Riauterkini - PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau menargetkan pembangunan Flyover Simpang Panam mulai dikerjakan pada 2027. Target tersebut akan diwujudkan setelah proses pembebasan lahan dituntaskan paling lambat akhir 2026.
Komitmen itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, saat expose desain pembangunan Flyover Simpang Panam bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Riau di Kantor Gubernur Riau, Rabu (22/7/26). Menurutnya, penyelesaian pembebasan lahan menjadi kunci agar proyek infrastruktur strategis tersebut dapat segera memasuki tahap konstruksi pada 2027.
"Untuk pembebasan lahan akan kita tuntaskan, paling lama akhir tahun 2026. Kalau ada permasalahan, akan kita bahas langsung ke pusat untuk pengurusannya agar target tahun 2027 pembangunan sudah bisa dimulai," kata SF Hariyanto.
Flyover Simpang Panam diproyeksikan menjadi solusi utama mengurai kemacetan di kawasan perbatasan Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar, khususnya di persimpangan Jalan HR Soebrantas, jalur menuju Kabupaten Kampar, serta akses Garuda Sakti menuju Kubang Raya yang selama ini menjadi salah satu titik lalu lintas terpadat.
Sementara Kepala BPJN Riau, Yohanis Tulak Todingrara, menjelaskan, desain flyover telah disusun untuk menciptakan arus lalu lintas yang lebih lancar sekaligus mengurangi titik konflik kendaraan.
Kendaraan dari arah Jalan HR Soebrantas menuju Kabupaten Kampar yang hendak berbelok ke kiri nantinya dapat langsung melintas melalui jalur yang disediakan. Sedangkan kendaraan yang akan berbelok ke kanan akan diarahkan mengikuti sistem pengaturan lalu lintas dan rambu yang telah dirancang. Pola serupa juga diterapkan bagi kendaraan dari arah Kampar menuju Garuda Sakti.
Secara teknis, proyek ini memiliki panjang penanganan sekitar 644 meter dengan lebar 40 meter sesuai Penetapan Lokasi (Penlok) Provinsi Riau. Dimensi tersebut disesuaikan dengan kebutuhan lalu lintas saat ini serta rencana pengembangan kawasan di masa mendatang.
Selain berfungsi sebagai infrastruktur transportasi, BPJN Riau juga merancang flyover dengan sentuhan budaya Melayu melalui ornamen khas yang akan menghiasi bangunan. Konsep tersebut diharapkan menjadikan Flyover Simpang Panam sebagai ikon baru Provinsi Riau.
"Flyover ini nantinya bisa menjadi ikon strategis di Riau. Kami berharap pihak kebudayaan dapat memberikan masukan terkait ornamen Melayu yang akan dibuat di flyover ini," ungkap Yohanis.
Menutup kegiatan expose, SF Hariyanto berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah terus diperkuat agar pembangunan infrastruktur strategis di Riau dapat berjalan sesuai target.
"Harapan ke depannya, kolaborasi daerah dan pusat ini bisa untuk membangun Provinsi Riau lebih baik," tutupnya. ***(mok)