Logo RTC
Logo AMSI
Logo HUT RTC Ke 23
 
 
Petani Mangga Filipina Pelajari Pengendalian Hama di Indonesia dengan Dukungan FAO



Riauterkini-JAKARTA– Petani mangga dari Filipina, salah satu negara pengekspor mangga terbesar di Asia, telah menyelesaikan kunjungan studi ke Indonesia untuk mempelajari inovasi dalam pengendalian hama dan pengolahan mangga. Kunjungan yang berlangsung pada 12 hingga 15 Oktober ini difasilitasi oleh Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) serta Kementerian Pertanian Indonesia guna memajukan produksi mangga yang berkelanjutan di kedua negara.

Dalam kunjungan tersebut, 12 anggota delegasi Filipina yang meliputi petani serta perwakilan Departemen Pertanian Filipina dan FAO Filipina, mengunjungi perkebunan dan tempat pengolahan mangga di Majalengka dan Cirebon, Jawa Barat. Wilayah ini dikenal sebagai penghasil berbagai varietas mangga unggulan, termasuk mangga gedong gincu.

Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan FAO dalam memfasilitasi Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular (SSTC), yakni mekanisme pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan sumber daya teknis untuk mempercepat transformasi sistem pangan dan pertanian di antara dua negara berkembang atau lebih.

"Kerangka kerja SSTC menunjukkan pentingnya solidaritas, kemitraan, dan pembelajaran bersama di antara negara-negara berkembang. Melalui kolaborasi ini, Indonesia dan Filipina dapat saling berbagi keunggulan masing-masing, mengatasi tantangan bersama, serta menjajaki peluang baru untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan sektor mangga," ujar Hotman Fajar Simanjuntak, Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Indonesia.

Mengatasi tantangan bersama
Hama masih menjadi tantangan bersama bagi kedua negara, yang berdampak pada kuantitas dan kualitas hasil panen, serta memengaruhi pendapatan petani dan kelestarian lingkungan.

Dalam kunjungan studi ini, delegasi Filipina mempelajari pendekatan inovatif dalam pengendalian hama yang dikenal sebagai pengelolaan berbasis wilayah (area-wide management); sebuah cara yang lebih sederhana, terjangkau, dan berkelanjutan untuk mengatasi lalat buah.

Petani di Majalengka menerapkan metode ini secara berkelompok di wilayah geografis tertentu dan bukan secara individual di lahan masing-masing, serta mengurangi penggunaan pestisida, dengan dukungan dari tenaga ahli teknis dan pemerintah.

Delegasi Filipina juga mempelajari diversifikasi produk, khususnya pengolahan mangga berkualitas rendah menjadi produk bernilai tambah guna mengurangi susut pangan, melindungi pendapatan petani, serta menciptakan peluang penghasilan baru bagi perempuan dalam pengolahan pascapanen.

"Kunjungan studi ini membawa semangat Hari Pangan Sedunia, yang diperingati setiap tanggal 16 Oktober dan tahun ini mengusung tema Berinovasi Hari Ini, Memupuk Hari Esok. Inovasi tidak selalu menuntut teknologi mahal atau infrastruktur canggih. Terkadang, inovasi bermula dari cara pandang yang berbeda terhadap masalah yang sudah umum kita kenal, pemanfaatan sumber daya yang tersedia secara lebih bijak, serta kerja sama untuk menciptakan peluang baru," ujar Rajendra Aryal, Perwakilan FAO di Indonesia dan Timor-Leste.

"Saya berharap pertukaran pengalaman antara Indonesia dan Filipina ini akan terus menghasilkan gagasan praktis yang dapat dibawa pulang dan diterapkan oleh para petani. Yang lebih penting lagi, saya berharap gagasan-gagasan ini akan mendorong kerja sama yang lebih erat di antara petani, instansi pemerintah, tenaga ahli teknis, dan mitra sektor swasta," tambah Rajendra.

