Logo RTC
Logo AMSI
Logo HUT RTC Ke 22
 
 
 
FITRA Soroti Ketimpangan Anggaran Riau 2026: Rp133 Miliar untuk Instansi Vertikal, Hanya Rp3,6 Miliar untuk Karhutla



Riauterkini-PEKANBARU-Di tengah kondisi defisit anggaran dan kebijakan efisiensi fiskal, Pemerintah Provinsi Riau justru mengalokasikan anggaran sebesar Rp133 miliar untuk mendukung pembangunan dan fasilitas instansi vertikal.

Alokasi tersebut diperuntukkan bagi sejumlah lembaga, antara lain pembangunan dan dukungan untuk rumah sakit TNI, RS Bhayangkara, rumah dinas Kepala Kejaksaan Tinggi, rumah dinas Kapolda, serta sisa pembayaran pembangunan gedung BIN Riau.

Ironisnya, kebijakan ini terjadi di saat pemerintah daerah sedang melakukan penghematan besar-besaran yang berdampak langsung pada masyarakat dan aparatur sipil negara. Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) dipotong, serta berbagai program pelayanan publik dan kegiatan strategis lainnya turut mengalami pengurangan anggaran.

"Di sisi lain, Provinsi Riau saat ini tengah menghadapi krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemerintah bahkan telah menetapkan status darurat karhutla hingga November 2026. Namun, komitmen anggaran untuk penanganan bencana ekologis ini justru sangat minim, hanya sekitar Rp3,6 miliar," kata Sartika Dewi selaku Manager Advokasi & Pengembangan Jaringan Fitra Riau dalam rilisnya yang diterima redaksi riauterkini.com, Selasa (/03/206).

Kondisi ini menurutnyamenunjukkan adanya ketimpangan prioritas anggaran yang serius. Kebakaran hutan dan lahan tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga langsung memukul kehidupan masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar kawasan hutan dan lahan gambut. Asap yang ditimbulkan menyebabkan gangguan kesehatan, menurunkan produktivitas ekonomi, hingga memperparah angka kemiskinan.

Sementara itu, upaya pengentasan kemiskinan di Riau masih menghadapi tantangan besar. Ketimpangan pembangunan semakin terlihat ketika alokasi anggaran tidak berpihak pada kebutuhan dasar masyarakat, khususnya mereka yang terdampak langsung oleh bencana ekologis.

FITRA Riau menilai kebijakan anggaran ini tidak mencerminkan keberpihakan pada kepentingan publik dan krisis nyata yang sedang dihadapi daerah.< br>
“Alokasi Rp133 miliar untuk instansi vertikal di tengah defisit anggaran adalah bentuk kegagalan dalam menetapkan prioritas. Ini bukan hanya soal angka, tetapi soal keberpihakan. Ketika masyarakat menghadapi ancaman asap karhutla dan tekanan ekonomi, pemerintah justru mengalokasikan anggaran besar untuk kebutuhan yang tidak mendesak bagi rakyat,” terusnya.

FITRA Riau juga menyoroti kontras yang sangat tajam dengan alokasi penanganan karhutla yang hanya Rp3,6 miliar.

“Dengan status darurat karhutla hingga November 2026, alokasi Rp3,6 miliar sangat tidak rasional. Ini menunjukkan lemahnya komitmen pemerintah dalam melindungi lingkungan dan keselamatan masyarakat. Dampak karhutla itu nyata seperti penyakit ISPA meningkat, aktivitas ekonomi terganggu, dan kelompok rentan semakin terpuruk.”

Semakin memprihatinkan, kebakaran hutan dan lahan yang terjadi saat ini sudah menimbulkan korban jiwa terhadap tim relawan dari Manggala Agni yang sedang memadamkan api.

Lebih lanjut, FITRA Riau menegaskan bahwa kebijakan efisiensi yang dilakukan pemerintah daerah menyasar belanja yang kurang prioritas. Kegiatan publik menunjukkan bahwa beban efisiensi justru dialihkan pada pelayanan masyarakat. Sementara belanja untuk instansi vertikal tetap besar. Ini adalah bentuk ketimpangan fiskal yang tidak adil.

Tuntutan dan Rekomendasi

FITRA Riau mendesak Pemerintah Provinsi Riau untuk segera melakukan koreksi kebijakan anggaran:
1. Mengalihkan anggaran instansi vertikal untuk penanganan karhutla dan perlindungan masyarakat terdampak, serta peningkatan layanan dasar publik.
2. Meningkatkan anggaran penanggulangan karhutla secara signifikan, sesuai dengan status darurat yang telah ditetapkan.
3. Memprioritaskan program pengentasan kemiskinan dan pemulihan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah terdampak.
4. Melakukan transparansi dan evaluasi terbuka terhadap struktur belanja daerah, agar publik dapat menilai arah kebijakan fiskal pemerintah.***(rls/yan)

 
BERITA SEBELUMNYA :
Advertorial
Minggu, 29 Maret 2026

Bina UMKM Desa, Cara PT Sari Lembah Subur Dorong Penguatan Ekonomi Masyarakat Sekitar

PT Sari Lembah Subur punya cara khusus meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar. Melakukan pembinaan ekonomi.

