Riauterkini-PEKANBARU-Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) resmi mengukuhkan 418 wisudawan/i pada Sidang Senat Terbuka Wisuda ke XXX Program Pascasarjana, Sarjana dan D3, Sabtu (09/05/26).
Dari momen yang mengusung tema Alumni Berkarakter dan Berdampak, Umri Unggul Mencerahkan Semesta tersebut, Umri pun menciptakan dua kebahagiaan sekaligus, yakni Umri pertama kalinya mewisuda 11 lulusan dari Program Pascasarjana dan mencatatkan sejarah dengan melahirkan dua guru besar dari internal kampus.
"Jangan hanya menjadi lulusan yang cerdas secara intelektual, namun juga harus kuat secara karakter dan dapat memberikan kontribusi nyata bagi umat, bangsa dan kemanusiaan," ujar Rektor Umri, Dr Saidul Amin ketika menyampaikan pesan-pesan sambutannya.
Dalam kesempatan itu, Saidul mengatakan, sebanyak 418 wisudawan/i dikukuhkan. Ratusan wisudawan tersebut berasal dari 8 Fakultas dan Program Pascasarjana. Dari ratusan wisudawan itu, sebanyak 392 lulusan beragama Islam, kemudian 24 orang protestan dan 2 orang Katolik. Keberagaman beragama ini, sambung Saidul, menjadi cerminan suasana akademik Umri yang inklusif dan harmonis dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan.
Menurutnya, di 2026 ini Umri sudah memasuki usia yang ke18 tahun dan akan terus berkomitmen meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan. Saat ini, Umri juga memiliki 32 Program Studi, 2 program magister yang tersebar di 9 fakultas serta Sekolah Pascasarjana.
Tak lupa pula Saidul berpesan bahwa setelah wisuda, para wisudawan akan meninggalkan kampus tercinta. Setelah itu, mereka menjadi duta-duta persyarikatan. Mereka jugalah yang nantinya akan menjadi penentu harum atau busuknya Umri di tengah masyarakat. Untuk itu dia sangat berharap wisudawan Umri mampu mencerahkan dan menjadi pelita di tengah kegelapan.
Di lokasi yang sama, Kepala Kopertais Wilayah XII, Prof Leny Nofianti turut menyampaikan tahniah kepada para wisudawan yang telah dikukuhkan. Dia juga memberikan apresiasi kepada para dosen dan tenaga pendidik yang telah mendampingi mahasiswa selama proses pembelajaran, penelitian serta pengabdian hingga akhirnya para mahasiswa berhasil menyelesaikan pendidikannya.
Rektor UIN Suska Riau tersebut menuturkan, tugas perguruan tinggi saat ini tidak hanya bertugas menyampaikan ilmu pengetahuan saja namun juga membentuk karakter. Tugas membentuk karakter itu tentu bukanlah hal yang mudah, bahkan menjadi tugas berat bagi perguruan tinggi.
"Perguruan tinggi tidak bisa memisahkan ilmu dari nilai, nalar dari iman dan sains dari etika, inilah makna sebenarnya dari ilmu," tegasnya.
Pada sidang senat terbuka wisuda ke 30 tersebut, hadir pula Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Hanif Faisol Nurofiq. Dihadapan para wisudawan, Hanif menyampaikan orasi ilmiahnya yang mengupas tentang bangsa Indonesia bergerak menuju ketahanan pangan kemandirian dan kedaulatan pangan. Ia mengatakan, Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat besar baik di darat maupun di lautnya.
"Dengan potensi -potensi sumber daya yang ada juga bonus demografis dengan 67,8 persen adalah usia produktif dan ini menjadi momentum penting dalam memanfaatkan sumberdaya yang ada untuk membangun kemajuan Indonesia," sebutnya.
Wamenko juga menyampaikan program prioritas lainnya adalah memberikan makan bergizi gratis atau MBG. Menurutnya MBG merupakan program menyiapkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas dengan generasi sehat, cerdas dan produktif. Pemerintah, sambungnya, menganggap program ini menjadi investasi jangka panjang dalam pembangunan ke depannya. Arah kebijakan pangan nasional kedepannya tidak hanya peningkatan produksi tetapi pada penguatan lembaga dan ekonomi rakyat, pemerataan distribusi, peningkatan gizi, pemberdayaan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.***(gas)