Riauterkini-PEKANBARU-Sebanyak 345 mahasiswa/i Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) menerima beasiswa dari Pemerintah Provinsi Riau (Pemprov) Riau Tahun Anggaran 2026. Ratusan mahasiswa Umri penerima beasiswa itupun langsung diberikan Pengembangan Soft Skill dan Peningkatan Mutu Akademik TA 2025/2026, Kamis (22/01/26).
Pengembangan soft skill bagi mahasiswa/i itu sendiri dinilai sangat penting, apalagi bagi penerima beasiswa Pemprov Riau. Penegasan itu disampaikan langsung oleh Rektor Umri, Dr Saidul Amin. Menurutnya, sebagai penerima beasiswa, mahasiswa/i wajib untuk membuktikan bahwa beasiswa itu layak mereka terima. Tak hanya itu, mahasiswa Umri juga harus membuktikan bahwa dengan beasiswa yang didapatkan tersebut, mereka bisa menjadi pribadi yang lebih baik, menerima ilmu pengetahuan dengan baik dan nantinya tentu harus menjadi lulusan yang terbaik.
"Mahasiswa/i Umri harus punya kemampuan soft skill. Soft skill itu penting karena tantangan yang harus dihadapi dimasa akan datang luar biasa hebatnya. Untuk itulah generasi Umri memerlukan keilmuan yang dapat menaklukkan zaman dan memerlukan keterampilan yang bermanfaat seiring dengan perkembangan zaman," ujar Saidul.
Dia menjelaskan, soft skill itu sendiri merupakan keilmuan yang tidak diberikan secara khusus tapi memiliki peran yang sangat signifikan di dalam kehidupan. Bahkan diantara soft skill itu ada juga adab dan cara berkomunikasi dengan orang lain. Berbicara kepada siapa dan bagaimana caranya.
Kemudian, sambungnya, soft skill tersebut adalah keilmuan yang masuk ke dalam kategori Head, satu dari tiga konsep keilmuan atau 3H (Head, Heart dan Hand) yang digagas dan diterapkan Umri untuk mencetak lulusan yang berkompeten, berdaya saing, berkarakter mulia dan terampil. Selain 3H itu, kata Saidul lagi, ada satu ilmu lagi yang tak kalah penting untuk diberikan kepada mahasiswa/i penerima beasiswa. Ilmu itu adalah Al Islam Kemuhammadiyahan.
"Gunakanlah beasiswa itu sebaik-baiknya, buktikan kalian (mahasiswa/i Umri) adalah orang yang layak menerima beasiswa tersebut. Buktikan kalian bisa tamat tepat waktu dan juga tamat menjadi lulusan terbaik," pesan Saidul.
Di lokasi yang sama, Gubernur Riau yang diwakili oleh Plt Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Riau, Yan Dharmadi MH mengatakan, beasiswa adalah salah satu cara Pemprov Riau menyiapkan generasi muda di Riau untuk menghadapi tantangan masa depan. Dia menilai, mahasiswa adalah penggerak pembangunan Riau ke depan, mahasiswa juga sebagai investasi jangka panjang bagi kemajuan Provinsi Riau.
"Beasiswa ini tidak hanya jalan bagi mahasiswa untuk lulus tepat waktu, tapi juga menjadikan lulusan yang memiliki jiwa kepemimpinan dan etika ketika nanti memasuki dunia kerja," tuturnya.
Dikatakannya, Pemprov Riau sendiri sudah mengalokasikan dana lebih dari Rp 95 miliar yang bersumber dari APBD tahun anggaran 2026 untuk seluruh beasiswa Pemerintah Provinsi Riau. Sedangkan jumlah mahasiswa/i Umri penerima beasiswa Pemprov Riau mencapai 345 orang, dengan total anggaran Rp 7,1 miliar lebih. Sementara itu, terhitung sejak 2021 sampai 2025, mahasiswa/i Umri penerima beasiswa Pemprov Riau sudah berjumlah 3.040 orang.
Adapun 345 mahasiswa penerima beasiswa tersebut terdiri dari 100 mahasiswa penerima dari jalur prestasi angkatan tahun 2022, kemudian jalur prestasi angkatan 2023 berjumlah 150 orang, jalur tahfidz angkatan 2022 berjumlah 20 orang, tahfidz angkatan 2023 berjumlah 20 mahasiswa, tahfidz angkatan 2024 berjumlah 25 dan tahfidz Umri 30 orang.
"Jadikan beasiswa sebagai amanah. Pemprov Riau akan terus berdiri bersama dunia pendidikan dan memastikan tidak ada anak Riau yang tidak mengenyam pendidikan karena keterbatasan ekonomi," tutupnya.***(gas)