
Riauterkini-SEBERIDA – Koperasi Jasa Unit Desa (KJUD) Sumber Rejeki, yang berlokasi di Desa Buluh Rampai, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, menjadi Koperasi plasma pertama di wilayah operasional Sinar Mas Agribusiness and Food, Region Indragiri Hulu, yang berhasil memperoleh dana hibah Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) melalui Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) Kemitraan Strategis.
Dukungan ini menjadi langkah penting dalam mempercepat peremajaan kebun sawit rakyat yang telah memasuki usia tidak produktif, sehingga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha para petani.
Program PSR merupakan inisiatif pemerintah untuk mendukung peremajaan kebun sawit rakyat yang telah memasuki usia tanam tidak produktif melalui penyediaan dukungan pendanaan, sehingga produktivitas kebun dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan.
KJUD Sumber Rejeki, mitra PT Meganusa Intisawit, mengelola areal perkebunan seluas sekitar 1.067 hektare. Pada Juli 2026, pengajuan tahap pertama seluas 306,59 hektare telah disetujui untuk memperoleh dana hibah BPDP, sementara sisa areal akan diajukan pada tahap berikutnya.
Ketua KJUD Sumber Rejeki, H. Titis, menyatakan kegembiraannya atas perolehan dana hibah BPDP ini.
"Kurang lebih sembilan bulan kami memproses pengajuan bantuan hibah ini melalui jalur Kemitraan Strategis. Alhamdulillah, hari ini dana hibah BPDP untuk Program PSR seluas 306,59 hektare telah terealisasi untuk peremajaan kebun plasma. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu, khususnya Dinas Perkebunan Kabupaten Indragiri Hulu, Direktorat Jenderal Perkebunan, BPDP dan tentunya PT. Meganusa Intisawit yang telah mendampingi sejak awal proses," ujarnya.
Kebun kelapa sawit KJUD Sumber Rejeki dibangun melalui pola Kredit Koperasi Primer untuk Anggota (KKPA) pada 1997–1998 dan merupakan bagian dari kebun plasma yang dikelola bersama PT Meganusa Intisawit. Dalam pelaksanaan PSR tahap pertama, areal seluas 306,59 hektare direncanakan mulai diremajakan pada awal 2027 menggunakan bibit unggul DxP Damimas.
Asisten Pembina Kemitraan (Pemitra) PT. Meganusa Intisawit, Martin Simatupang, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Koperasi, Pemerintah, dan Perusahaan dalam mendukung percepatan Program PSR.
"Program PSR Kemitraan Strategis tidak hanya memberikan akses pendanaan bagi petani untuk melakukan peremajaan kebun, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara Koperasi, Pemerintah dan Perusahaan agar proses replanting dapat berjalan lebih baik. Kami berharap keberhasilan KJUD Sumber Rejeki dapat menjadi penyemangat bagi Koperasi dan petani lainnya yang kebunnya telah memasuki usia replanting untuk turut memanfaatkan program ini."
Hingga Juli 2026, Sinar Mas Agribusiness and Food bersama para mitranya telah merealisasikan Program PSR di Provinsi Riau seluas sekitar 6.330 hektare yang mencakup kebun plasma maupun kebun swadaya. Untuk periode 2026–2027, perusahaan menargetkan pelaksanaan PSR seluas sekitar 5.773 hektar melalui dukungan pendanaan BPDP.
Ke depan, diharapkan semakin banyak Koperasi dan petani sawit yang dapat memanfaatkan Program PSR sehingga produktivitas kebun rakyat dapat terus meningkat, sekaligus mendukung keberlanjutan sektor kelapa sawit dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.***(rls)