Galeri
Jumat, 06 Maret 2026

Momen Hangat Safari Ramadan, Plt Gubri SF Hariyanto Santuni Anak Yatim di Bagansiapiapi

Momen Hangat Safari Ramadan, Plt Gubri SF Hariyanto Santuni Anak Yatim di Bagansiapiapi

Advertorial
Jumat, 20 Maret 2026

Hadirkan Program Menarik untuk Konsumen, Honda AT Family Day Sukses Digelar di Mal SKA Pekanbaru

Hadirkan Program Menarik untuk Konsumen, Honda AT Family Day Sukses Digelar di Mal SKA Pekanbaru.

Advertorial
Rabu, 11 Maret 2026

Tas Baru, Energi Baru dan Senyum Siswa Minas Sambut HUT ke-1 Danantara

Para pelajar di Minas tersenyum bahagia. Mendapat tas baru dan energi baru di HUT perdana Danantara.

Galeri
Kamis, 05 Maret 2026

Apel Kesiapsiagaan Karhutla Nasional 2026, Menko Polkam RI: Jaga Alam Tanggung Jawab Kita

Apel Kesiapsiagaan Karhutla Nasional 2026, Menko Polkam RI: Jaga Alam Tanggung Jawab Kita

Advertorial
Rabu, 11 Maret 2026

Wabup Syafaruddin Poti Hadiri High Level Meeting Provinsi Riau, Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Selama Ramadhan

Wabup Syafaruddin Poti Hadiri High Level Meeting Provinsi Riau Guna Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Selama Bulan Ramadhan.

Berita Lainnya

Selasa, 31 Maret 2026

RUPS LB BRK Syariah Bahas Kinerja hingga Penguatan Tata Kelola


Selasa, 31 Maret 2026

DPRD Inhil Resmi Ajukan Raperda Inisiatif Pendidikan Baca Tulis Al-Quran


Selasa, 31 Maret 2026

FITRA Soroti Ketimpangan Anggaran Riau 2026: Rp133 Miliar untuk Instansi Vertikal, Hanya Rp3,6 Miliar untuk Karhutla


Selasa, 31 Maret 2026

Hasil RUPSLB di Batam Dibatalkan, Susunan Direksi BRK Syariah Dinilai Tak Sesuai Aturan


Selasa, 31 Maret 2026

DPRD Inhil dan Pemda Bahas Darurat Sampah Tembilahan, Sepakati Langkah Strategis


Selasa, 31 Maret 2026

Pemkab Kuansing Serahkan LKPD 2026 ke BPK RI Perwakilan Riau


Selasa, 31 Maret 2026

Polresta Pekanbaru Gelar Sertijab, Sejumlah Pejabat Berganti


Selasa, 31 Maret 2026

Polsek Ukui Gelar Subuh Berjamaah, Sampaikan Pesan Kamtibmas ke Masyarakat


Selasa, 31 Maret 2026

RSUD Arifin Achmad Buka Poliklinik Utama Non BPJS, Pasien Umum Kini Bisa Akses Layanan Eksekutif


Selasa, 31 Maret 2026

Mobil Terbalik di Parit, Waka DPRD Bengkalis Hendrik Alami Laka di Jalan Poros Api-api


Selasa, 31 Maret 2026

Video Mobil Dinas BM 9 D Terbalik Beredar, Diduga Ditumpangi Wakil Ketua DPRD Bengkalis


Selasa, 31 Maret 2026

Bupati Pelalawan Apresiasi Tim Gabungan Penanggulangan Karhutla


Selasa, 31 Maret 2026

481 CJH Ikuti Kegiatan Manasik Terintegrasi Musim Haji 2026 di Mesjid Agung Al Huda Tembilahan


Selasa, 31 Maret 2026

Tersangka Maling Buah Kelapa Sawit di Pangkalan Kuras, Pelalawan Ditangkap Polisi


Selasa, 31 Maret 2026

Alami Kekeringan hingga Gagal Panen, Masyarakat Sungai Jalau, Kampar Ngadu ke DPRD Riau


Selasa, 31 Maret 2026

Capella Honda Tawarkan Layanan Honda Care untuk Solusi Motor Mogok


Selasa, 31 Maret 2026

Kejar Target, Pemko Pekanbaru Kebut Perbaikan 42 KM Jalan Rusak Tahun 2026


Selasa, 31 Maret 2026

Puluhan Sortie dan 2,45 Juta Liter Air Dijatuhkan ke Titik Karhutla di Riau


Selasa, 31 Maret 2026

PPN Regional Sumbagut Perkuat Distribusi Energi, Dorong Penggunaan Lebih Bijak


Selasa, 31 Maret 2026

2025 Sebanyak 18 Personel Polda Riau Dipecat Akibat Terlibat Narkoba