
riauterkini-TEMBiLAHAN— Mengantisipasi peningkatan kabut asap serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), instansi lintas sektoral di Tembilahan memperkuat sinergi pengamanan kawasan pelabuhan dan keselamatan alur pelayaran. di Pelabuhan Tembilahan, Selasa (6/10/2026) pagi.
Langkah terpadu ini melibatkan jajaran Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP), Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK), serta Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Tembilahan dan Pelindo Tembilahan.
Kapolsek KSKP Tembilahan, Ipda Parna Bonar Tua Simarmata, S.H., mengatakan ia terus siaga personel secara berkala untuk mengawal keamanan dan ketertiban umum.
Selain pengamanan fisik, pihak kepolisian melalui Unit Binmas dan Unit Samapta secara rutin mengimbau warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta senantiasa menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang kurang baik.
"Kami menyiagakan personel tetap untuk melaksanakan standby guna membackup setiap kegiatan dalam menjaga Kamtibmas di pelabuhan. Setiap hari, melalui Unit Binmas dan Unit Samapta, kami juga mengimbau masyarakat di sekitar pelabuhan agar tidak membakar hutan ataupun membuka lahan dengan cara membakar. Selain itu, kami mengingatkan warga agar tetap menjaga kesehatan dan menggunakan masker," ujarnya.
Adapun Plt. Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas II Tembilahan saat ini adalah Hj. Lisma, S.IP., M.A.P. mengatakan dalam upaya melindungi kesehatan masyarakat dan penumpang di kawasan pelabuhan dari potensi gangguan pernapasan akibat kabut asap, turut mengambil peran strategis melalui koordinasi intensif dengan berbagai instansi terkait.
"Kami terus berkoordinasi secara aktif dengan pihak kepolisian dan otoritas pelabuhan untuk mengantisipasi dampak kesehatan akibat kabut asap, serta memastikan langkah-langkah preventif bagi masyarakat di kawasan pelabuhan berjalan dengan baik," ujarnya.
Sebagai langkah preventif di sektor transportasi air, Kepala Kantor KSOP Kelas IV Tembilahan Feriland Saragih, S.SiT. mengatakan KSOP Kelas IV Tembilahan telah menerbitkan maklumat pelayaran (notice to mariners) bagi seluruh armada yang beroperasi di perairan Sungai Indragiri guna mengantisipasi penurunan jarak pandang.
"Kami sudah menerbitkan notice to mariners khusus bagi seluruh kapal yang berlayar di Sungai Indragiri. Isinya adalah imbauan agar kapal-kapal tidak melakukan pelayaran jika kabut asap sudah membatasi jarak pandang. Kami juga meminta nakhoda untuk menyesuaikan kecepatan kapal dengan kondisi cuaca. Himbauan ini kami siarkan melalui stasiun radio pantai (SROP) dan navigasi. Harapan kami, jika jarak pandang sudah terbatas dan tidak kelihatan, armada kapal lebih baik lego jangkar (anchor) terlebih dahulu sampai kondisi membaik demi keselamatan bersama," tegasnya.
Melalui langkah mitigasi terpadu ini, seluruh instansi terkait mengimbau masyarakat dan para pelaku jasa pelayaran untuk tetap mematuhi arahan petugas di lapangan demi terciptanya keamanan, kesehatan, dan keselamatan bersama di wilayah Tembilahan.***(pto)