Logo RTC
Logo AMSI
Logo HUT RTC Ke 22
 
 
 
Kisah Bambang Sugeng Bangun Usaha Madu Sekaligus Jadi Penjaga Hutan

Riauterkini - PEKANBARU - Pandemi Covid -19 yang terjadi di Indonesia delapan tahun lalu, telah menghantam berbagai sektor ekonomi. Banyak saat itu pelaku usaha gulung tikar. Tapi bagi peternak lebah madu ini,justru menjadi titik balik kehidupan. Dialah Bambang Sugeng.

Mas Sugeng, begitu ia biasa disapa. Di saat banyak orang kehilangan mata pencaharian, ia memilih memulai langkah baru dengan menekuni usaha ternak lebah madu. Berbekal tekad, keberanian belajar, dan kerja keras, usaha yang dirintis sejak 2020 itu kini mampu menghasilkan cuan mulai dari 12 hingga Rp18 juta per bulan dengan kepemilikan 300 kotak sarang lebah.

Ceritanya begini. Mas Sugeng mengaku, pada awal pandemi dirinya belum benar-benar yakin dengan prospek usaha madu. Namun ia terus mencari informasi dan mempelajari berbagai referensi mengenai budidaya lebah.

"Awalnya kami belum tahu seperti apa prospeknya. Tapi saat Covid-19 saya melihat permintaan madu meningkat, terutama madu sialang dari lebah liar. Dari situ saya berpikir budidaya lebah bisa menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan madu masyarakat," katanya dengan nada khas menark mndok Jawa.

Bermodalkan cerita dari kenalanya, ia nekad pergi Danau Lamo, Jambi, pada 2020. Di daerah tersebut, ia melihat langsung bagaimana peternak lebah mampu menghasilkan hingga satu ton madu setiap bulan.

Pengalaman baru itu menjadi titik yang semakin menguatkan keyakinannya untuk membangun usaha serupa di Riau. Apalagi saat diberitahu, usaha tempat ia belajar itu bisa menghasilkan satu ton madu perbulanya.

"Saya pun jadi berpikir, kalau sebanyak itu tentu banyak juga duitnya," ungkapnya dengan tertawa kecil.

Tapi kalimat terkesan bercanda itu benar-benar menjadi peleceut. Mas Sugeng pun yakin usaha itu bisa dilakoninya.

Sekembalinya dari Jambi, Mas Sugeng mulai merintis usaha ternak lebah secara mandiri. Pada tahap awal, budidaya dilakukan di lokasi seadanya. Meski belum meraih apa yang diharapkan, ia tak pernah pantang menyerah.

Seiring waktu, peluang besar datang ketika dari utusan PT Arara Abadi-APP Group memberikan akses bagi kelompok peternak untuk memanfaatkan kawasan tanaman akasia sebagai lokasi budidaya. Tepannya di Kecamatan Pinang Sebatang Barat, Kabupaten Siak. Tawaran itu langsung disambutnya dengan antusias. Menurutnya, keberadaan tanaman akasia yang telah memasuki usia produktif menjadi sumber pakan yang melimpah bagi lebah sehingga perkembangan koloninya jauh lebih baik.

"Tahun 2021 kami mulai beternak madu lebah di kawasan perusahaan. Setelah mendapat tempat yang sesuai, perkembangan usaha jauh lebih cepat," ujar Mas Sugeng.

Terkait akses yang diberikan perusahaan bukan tanpa tanggung jawab. Ia bersama kelompok peternak menandatangani perjanjian kerja sama yang juga mengamanahkan mereka menjadi bagian dari Masyarakat Peduli Api (MPA).

Setiap hari, para peternak berkewajiban memantau kondisi kawasan, melaporkan apabila ditemukan titik api maupun aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengganggu keamanan hutan. Bagi Bambang, menjaga kawasan tetap aman bukan sekadar kewajiban, melainkan cara melindungi sumber penghidupan mereka sendiri.

"Kalau hutan terbakar, lebah kehilangan sumber pakan. Jadi menjaga hutan sama dengan menjaga usaha kami," ungkap Mas Sugeng.

