Riauterkini-PELALAWAN — Pemerintah Kabupaten Pelalawan, Riau, mematangkan persiapan pelaksanaan Helat Pelalawan ke-27 yang dijadwalkan berlangsung selama lima hari, 8-12 Oktober 2026. Helat tahunan itu akan digelar di lokasi yang sama dengan pelaksanaan tahun sebelumnya.
Ketua Panitia Helat Pelalawan ke-27, Asisten I Setdakab Pelalawan Zoelkifli, mengatakan konsep kegiatan tahun ini dikemas lebih sederhana. Meski demikian, panitia tetap menyiapkan sejumlah agenda seni, budaya, keagamaan, hiburan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Konsepnya sederhana, tetapi kita tetap ingin kemeriahan Helat Pelalawan bisa dirasakan masyarakat. Yang paling penting seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik dan memberikan hiburan bagi masyarakat Pelalawan,” kata Zoelkifli, Sabtu, (19/9/2026).
Rangkaian Helat Pelalawan dimulai pada 8 Oktober dengan pawai atau kirab budaya. Kegiatan tersebut menjadi pembuka yang menampilkan keberagaman budaya sekaligus semangat masyarakat Pelalawan.
Pada malam harinya, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan Helat Pelalawan yang akan diisi berbagai hiburan.
Sehari berikutnya, 9 Oktober, masyarakat akan disuguhi pentas seni. Kemudian pada 10 Oktober, Dewan Kesenian Pelalawan dijadwalkan menampilkan pertunjukan seni tari.
Pada 11 Oktober, kegiatan dilanjutkan dengan agenda Nada dan Dakwah yang memadukan hiburan dengan pesan-pesan keagamaan.
Puncak Helat Pelalawan dijadwalkan berlangsung pada 12 Oktober. Rangkaian kegiatan diawali apel syukuran dan dilanjutkan dengan rapat paripurna. Pada malam harinya, Helat Pelalawan akan ditutup dengan hiburan untuk masyarakat.
Panitia masih membahas artis ibu kota yang akan tampil pada malam penutupan. Nama artis tersebut belum ditentukan dan akan difinalkan dalam rapat panitia pada Senin mendatang.
“Untuk hiburan malam penutupan dan pengisi acara Nada dan Dakwah, masih dalam pembahasan. Insya Allah pada rapat hari Senin nanti sudah kita finalkan,” ujar Zoelkifli.
Selain pertunjukan seni dan hiburan, Helat Pelalawan ke-27 juga akan menjadi ruang promosi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Panitia akan menyediakan sejumlah stand bagi UMKM masyarakat Pelalawan serta stand perusahaan yang turut berpartisipasi dalam helat tahunan tersebut.
Pemerintah Kabupaten Pelalawan bahkan menyiapkan 150 tenda gratis bagi pelaku UMKM lokal. Fasilitas tersebut diberikan agar produk masyarakat memiliki ruang untuk dipamerkan dan dipromosikan kepada pengunjung.
“UMKM masyarakat juga kita libatkan. Pemerintah daerah menyediakan stand gratis bagi pelaku UMKM untuk menampilkan dan mempromosikan produk-produk lokal Pelalawan,” kata Zoelkifli.
Menurut dia, persiapan Helat Pelalawan terus dilakukan secara maraton. Panitia mematangkan setiap rangkaian kegiatan agar pelaksanaan berlangsung lancar dan dapat dinikmati masyarakat dari berbagai kalangan.
Helat Pelalawan merupakan agenda tahunan yang tidak hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga menjadi wadah untuk menampilkan seni dan budaya daerah sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kita ingin pelaksanaannya sederhana, namun kemeriahan dan semangat Helat Pelalawan tetap terasa. Panitia terus bekerja mematangkan seluruh agenda karena kegiatan ini dilaksanakan setahun sekali dan menjadi momentum untuk menghibur masyarakat,” pungkasnya.***(ang)