Riauterkini - PEKANBARU - Harapan ninik mamak dan datuk adat Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), agar ruas jalan yang menghubungkan Sontang hingga Kasang Padang kembali berfungsi dengan baik mulai membuahkan hasil. Kerusakan parah yang sebelumnya menghiasi sejumlah titik di ruas jalan tersebut kini secara bertahap ditangani melalui gerakan gotong royong yang melibatkan masyarakat, dunia usaha dan pemerintah.
Pemangku adat Kecamatan Bonai Darussalam, Datuk Ulamano H Abdul Gani Roy, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah ikut membantu.
Ia mengatakan, dukungan yang terus berdatangan menunjukkan kepedulian berbagai pihak terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya terhadap akses jalan yang digunakan secara luas.
"Alhamdulilah, pertama tentu saya mengucapkan terima kasih kepada dunia usaha dan kelompok warga yang peduli terhadap perbaikan jalan ini. Keresahan akibat kerusakan jalan Sontang hingga Kasang Padang bisa diatasi," kata Datuk Ulamano H Abdul Gani Roy, Sabtu (19/9/2026).
Sebelumnya, kondisi jalan Sontang-Kasang Padang sangat memprihatinkan. Sedikitnya terdapat tiga titik kerusakan parah yang berubah menjadi kubangan, sehingga menyulitkan kendaraan melintas dan bahkan memicu sejumlah insiden bagi pengguna jalan.
Perbaikan sempat dilakukan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPRPKPP) Provinsi Riau melalui unit pelaksana teknis terkait. Namun, kondisi jalan kembali mengalami kerusakan. Terutama di tiga titik kerusakan parah yang ada di jalan lintas tersebut.
Melihat kondisi tersebut, para ninik mamak dan datuk adat Kecamatan Bonai Darussalam kemudian mengambil inisiatif dengan menggalang dukungan berbagai pihak melalui Forum Jalan Rusak Sontang-Kasang Padang.
Forum tersebut dibentuk sebagai wadah untuk menghimpun kekuatan masyarakat, pemerintah dan dunia usaha guna mempercepat penanganan kerusakan jalan melalui semangat gotong royong.
Gagasan itu disepakati dalam musyawarah yang digelar di Masjid Raya Al-Husna, Desa Kasang Mungkal, Kamis (30/7/2026).
Dalam musyawarah tersebut, para pemangku adat sepakat menjalin kerja sama dengan pemerintah, perusahaan swasta maupun pelaku usaha yang beroperasi di Kecamatan Bonai Darussalam.
Jondrizal, Datuk Majo Pati Desa Bonai, dipercaya sebagai Ketua Forum, Rizuan sebagai Sekretaris dan Wahyu Nengsih, SE sebagai Bendahara. Sementara Abd. Gani Roy, Datuk Majo Ganti dan Datuk Anwar dipercaya sebagai Dewan Penasihat.
Forum kemudian mengajukan permohonan kepada perusahaan dan pelaku usaha agar ikut berkontribusi menyediakan material maupun peralatan yang diperlukan untuk memperbaiki ruas jalan tersebut.
Upaya tersebut mendapat respons positif. Sejumlah perusahaan dan kelompok masyarakat mulai menyalurkan bantuan berupa tanah timbun, material jalan dan alat berat.
Bantuan yang telah diberikan antara lain dari PT Surya Dumai/PT PIST sebanyak lima tronton dump tanah. Kemudian PT Graha Permata Hijau membantu alat berat berupa backhoe loader, grader, bomag serta satu tronton tanah base.
Selanjutnya, PT Andika Permata Sawit Lestari mengerahkan dua unit excavator, satu grader dan satu bomag, serta membantu tanah timbun base sebanyak 20 tronton dump.
PT Bina Daya Bentala turut menyumbangkan dua tronton dump tanah base. Dukungan juga datang dari kelompok masyarakat. Kelompok Tani Nelayan Andalan menyumbangkan 10 tronton dump tanah BS, Kelompok Tani Maju Bersama 10 tronton, Kelompok Tani Melayu Terpadu lima tronton, KOPSA SDC Kasang Mungkal dua tronton tanah timbun, RAM Marpaung Bonai dua tronton dan PT Tobih Mandiri satu tronton tanah base.
Hari ini Sabtu (19/9/2026), Kelompok Tani Melayu Terpadu kembali menambah bantuan sebanyak 10 tronton dump. Selain dunia usaha dan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu juga memberikan respons dengan turut mengerahkan alat berat untuk mendukung proses perbaikan.
Menurut Datuk Ulamano H Abdul Gani Roy, gerakan tersebut tidak didasari kepentingan pribadi, melainkan kepentingan masyarakat luas. "Kita tidak bicara kepentingan pribadi, tetapi masyarakat luas. Jalan ini kan jalan lintas yang bisa diakses semua orang," ujar Datuk Ulamano lagi.
Ia juga mengapresiasi respons Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu yang ikut membantu dengan mengerahkan alat berat.
"Yang lebih menggembirakan lagi, Pemkab Rohul juga sudah memberi respons dengan turut membantu mengerahkan alat berat untuk perbaikan jalan. Walaupun kita tahu jalan lintas ini menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Riau," paparnya.
Datuk Ulamano menegaskan, keberadaan Forum Jalan Rusak Ninik Mamak dan Datuk Adat Kecamatan Bonai Darussalam bukan untuk mengambil alih kewenangan pemerintah.
Forum tersebut, katanya, dibentuk sebagai wadah untuk memperkuat partisipasi masyarakat dan dunia usaha dalam menangani persoalan jalan yang selama ini dikeluhkan warga.
"Kami para ninik mamak dan datuk adat berinisiatif melakukan perbaikan ruas jalan yang rusak ini dengan menggandeng seluruh lapisan pengusaha. Kami ingin membangun kerja sama agar perbaikan dapat segera dilakukan melalui semangat gotong royong," ujarnya.
Ia berharap dukungan berbagai pihak dapat terus berlanjut sehingga kondisi ruas jalan Sontang-Kasang Padang semakin baik dan dapat kembali memberikan akses transportasi yang aman dan lancar bagi masyarakat.
Gerakan tersebut sekaligus menjadi bentuk gotong royong masyarakat dan dunia usaha dalam membantu menangani persoalan infrastruktur, sembari tetap menempatkan pemerintah sebagai pihak yang memiliki kewenangan utama terhadap ruas jalan tersebut. ***(mok)