Riauterkini - PEKANBARU – Antusiasme peserta terlihat dalam pelaksanaan workshop Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wilayah Riau bertajuk “Pemanfaatan Artificial Intelligence untuk Produksi Konten Multimedia”yang digelar di Hotel Pangeran Pekanbaru, Kamis (27/8/2026).
Sebanyak 150 peserta dari kalangan insan pers dan pelaku industri media mengikuti kegiatan tersebut. Tingginya jumlah peserta menunjukkan besarnya minat terhadap pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam menghadapi perkembangan industri media digital.
Sejak kegiatan dimulai, peserta tampak antusias mengikuti berbagai materi yang disampaikan para narasumber. Workshop ini menjadi kesempatan bagi jurnalis untuk tidak hanya memahami perkembangan AI, tetapi juga mempelajari bagaimana teknologi tersebut dapat dimanfaatkan dalam memproduksi konten multimedia yang menarik dan berkualitas.
Tiga praktisi dari industri media dan platform digital dihadirkan sebagai narasumber. Mereka yakni Dimas Ibrahim, Product Manager Tempo Digital; Elga Maulina, Senior Editor dan Social Media Specialist Suara.com; serta Isabella Wibowo, Strategic Partner Manager YouTube Indonesia.
Ketua AMSI Riau, Firman Agus, mengatakan tingginya antusiasme peserta menjadi gambaran bahwa insan pers di Riau memiliki perhatian besar terhadap perkembangan teknologi, khususnya AI yang kini semakin memengaruhi proses produksi dan distribusi informasi.
Menurutnya, media siber saat ini dituntut tidak hanya cepat dalam menyajikan berita, tetapi juga mampu mengemas informasi dalam berbagai bentuk konten yang sesuai dengan pola konsumsi masyarakat.
“AI atau kecerdasan buatan sudah dimanfaatkan di banyak sektor, termasuk oleh pelaku media massa. Kita harus menyesuaikan diri dengan pola produksi berita yang kini banyak diminati masyarakat yakni konten multimedia,” ujar Firman.
Ia berharap peserta dapat membawa pulang pengetahuan dan keterampilan baru yang bisa langsung diterapkan di masing-masing media, terutama dalam memproduksi konten video yang informatif, menarik dan tetap berpegang pada prinsip jurnalistik.
Firman menyebut sebagian besar media anggota AMSI Riau saat ini telah mulai memproduksi konten multimedia. Namun, kemampuan tersebut masih perlu terus ditingkatkan, baik dari sisi kualitas produksi maupun strategi distribusi agar mampu menjangkau audiens yang lebih luas.
“Workshop ini adalah upaya agar media di Riau dapat bersaing melalui konten video yang informatif dan tetap berpegang pada etika jurnalistik,” tegasnya.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Riau yang menjadi sponsor utama. Ketua APHI Riau, Muller Tampubolon, menilai kegiatan peningkatan kapasitas insan pers seperti ini penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
“Pers adalah salah satu mitra strategis APHI. Dan kali ini, AMSI menggagas workshop untuk peningkatan pemahaman dan keterampilan teknis menyangkut optimasi AI. Menurut kami, hajatan ini penting dan sudah seharusnya didukung,” ujar Muller.
Ia menilai perkembangan AI akan terus memengaruhi berbagai sektor, termasuk industri media. Karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi bagian penting agar teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal sekaligus bertanggung jawab.
Antusiasme 150 peserta dalam workshop ini sekaligus memperlihatkan bahwa transformasi digital bukan lagi sekadar pilihan bagi media siber. Kemampuan menguasai teknologi, mengemas informasi secara kreatif dan memahami strategi distribusi konten menjadi kebutuhan yang semakin penting bagi media di era digital.
Melalui kegiatan tersebut, AMSI Riau berharap para peserta semakin siap menghadapi perubahan ekosistem media dan mampu menghasilkan konten multimedia yang informatif, menarik, berkualitas serta tetap menjunjung tinggi etika jurnalistik. ***(Dan)