Riauterkini-PEKANBARU– Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, RSIA Zainab kembali menggelar Festival Hari Anak Nasional yang memasuki penyelenggaraan ke-5. Kegiatan ini berlangsung pada 25–26 Juli 2026 di Atrium Mall Living World Pekanbaru dan diperkirakan diikuti sekitar 1.000 peserta.
Selama lima tahun terakhir, Festival Hari Anak Nasional telah menjadi salah satu agenda tahunan yang dinantikan masyarakat. Tidak hanya menghadirkan hiburan, festival ini juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar, berekspresi, mengembangkan potensi, serta mempererat kebersamaan bersama keluarga melalui berbagai kegiatan yang edukatif dan menyenangkan.
Tahun ini, festival mengusung tema "Petualangan Anak Bintang di Galaksi Ceria" dengan tagline "Bersinar, Berani, Berprestasi!". Tema tersebut menggambarkan setiap anak sebagai "bintang" yang bersinar di galaksi penuh kreativitas, persahabatan, dan mimpi. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar anak-anak dapat menikmati pengalaman yang menyenangkan sekaligus memperoleh stimulasi sesuai dengan tahapan usia dan milestone perkembangannya.
Berbagai kompetisi digelar untuk anak usia 8 bulan hingga 9 tahun, di antaranya Lomba Merangkak Bayi, Lomba Mengoper Benda, Fashion Fun Show, Lomba Tari, Lomba Mewarnai, Menghias Kue Bersama Ayah, serta Lomba Anak Merias Bersama Ibu. Selain itu, masih terdapat berbagai perlombaan lain yang disesuaikan dengan kategori usia peserta.
Festival ini juga menghadirkan beragam aktivitas menarik, seperti Kids Expo, talkshow kesehatan bersama dokter spesialis RSIA Zainab, kegiatan charity, serta berbagai aktivitas interaktif yang dapat dinikmati oleh seluruh anggota keluarga.
Salah satu agenda utama penyelenggaraan tahun ini adalah peluncuran SAFE CHILD (Sexual Awareness & Functional Education), sebuah program terpadu RSIA Zainab yang bertujuan meningkatkan kesadaran mengenai kesehatan seksual sekaligus memperkuat upaya perlindungan anak dan remaja. Program ini dijalankan secara kolaboratif oleh dokter dan psikolog melalui edukasi, pendampingan psikologis, serta kerja sama lintas sektor guna menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Komisaris PT Fatimah Az-Zahra, dr. Diana Tabrani, mengatakan SAFE CHILD lahir sebagai bentuk komitmen RSIA Zainab dalam memberikan perlindungan yang menyeluruh bagi anak-anak. Sebagai rumah sakit syariah pertama di Provinsi Riau, RSIA Zainab selama ini secara konsisten mengedepankan edukasi keluarga mengenai pengasuhan, kesehatan reproduksi, serta perlindungan anak.
"Nilai-nilai yang kami bangun juga berlandaskan ajaran Islam. Banyak doa dan nasihat dalam Al-Qur'an yang merupakan dialog antara orang tua dan anak, seperti kisah Luqman dengan putranya, Nabi Nuh, maupun Nabi Ibrahim. Hal ini menjadi inspirasi bahwa pendidikan dan perlindungan anak harus dimulai dari keluarga," ujarnya.
Menurut Diana, SAFE CHILD tidak hanya berfokus pada edukasi pencegahan kekerasan seksual, tetapi juga menyiapkan layanan pendampingan komprehensif bagi anak yang menjadi korban kekerasan seksual. Layanan tersebut melibatkan dokter, psikolog, psikiater, hingga terapi pendampingan spiritual, sehingga proses pemulihan anak dapat dilakukan secara menyeluruh sesuai kebutuhan masing-masing.
Sebagai bagian dari penguatan kolaborasi, pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan kerja sama SAFE CHILD dengan Pondok Pesantren Dar El Hikmah. Kerja sama ini difokuskan pada edukasi psikologis bagi anak dan remaja sebagai upaya membangun lingkungan pendidikan yang aman, sehat, serta bebas dari perundungan maupun pelecehan seksual, sejalan dengan semangat "No Bullying, No Pelecehan Seksual."
Festival Hari Anak Nasional ke-5 secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Pekanbaru Erna Juita. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada RSIA Zainab yang dinilai telah berkontribusi nyata dalam memenuhi hak-hak anak melalui pelayanan kesehatan, edukasi, dan perlindungan yang berkelanjutan.
"Anak adalah generasi penerus bangsa yang harus memperoleh seluruh haknya untuk hidup, tumbuh, berkembang, dan mendapatkan perlindungan. Karena itu saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada RSIA Zainab atas terselenggaranya Festival Hari Anak Nasional ini. Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan keberkahan bagi masyarakat," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pemenuhan hak anak merupakan tanggung jawab bersama pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan seluruh elemen bangsa. Menurutnya, kolaborasi seperti yang dibangun RSIA Zainab menjadi bagian penting dalam mewujudkan lingkungan yang ramah anak.
Erna juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Pekanbaru terus berupaya mewujudkan Pekanbaru sebagai Kota Layak Anak. Salah satu langkah yang tengah dilakukan adalah percepatan penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA), dengan sekitar 3.000 kartu diterbitkan pada pekan ini sebagai bentuk pemenuhan hak administrasi anak.
"Selamat atas penyelenggaraan Festival Hari Anak Nasional yang ke-5. Semoga kegiatan ini terus menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan melindungi anak-anak kita," katanya.
Melalui Festival Hari Anak Nasional 2026 dan peluncuran SAFE CHILD, RSIA Zainab berharap dapat semakin meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa perlindungan anak tidak hanya berkaitan dengan kesehatan fisik, tetapi juga mencakup kesehatan mental, edukasi yang sesuai dengan usia, serta peran aktif keluarga dan lingkungan dalam menciptakan ruang yang aman bagi setiap anak untuk tumbuh, belajar, dan berkembang.
Terselenggaranya Festival Hari Anak Nasional tidak terlepas dari dukungan berbagai sponsor, mitra, komunitas, serta berbagai pihak yang turut berkontribusi dalam menyukseskan rangkaian kegiatan. Kolaborasi tersebut menjadi wujud kepedulian bersama dalam menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi anak-anak dan keluarga.
Sejalan dengan semangat "Bersinar, Berani, Berprestasi!", Festival Hari Anak Nasional diharapkan dapat terus menjadi momentum untuk menginspirasi keluarga dalam mendampingi proses tumbuh kembang anak, sekaligus memperkuat sinergi antara tenaga kesehatan, orang tua, komunitas, dunia pendidikan, pemerintah, dan berbagai elemen masyarakat dalam mewujudkan generasi yang sehat, percaya diri, kreatif, berprestasi, serta terlindungi dari segala bentuk kekerasan dan pelecehan.***(rls/yan)