Ada pun soal hambatan, kisah ternak madunya itu bukan tak ada resiko. Beberapa hama yang disebutnya bisa menggagalkan usahanya dalam mendapatkan cuan. Mulai serangan lebah penyengat tabuan, yang dapat membunuh teenakan lebah madunya. Kemudian ada juga hewan beruang yang ingin mencuri madu dengan menghancurkan sarang-sarang lebah. Selain itu ada juga hama sejenis kutu, jamur yang dapat mengganggu proses lebah membuat madu di sarang. Ada juga burung, pemakan pemakan lebah yang terbang ketika mencari makan di hutan akasia. Selain itu, faktor musim seperti hujan juga menjadi penentu dalam perolehan hasil panen madu.

"Yang parah itu beruang mas, biasanya muncul malam hari. Kalau beruang itu sebelum mengambil madu, sarang madu dari kotak-kotak itu ditarik-tariknya, lalu pergi. Nanti muncul lagi ditarik-tariknya lagi sebelum lebah-lebah pergi. Jadi bukan kotak aja yang dirusak, madu di dalam juga ikut mati karena tertimpa, terjepit papan-papan di dalam kotak. Itu kalau dibiarkan satu malam bisa berapa kotak abis mas," papar Mas Sugeng, sambil geleng-geleng kepala.

Sementara Forest Protection Head PT Arara Abadi-APP Group, Aep Mahmudin, mengatakan perusahaan terus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui Program Desa Makmur Peduli Alam (DMPA). Saat ini terdapat 23 kelompok peternak lebah yang difasilitasi untuk mengembangkan usaha di area konsesi perusahaan.

"Kami memberikan ruang kepada para peternak lebah untuk berusaha di kawasan yang telah memenuhi syarat, terutama pada tanaman akasia yang berusia minimal satu tahun karena sudah menyediakan pakan yang cukup bagi lebah," jelasnya.

Menurut Aep Mahmudin, seluruh kelompok peternak terikat dengan aturan yang tegas, salah satunya larangan membuka lahan dengan cara membakar. Sebaliknya, para peternak justru menjadi mitra perusahaan dalam menjaga kawasan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Mereka menjadi mata dan telinga kami di lapangan. Jika menemukan titik api, mereka segera memberikan informasi sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat. Jadi mereka bukan hanya menghasilkan madu, tetapi juga ikut menjaga kelestarian hutan," katanya.

Kisah Bambamg Sugeng menjadi bukti bahwa usaha dapat tumbuh dari kondisi yang paling sulit sekalipun. Berawal dari rasa ingin tahu di masa pandemi, kini ia tidak hanya memperoleh penghasilan yang menjanjikan, tetapi juga ikut menjaga hutan agar tetap lestari. Sebuah inspirasi bahwa usaha yang dikelola dengan ketekunan dapat memberi manfaat, baik bagi keluarga, masyarakat, maupun lingkungan. ***(mok)

 
BERITA SEBELUMNYA :
Advertorial
Senin, 27 Juli 2026

Peringati HAN ke-42, Bupati Inhu Tegaskan Pemenuhan Hak Hak Anak

Peringati HAN ke-42, Bupati Inhu Tegaskan Pemenuhan Hak Hak Anak

Galeri
Senin, 17 Agustus 2026

Galeri, Ketua DPRD Inhil Iwan Taruna Bacakan Teks Proklamasi pada Upacara Hari HUT Kemerdekaan ke-81 RI

Galeri, Ketua DPRD Inhil Iwan Taruna Mengikuti dan Baca Teks Proklamasi pada Upacara Hari HUT Kemerdekaan RI ke-81

Advertorial
Kamis, 09 Juli 2026

100 Bikers Ramaikan Vario Street Nation 2026 di Pekanbaru

Gelaran Vario Street Nation 2026 di Pekanbaru berlangsung meriah. Diikuti 100 pemotor alias bikers.

