Riauterkini-PEKANBARU – Aksi unjuk rasa yang digelar puluhan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau, Jumat (3/7/2026), membuahkan hasil. Setelah menyampaikan aspirasi, para guru mendapat komitmen dari Disdik Riau untuk mulai mengeksekusi penataan penugasan pada bulan ini.
Sekitar 50 guru yang tergabung dalam Forum ASN PPPK Guru 2022 Provinsi Riau sebelumnya mendatangi Kantor Disdik Riau di Jalan Cut Nyak Dien, Pekanbaru. Mereka mendesak pemerintah segera menuntaskan pendataan serta penataan penugasan guru PPPK angkatan 2021, 2022, dan 2023 yang hingga kini belum selesai.
Dalam aksinya, massa membawa spanduk berisi tuntutan agar penempatan guru dilakukan secara adil dan mempertimbangkan domisili. Mereka menilai penempatan saat ini membuat banyak guru harus menempuh perjalanan puluhan hingga ratusan kilometer setiap hari untuk mengajar.
Koordinator Lapangan aksi, Eko Wibowo, mengatakan kondisi tersebut tidak hanya membebani para guru secara ekonomi, tetapi juga meningkatkan risiko keselamatan di perjalanan.
"Kami meminta pejabat terkait agar dapat berbuat untuk kami. Jangan mati suri. Kami berada di bawah naungan instansi Dinas Pendidikan, tapi saat ini belum ada tindakan," tegas Eko saat menyampaikan orasi.
Sekitar pukul 10.05 WIB, sebanyak 15 perwakilan guru diterima untuk beraudiensi di Aula Disdik Provinsi Riau. Pertemuan dipimpin Kepala Subbagian Umum Kepegawaian Disdik Riau, M. Riski, didampingi dua stafnya, Dian dan Fitri.
Dalam audiensi tersebut, M. Riski memastikan aspirasi para guru akan segera ditindaklanjuti. Ia menyebut penataan akan dilakukan melalui mekanisme penugasan, bukan relokasi.
"Kami telah mendengar hal-hal yang Bapak dan Ibu sampaikan. Dalam bulan ini, kami akan melaksanakan opsi yang ditandatangani oleh para guru dan kepala sekolah," ujar M. Riski.
Meski demikian, ia menegaskan perpindahan penugasan harus didasarkan pada alasan yang objektif, seperti jarak tempat tinggal dengan lokasi tugas, bukan karena persoalan pribadi di lingkungan sekolah.
"Kami meminta alasan relokasi benar-benar nyata, bukan karena tidak suka dengan kepala sekolah. Bapak dan Ibu sekalian hanya dapat pindah sekolah tanpa mengganti bidang studi yang diajarkan. Semua ini membutuhkan proses," jelasnya.
Menanggapi komitmen tersebut, Eko Wibowo mengapresiasi langkah Disdik Riau dan berharap janji tersebut dapat segera direalisasikan sehingga para guru bisa menjalankan tugas secara optimal tanpa harus berjauhan dengan keluarga.
Audiensi berakhir pada pukul 10.49 WIB dan seluruh peserta aksi membubarkan diri secara tertib sekitar pukul 11.00 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi tetap aman dan kondusif dengan pengamanan dari aparat kepolisian.***(dok)