Logo RTC
Logo AMSI
Logo HUT RTC Ke 22
 
 
 
Kemenkes, KOICA, dan UNFPA Luncurkan Proyek SPEED untuk Turunkan Angka Kematian Ibu



Riauterkini-JAKARTA– Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 mencatat Angka Kematian Ibu (AKI) turun menjadi 144 per 100.000 kelahiran hidup, dari 189 di tahun 2020 (Sensus Penduduk, 2020). Ini berarti setiap 1-2 jam seorang ibu di Indonesia kehilangan nyawanya akibat komplikasi terkait kehamilan, persalinan, atau masa nifas.

Meskipun Indonesia telah mencapai cakupan yang tinggi dalam hal pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan terampil, Angka Kematian Ibu (AKI) tetap menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang krusial. Hal ini menyoroti kesenjangan yang mendalam: sementara perempuan memiliki akses ke perawatan, kualitas perawatan tersebut harus diperkuat secara fundamental untuk menyelamatkan nyawa.

Hari ini, sebagai langkah signifikan untuk menjawab tren ini, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Korea International Cooperation Agency (KOICA), dan United Nations Population Fund (UNFPA) meluncurkan proyek “Strengthening Professional Education and Enhanced Policy Framework for Midwifery Development in Indonesia (SPEED).”

Inisiatif ini merupakan komitmen strategis untuk mentransformasi kualitas pendidikan kebidanan dan penyediaan layanan klinis, memastikan bahwa setiap persalinan di Indonesia ditangani oleh bidan yang sepenuhnya kompeten untuk menangani keadaan darurat obstetri yang menyelamatkan jiwa.

“Tahun 2029, Pemerintah berkomitmen menurunkan angka kematian ibu menjadi kurang dari 77/100. 000 kelahiran hidup per tahun. Untuk mencapai target tersebut, penguatan kompetensi bidan menjadi sangat penting. Kami meyakini bahwa investasi pada pendidikan bidan merupakan investasi bagi masa depan bangsa,” kata Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) Kemenkes Yuli Farianti.

“Bidan yang kompeten akan berkontribusi langsung dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi, sekaligus memperkuat sistem kesehatan Indonesia. Melalui kemitraan antara Kementerian Kesehatan, KOICA, dan UNFPA, kami berharap penguatan pendidikan profesi kebidanan dapat menjadi tonggak penting dalam meningkatkan mutu dan profesionalisme bidan Indonesia, sehingga setiap ibu, di mana pun berada, memperoleh pelayanan yang aman, berkualitas, dan berkesinambungan.”

Proyek SPEED menjawab masalah inti kompetensi kebidanan dengan berfokus pada dua pilar: mereformasi pendidikan pra-jabatan di 12 Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes agar memenuhi standar internasional yang ditetapkan oleh International Confederation of Midwives (ICM), serta membangun platform nasional digital untuk Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB).

Memperkuat 12 Poltekkes sebagai acuan nasional bagi pendidikan kebidanan yang berkualitas, sistem ini akan membekali bidan dengan keterampilan penting yang menyelamatkan jiwa, termasuk Penanganan Gawat Darurat Obstetri dan Bayi Baru Lahir (PONEK) serta respons terhadap kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan (KTP/AP). Hal ini memastikan tenaga kerja bidan nasional yang berjumlah lebih dari 358.892 orang didukung, diperbarui, dan siap memberikan layanan yang memenuhi tolok ukur global.

“UNFPA dengan bangga mendukung Indonesia dalam perjalanan kebidanan yang transformatif ini. Melalui kemitraan ini, kita melangkah lebih jauh dari sekadar kuantitas untuk memprioritaskan kualitas pelayanan,” kata Kepala Perwakilan UNFPA di Indonesia, Hassan Mohtashami. “Bidan adalah garda terdepan dalam mengurangi kematian ibu. Dengan menstandarisasi pendidikan kebidanan dan menciptakan ekosistem digital yang permanen untuk pertumbuhan profesional, kita memastikan setiap ibu menerima layanan aman dan berkualitas tinggi yang pantas mereka dapatkan.”