Mengubah pembelajaran menjadi tindakan nyata
Sebelum kunjungan lapangan di Jawa Barat, para petani mangga dan perwakilan pemerintah Indonesia telah mengikuti rangkaian kunjungan studi selama satu minggu ke Provinsi Guimaras, Filipina, pada bulan Juli 2026. Mereka membawa pulang berbagai pelajaran mengenai pengendalian hama, pengolahan pascapanen, dan penyebaran teknologi untuk memperluas peluang ekspor.

Kunjungan studi ini merupakan kelanjutan dari rangkaian pertukaran pengetahuan secara virtual selama dua bulan antara petani, perwakilan pemerintah, dan pakar teknis dari Indonesia dan Filipina, yang difasilitasi oleh FAO pada bulan Mei dan Juni 2026.

"Kunjungan studi di Indonesia ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk pertukaran pengetahuan mengenai produksi mangga antara kedua negara. Berbagai praktik baik yang telah saling kami amati dan bagikan dapat diadopsi oleh petani mangga di kedua negara demi perbaikan, keberlanjutan, dan peningkatan pendapatan petani," ujar Yondre Yonder dari Biro Industri Tanaman Filipina.

Wawasan yang diperoleh dari pertukaran pengetahuan ini akan menjadi bahan masukan bagi pemerintah Filipina dalam menyusun Rencana Aksi Pengendalian dan Penanganan Hama Lalat Cecid serta Prosedur Operasional Standar untuk Praktik Pertanian yang Baik (GAP). Pengalaman ini juga akan membantu pemerintah Indonesia dalam merancang intervensi terkait pengolahan pascapanen dan irigasi guna memastikan daya saing serta keberlanjutan sektor ini.

"Kunjungan studi ini memberikan wawasan berharga mengenai teknologi yang digunakan oleh petani mangga lokal di Indonesia. Petani Indonesia menginspirasi saya dengan bagaimana mereka, secara kolektif sebagai satu tim yang solid, berhasil mengendalikan serangan lalat buah. Ini adalah hal yang sangat ingin kami bawa pulang ke Filipina untuk diterapkan oleh para petani mangga kami," kata Frianina Resplandor, perwakilan asosiasi petani dari Filipina.

Indonesia memproduksi 3 juta metrik ton mangga pada tahun 2025, namun nilai ekspornya turun sebesar 37% menjadi USD 1,1 juta pada tahun yang sama, sementara nilai impor meningkat sebesar 27% menjadi USD 2,32 juta, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia.

Sementara itu, Filipina memproduksi sekitar 764.000 metrik ton mangga pada tahun 2024, menjadikannya komoditas buah ekspor terbesar ketiga di negara tersebut, sekaligus menopang mata pencaharian sekitar 2,5 juta petani.***(rls)

Petani mangga dan perwakilan pemerintah Filipina mengunjungi Indonesia untuk mempelajari pengendalian hama dan pengolahan pascapanen berkelanjutan pada 12-15 Oktober 2026. (Kredit foto: FAO/Harriansyah)

 
BERITA SEBELUMNYA :
Advertorial
Selasa, 06 Oktober 2026

Semakin Memperluas Jaringan di Sumatera, Dealer ke 51 Geely Hadir di Pekanbaru

Semakin Memperluas Jaringan di Sumatera, Dealer ke 51 Geely Hadir di Pekanbaru.

Galeri
Rabu, 19 Agustus 2026

Dari Renungan Suci hingga Resepsi, Potret HUT ke-81 RI di Inhu

Dari Renungan Suci hingga Resepsi, Potret HUT ke-81 RI di Inhu

Advertorial
Jumat, 18 September 2026

Dampingi Kapolda Riau dan Pangdam TT, Bupati Inhu Tinjau Lokasi Karhutla

Bupati Inhu menerima menerima kunjungan Kapolda dan Pandang Tuanku Tambusai. Mendampingi meninjau kebakaran lahan.