Advertorial
Selasa, 23 Juni 2026

HUT ke-242 Pekanbaru, Dari Green City Hingga Rekor Dunia Talam Ketan Durian

HUT Ke-242 Pekanbaru, Dari Green City Hingga Rekor Dunia Talam Ketan Durian

Galeri
Selasa, 23 Juni 2026

DPRD Pekanbaru Gelar Paripurna Hari Jadi ke-242, KolaborAksi Jadi Kunci Wujudkan Kota Maju dan Berkelanjutan

DPRD Pekanbaru Gelar Paripurna Hari Jadi ke-242, KolaborAksi Jadi Kunci Wujudkan Kota Maju dan Berkelanjutan.

Advertorial
Senin, 22 Juni 2026

Ketua DPRD Inhil Hadiri Road To Bhayangkara Run dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80

Ketua DPRD Inhil Hadiri Road To Bhayangkara Run dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80.

Berita Lainnya

Senin, 17 Agustus 2026

Dua Korban Speedboat Tenggelam di Perairan Rupat Ditemukan Meninggal Dunia, Satu Masih Dicari


Senin, 17 Agustus 2026

Galeri, Ketua DPRD Inhil Iwan Taruna Bacakan Teks Proklamasi pada Upacara Hari HUT Kemerdekaan ke-81 RI


Senin, 17 Agustus 2026

804 Warga Binaan Lapas Tembilahan Terima Remisi HUT RI, 7 Bebas


Senin, 17 Agustus 2026

10.987 Warga Binaan di Riau Terima Remisi HUT ke-81 RI


Senin, 17 Agustus 2026

Berlangsung Hikmat, Bupati Bengkalis Pimpin Upacara HUT ke-81 RI


Senin, 17 Agustus 2026

Sepasang Gajah di Kasang Kulim Kibarkan Bendera Merah Putih


Senin, 17 Agustus 2026

Upacara HUT ke-81 RI di Riau Berlangsung Khidmat Meski Cuaca Berkabut


Senin, 17 Agustus 2026

Siswa SMAN 1 Tembilahan Prestasi FLS2N Tingkat Nasional Pukau Panggung Seni Goldfish Merdeka Fest Vol. 1


Senin, 17 Agustus 2026

HUT ke-81 RI, Kapolres Rohil Ikuti Renungan Suci untuk Kenang Jasa Para Pahlawan


Senin, 17 Agustus 2026

Bangkitkan Semangat Nasionalisme, Polsek Tanah Putih Bagikan Bendera kepada Masyarakat


Minggu, 16 Agustus 2026

Meriahkan HUT ke-81 RI, Kadispora Riau Apresiasi Turnamen Domino KONI Kampar


Minggu, 16 Agustus 2026

Elevasi Waduk Menyusut, PLTA Koto Panjang Pastikan Pembangkit Tetap Beroperasi


Minggu, 16 Agustus 2026

Bupati Bengkalis Kukuhkan 75 Anggota Paskibra Kabupaten Bengkalis


Minggu, 16 Agustus 2026

Patroli di Ukui Pelalawan, Polisi Pastikan Ibadah Minggu Berjalan Aman dan Kondusif


Minggu, 16 Agustus 2026

Semarak Kemerdekaan, Kapolsek Tanah Putih dan Personel Bagikan Bendera kepada Warga


Minggu, 16 Agustus 2026

Tiga Orang Hilang, Kapal Angkut TKI Tenggelam di Perairan Rupat


Sabtu, 15 Agustus 2026

PPN Sumbagut Hadirkan Promo Bright Gas Semarak Merdeka


Sabtu, 15 Agustus 2026

Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau Tembus Kuala Selat, 500 Hektare Mangrove Disiapkan Lawan Abrasi


Sabtu, 15 Agustus 2026

Merasa Didiskriminalisasi, Terdakwa Perkara Penggelapan Dana KSU, Lapor ke Kementrian Koperasi


Sabtu, 15 Agustus 2026

Harimau Belum Masuk Perangkap, Warga Desa Danai Inhil Diminta Tetap Waspada