Riauterkini-PEKANBARU — Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, didampingi Sekretaris Kelurahan Simpang Baru turun langsung menemui warga di Kelurahan Manyar Sakti pada Senin (12/1/2026), sebagai bentuk respons cepat atas pengaduan masyarakat terkait drainase tersumbat dan kondisi jalan berlubang yang mengganggu mobilitas dan aktivitas warga sehari-hari.
Dalam kunjungan tersebut, Markarius mendengarkan langsung keluhan warga yang disampaikan oleh Sarwono, Ketua RT 4 RW 3 Kelurahan Simpang Baru, yang menyebutkan drainase belum berfungsi optimal akibat tanah dan endapan, serta beberapa ruas jalan masih belum disemenisasi sehingga mudah becek saat hujan turun.
Warga setempat yang ikut hadir dalam peninjauan turut menyampaikan kondisi sebenarnya di lingkungan mereka. Warga mengatakan bahwa genangan air sering mengganggu aktivitas warga setiap kali hujan turun. “Setiap hujan, drainase tersumbat dan banyak lubang jalan, sehingga anak-anak kesulitan sekolah,” kata Sarwono.
Hal senada diungkapkan Marni (38), ibu rumah tangga warga jalan Balam Sakti I, yang berharap pemerintah tidak hanya melihat tapi benar-benar memperbaiki. “Kami sudah lama mengeluh soal ini. Alhamdulillah sekarang ada yang datang langsung, kami harap perbaikan segera dilakukan sampai selesai,” ujar Marni.
Markarius menjelaskan bahwa perbaikan akan diupayakan terintegrasi dengan penataan drainase, agar kondisi jalan yang sudah dibenahi tidak cepat rusak kembali akibat genangan air yang terus menerus.
Wawako menegaskan bahwa Pemko Pekanbaru berkomitmen merespons cepat aduan tersebut, termasuk meninjau titik-titik yang sudah lama menjadi keluhan publik. Pemerintah kota juga menjajaki tindak lanjut perbaikan drainase secara bertahap guna mengurangi genangan air saat musim hujan.
Keluhan soal drainase dan kerusakan jalan bukan hanya di Manyar Sakti. DPRD Kota Pekanbaru melaporkan dalam forum paripurna bahwa infrastruktur seperti drainase, jalan berlubang, hingga jembatan menjadi salah satu keluhan warga tertinggi dalam masa reses anggota dewan di tujuh daerah pemilihan.
Pemerintah Kota Pekanbaru sendiri mengalokasikan anggaran khusus untuk perbaikan drainase dalam APBD 2026, dengan komitmen menjadikan solusi banjir dan genangan sebagai prioritas utama pembangunan infrastruktur kota.
Selain itu, Dinas PUPR juga tengah menyiapkan program perbaikan puluhan ruas jalan lain yang rusak berat di berbagai titik kota, menunjukkan skala masalah infrastruktur yang lebih luas dan bukan terbatas pada satu wilayah.
Pemerintah kota juga mengajak warga untuk terlibat secara langsung dalam menjaga lingkungan drainase di lingkungan masing-masing, terutama dalam menjaga agar saluran air tidak tersumbat oleh sampah yang menjadi penyebab utama banjir lokal di musim hujan.
Lebih jauh lagi, upaya seperti pembersihan gotong royong ini telah menjadi bagian dari strategi menyeluruh pemerintah agar masalah banjir dan jalan rusak bisa diantisipasi bersama, tanpa hanya menggantungkan pada anggaran pemerintah.***(red)