Advertorial
Kamis, 10 September 2026

Capella Honda Riau Apresiasi 26 SMK Mitra Binaan Program AHASS Goes to School

Capella Honda Riau Apresiasi 26 SMK Mitra Binaan Program AHASS Goes to School.

Galeri
Senin, 17 Agustus 2026

Galeri, Ketua DPRD Inhil Iwan Taruna Bacakan Teks Proklamasi pada Upacara Hari HUT Kemerdekaan ke-81 RI

Galeri, Ketua DPRD Inhil Iwan Taruna Mengikuti dan Baca Teks Proklamasi pada Upacara Hari HUT Kemerdekaan RI ke-81

Advertorial
Minggu, 06 September 2026

Capella Honda Apresiasi Konsumen Loyal di Momen Hari Pelanggan Nasional 2026

Capella Honda Apresiasi Konsumen Loyal di Momen Hari Pelanggan Nasional 2026.

Berita Lainnya

Selasa, 13 Oktober 2026

Mengharukan, Tiga Warga Binaan Lapas Bengkalis Ucapkan Dua Kalimat Syahadat


Selasa, 13 Oktober 2026

Kapolres Kampar AKBP Boby Langsung Minta Lakukan Rehabilitasi Usai Melihat Kondisi Rumah Nenek Ini


Selasa, 13 Oktober 2026

Terima LAMR, Kemenbud Apresiasi HKN di Riau


Selasa, 13 Oktober 2026

Tak Sekadar CSR, BRK Syariah Ikut Mengukuhkan Identitas Melayu di Kampus Universitas Riau


Selasa, 13 Oktober 2026

Cegah Kemacetan dan Kecelakaan, Polsek Ukui Gelar Penjagaan Pagi


Selasa, 13 Oktober 2026

Jaga Standar Pelayanan, RSUD Arifin Achmad Kembali Ikuti Survei Akreditasi


Selasa, 13 Oktober 2026

Perkuat Sinergitas Polri dan Pers, Kapolres Bengkalis Sidak PWI


Selasa, 13 Oktober 2026

Semarak HUT ke 27 Kuansing, Plt Bupati Buka Batik Carnival


Selasa, 13 Oktober 2026

Siaga Karhutla, Kapolsek Tanah Putih Pastikan Peralatan Pemadam Berfungsi Baik


Selasa, 13 Oktober 2026

31 Tahun Citra Plaza Pekanbaru, Tutup dan Jadi Gedung Kosong


Selasa, 13 Oktober 2026

Indonesia Unjuk Inovasi Pertanian dalam Pameran Global FAO di Roma


Selasa, 13 Oktober 2026

Wali Band Hibur Belasan Ribu Pengunjung di Puncak Hari Jadi ke-27 Pelalawan


Selasa, 13 Oktober 2026

Jarak Pandang 100 Meter, Asap Pekat Ganggu Jadwal Pesawat di Bandara SSK II Pekanbaru


Senin, 12 Oktober 2026

Digerebek Bareskrim Polri, 54 Orang di MP Club Pekanbaru Positif Narkoba


Senin, 12 Oktober 2026

Diskes Riau Terima 20 Ribu Masker Medis dari BPJS Kesehatan


Senin, 12 Oktober 2026

Beli Mobil di Arista Expo 2026 Pekanbaru, Konsumen Bisa Dapat Libur Cicilan 6 Bulan dari Maybank


Senin, 12 Oktober 2026

Upacara Peringatan HUT ke-27 Kuansing Bernuansa Melayu


Senin, 12 Oktober 2026

HUT ke-27 Pelalawan, Bupati Zukri Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi Pembangunan


Senin, 12 Oktober 2026

HUT ke-27 Pelalawan, Pemprov Riau Apresiasi Capaian Pembangunan di Tengah Tekanan Fiskal


Senin, 12 Oktober 2026

PPN Sumbagut dan Pemprov Riau Pererat Kolaborasi untuk Pelayanan Energi Masyarakat