Riauterkini-PEKANBARU — PT Bank Riau Kepri Syariah (Perseroda) atau BRK Syariah memasuki tahun keempat sejak resmi bertransformasi menjadi bank umum syariah pada 22 Agustus 2022. Momentum tersebut dinilai menjadi kesempatan untuk memperkuat kinerja sekaligus meningkatkan kontribusi bank milik daerah terhadap perekonomian Riau.
Wakil Ketua DPRD Riau, Budiman Lubis, menyampaikan apresiasi atas perjalanan BRK Syariah selama empat tahun terakhir. Ia menilai bank tersebut menunjukkan perkembangan positif dan menjadi salah satu BUMD yang memberikan kontribusi nyata bagi daerah.
"Di antara BUMD yang lain, ada enam BUMD, cuma BRK Syariah produktif," kata Budiman, Sabtu (22/8/2026).
Menurut politisi Gerindra dari daerah pemilihan Rokan Hulu tersebut, kinerja BRK Syariah saat ini menunjukkan tren yang baik. Salah satu indikatornya adalah kontribusi bank terhadap pendapatan daerah melalui pembagian dividen.
"Alhamdulillah BRK Syariah ini sangat bagus untuk sekarang ini. Bahkan memberikan tren positif terhadap dividen kepada daerah," ujarnya.
Budiman berharap kinerja tersebut terus dipertahankan dan ditingkatkan. Ia menargetkan dividen BRK Syariah untuk daerah pada 2027 dapat mencapai Rp114 miliar, bahkan lebih tinggi dari target tersebut.
"Harapan kita pada tahun 2027 target dividen BRK Syariah sebesar Rp114 miliar dapat tercapai dan lebih ditingkatkan," katanya.
Perjalanan BRK Syariah selama empat tahun konversi juga diwarnai sejumlah capaian di bidang bisnis dan pelayanan. Data yang dipublikasikan pada awal 2026 menunjukkan dana tabungan BRK Syariah sepanjang 2025 tumbuh sekitar 7 persen menjadi Rp8,68 triliun, dari Rp8,11 triliun pada 2024. Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya penghimpunan dana masyarakat.
Sementara itu, dalam RUPS Tahun Buku 2025 yang digelar Juni 2026, pemegang saham menyetujui laporan tahunan perseroan sekaligus sejumlah agenda terkait penggunaan laba, penguatan permodalan, tata kelola dan pengembangan bisnis.
Dari sisi kontribusi kepada daerah, BRK Syariah sebelumnya juga telah membagikan dividen Rp229 miliar dari laba bersih tahun buku 2024 sebesar Rp339 miliar. Nilai dividen tersebut meningkat dibandingkan sekitar Rp191 miliar yang dibagikan dari laba tahun buku 2023.
Selain kinerja keuangan, BRK Syariah juga memperkuat perannya dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan. Pada Agustus 2026, bank tersebut meraih dua penghargaan dari OJK Riau melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), masing-masing untuk capaian pembukaan rekening pelajar terbanyak dan kegiatan edukasi KEJAR terbanyak.
Capaian itu menunjukkan bahwa peran BRK Syariah tidak hanya berkaitan dengan pembiayaan dan penghimpunan dana, tetapi juga mulai diperluas ke edukasi keuangan masyarakat, khususnya generasi muda.
Budiman berharap usia empat tahun konversi dapat menjadi pijakan bagi BRK Syariah untuk memasuki fase pertumbuhan yang lebih kuat. Ia meminta manajemen terus menjaga soliditas internal, meningkatkan profesionalisme dan memastikan keberadaan bank memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
"Semoga BRK Syariah ke depan dapat meningkatkan prestasi, soliditas, amanah, profesional, serta memberi manfaat dan sukses di masa yang akan datang," harapnya.
Harapan serupa juga muncul dari kalangan DPRD Riau. Ketua Komisi III DPRD Riau Edi Basri mendorong BRK Syariah agar lebih serius menggarap sektor riil seperti sawit, karet, perikanan dan UMKM. Ia menilai dana yang dikelola bank daerah perlu semakin diarahkan pada pembiayaan produktif yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.
Dengan demikian, empat tahun pascakonversi tidak hanya menjadi penanda perubahan status dari bank konvensional menjadi bank syariah. BRK Syariah kini menghadapi tuntutan yang lebih besar untuk membuktikan bahwa transformasi tersebut mampu menghasilkan kinerja bisnis yang sehat sekaligus memperkuat perekonomian daerah.***(yan)