Riauterkini - PEKANBARU - PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya pemerintah mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai langkah mitigasi yang dilakukan secara berkelanjutan, terutama di wilayah yang berpotensi rawan kebakaran.
Hal itu disampaikan Fire Mineral Coordinator Fire and Aviation Department RAPP, Widi Santoso, didampingi Manager SHR RAPP Wijatmoko Rah Trisno, usai mengikuti Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Nasional 2026 di Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin (Lanud Rsn), Pekanbaru, Kamis (5/3/2026).
Widi menjelaskan, perusahaan telah menyiapkan berbagai sumber daya untuk memastikan penanganan kebakaran dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.
“Apabila terjadi kebakaran, tim kami disiagakan untuk melakukan penanganan secara cepat dan terkoordinasi dengan dukungan armada pemadam, helikopter pemantauan, serta berbagai peralatan pemadaman guna memastikan api dapat segera dikendalikan dan tidak meluas,” ujarnya.
Selain kesiapsiagaan personel dan peralatan, RAPP juga secara rutin melakukan patroli darat serta pemantauan udara menggunakan teknologi drone. Perusahaan juga aktif melakukan sosialisasi kepada karyawan dan masyarakat sekitar mengenai pentingnya pencegahan karhutla.
Sejumlah posko siaga juga disiapkan di titik-titik rawan kebakaran sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.
Setiap tahun, APRIL Group juga secara rutin mengumumkan periode rawan kebakaran sebagai bentuk kesiapan tim operasi kebakaran dalam memantau dan memadamkan titik panas di area konsesi. Perusahaan juga berkomitmen membantu pemadaman kebakaran yang terjadi dalam radius hingga tiga kilometer dari batas wilayah konsesinya.
“Pengumuman ini merupakan bagian dari pendekatan terpadu APRIL dalam pengelolaan kebakaran hutan dan lahan, sekaligus mencerminkan komitmen berkelanjutan perusahaan untuk bekerja sama dengan pemerintah, pemegang konsesi lainnya, dan masyarakat dalam menghadapi risiko kebakaran di musim kemarau,” jelas Widi.
Menurutnya, pencegahan tetap menjadi pilar utama dalam strategi pengelolaan karhutla perusahaan. Sejak tahun 2014, APRIL menjalankan Program Desa Bebas Api (Fire Free Village Program/FFVP) sebagai inisiatif edukatif dan kolaboratif bersama masyarakat desa untuk meningkatkan kesadaran dalam pengelolaan lahan secara bertanggung jawab.
“Hingga saat ini program FFVP telah menjangkau 42 desa dengan cakupan area lebih dari 900 ribu hektare dan berhasil menurunkan lebih dari 90 persen insiden karhutla sejak program ini dijalankan,” ungkapnya.
Dalam mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla di Riau, APRIL juga menyiapkan berbagai sarana dan prasarana. Di antaranya dua unit helikopter, airboat, serta 33 unit kendaraan patroli dan pemantauan cuaca di wilayah estate.
Selain itu, perusahaan juga memiliki 495 unit pompa air, sebanyak 3.773 selang pemadam dalam berbagai ukuran, tujuh lokasi pemantauan kabut asap di wilayah Riau, serta 59 unit kamera pengawas (CCTV).
Sejak tahun 2018, APRIL juga telah menyelesaikan pembangunan Fire Coordination Centre untuk mendukung operasional pemantauan dan penanggulangan kebakaran.
Saat ini perusahaan memiliki 1.095 petugas pemadam kebakaran profesional serta 1.875 relawan pemadam kebakaran yang telah dilatih dan tersebar di 125 desa. Selain itu, terdapat juga Fire Emergency Respond Team (FERT) yang terdiri dari 30 petugas pemadam kebakaran khusus yang siaga selama 24 jam setiap hari.
Dengan berbagai upaya tersebut, RAPP menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah, pemegang konsesi lain, dan masyarakat dalam mencegah serta menanggulangi karhutla di wilayah Riau. (mok)