahnil Anzar Simanjuntak menjelaskan, Matahari Pagi Indonesia sendiri merupakan gerakan afirmatif atau Affirmative Action Presiden Prabowo Subianto. Hal itu, sambung Dahnil karena MPI tersebut didirikan oleh Presiden Prabowo pada 2018 silam dan dideklarasikan kembali pada tahun 2024.
Kala itu, kata Dahnil lagi, ketika awal berdiri, MPI merupakan gerakan politik. Namun setelah 2024, gerakan politik itu perlahan berubah menjadi gerakan kebudayaan. Perubahan tersebut kata Dahnil lagi, bukan tanpa sebab, dia menilai gerakan kebudayaan adalah perjuangan yang jalannya sangat panjang untuk merangkul banyak pihak dan mendefinisikan kemajuan baru.
"Mengapa MPI fokus pada gerakan kebudayaan, karena tradisi kebudayaan itu sendiri harus ada di tengah masyarakat. MPI juga harus hadir dengan mengkalkulasikan kemajuan kebudayaan yang ada. Begitu juga di Riau. Tugas MPI di Bumi Lancang Kuning untuk mengakumulasikan kemajuan yang ada di Riau menjadi kemajuan yang baru. Tidak ada lagi tempat memelihara benci dan dendam," sebutnya.
Dahnil menambahkan, ribuan langkah yang panjang tentu harus dimulai dari one step atau satu langkah. Dari situlah MPI pun hadir dimulai dari gerakan kecil. Contoh, bersih-bersih rumah ibadah dalam membangun tradisional bersih dan tradisi toleransi. Gerakan kecil tersebut nantinya dapat menginspirasi menjadi gerakan positif yang lebih besar.
"MPI ini filosofinya matahari. Kenapa pagi, karena manusia pagi adalah manusia-manusia yang kuat. Bangun pagi itu penting. Dalam Islam, kalau Subuhnya tertib, pasti Spiritualitasnya kuat. Ada tradisi spiritual yang kuat, setelah itu ada tradisi fisik yang kuat (olahraga pagi). Manusia pagi juga tentunya memiliki tradisi akademik yang bagus. Mudah-mudahan MPI di Riau bisa berkontribusi lebih banyak," singkatnya.
Sementara itu, akademisi Rocky Gerung yang mendapat kesempatan memberi masukan dan nasehat berharap MPI Provinsi Riau dapat menjadi organisasi "pertengkaran pikiran". Artinya pola pikir atau cara berpikir harus menghasilkan perubahan positif, tak hanya bagi Riau tapi bagi Indonesia. Menghilangkan segala bentuk pemikiran negatif. Selain itu, MPI Riau harus menjadi sekolah pikiran sebagai kunci peradaban, sehingga matahari pagi itu akan senantiasa menyinari negeri ini.***(gas)