Kemitraan ini menggabungkan keahlian teknis UNFPA, komitmen kelembagaan Kementerian Kesehatan, dan dukungan strategis KOICA untuk menciptakan model yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di seluruh negeri.

“Indonesia telah mencapai kemajuan yang signifikan dalam meningkatkan kesehatan ibu, dan langkah berikutnya adalah memastikan setiap ibu memperoleh pelayanan kesehatan berkualitas yang diberikan oleh tenaga kesehatan yang terlatih dengan baik,” kata Country Director KOICA Indonesia Office, Ibu Kim Hyo Jin. “Melalui proyek SPEED, KOICA bangga bermitra dengan Kementerian Kesehatan dan UNFPA untuk memperkuat sistem pendidikan kebidanan di Indonesia serta membangun fondasi yang berkelanjutan bagi kehamilan yang lebih aman, persalinan yang lebih selamat, dan masyarakat yang lebih sehat.”

Proyek SPEED yang akan berlangsung hingga tahun 2030 ini ditargetkan memberikan manfaat langsung kepada sekitar 8.280 mahasiswa dan instruktur kebidanan, sekaligus secara tidak langsung mendukung kesejahteraan jutaan keluarga di Jawa, Sumatra, dan Sulawesi.***(rls/yan)

Teks foto: Dari kiri ke kanan: Perwakilan UNFPA Hassan Mohtashami, Dirjen SDM Kesehatan Kemenkes Yuli Farianti, dan Direktur Negara KOICA Indonesia Kim Hyo Jin secara bersamaan menyentuh layar sentuh digital, secara simbolis meluncurkan proyek SPEED. | ©️ UNFPA Indonesia/Itsnain G. Bagus

 
BERITA SEBELUMNYA :
Advertorial
Senin, 27 Juli 2026

Peringati HAN ke-42, Bupati Inhu Tegaskan Pemenuhan Hak Hak Anak

Peringati HAN ke-42, Bupati Inhu Tegaskan Pemenuhan Hak Hak Anak

Galeri
Rabu, 19 Agustus 2026

Dari Renungan Suci hingga Resepsi, Potret HUT ke-81 RI di Inhu

Dari Renungan Suci hingga Resepsi, Potret HUT ke-81 RI di Inhu

Advertorial
Kamis, 09 Juli 2026

100 Bikers Ramaikan Vario Street Nation 2026 di Pekanbaru

Gelaran Vario Street Nation 2026 di Pekanbaru berlangsung meriah. Diikuti 100 pemotor alias bikers.

Advertorial
Selasa, 23 Juni 2026

HUT ke-242 Pekanbaru, Dari Green City Hingga Rekor Dunia Talam Ketan Durian

HUT Ke-242 Pekanbaru, Dari Green City Hingga Rekor Dunia Talam Ketan Durian

Galeri
Senin, 17 Agustus 2026

Galeri, Ketua DPRD Inhil Iwan Taruna Bacakan Teks Proklamasi pada Upacara Hari HUT Kemerdekaan ke-81 RI

Galeri, Ketua DPRD Inhil Iwan Taruna Mengikuti dan Baca Teks Proklamasi pada Upacara Hari HUT Kemerdekaan RI ke-81

Advertorial
Senin, 22 Juni 2026

Ketua DPRD Inhil Hadiri Road To Bhayangkara Run dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80

Ketua DPRD Inhil Hadiri Road To Bhayangkara Run dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80.

Berita Lainnya

Senin, 24 Agustus 2026

Perkuat Kompetensi Nakes, Pelatihan APN Digelar bagi Tenaga Kesehatan Pelalawan


Senin, 24 Agustus 2026

Pasar Seni Slaksa Bantan Tengah Bengkalis Satukan Seni, UMKM dan Musisi


Senin, 24 Agustus 2026

Bengkalis Terus Bergerak Maju, Sinergi Kepemimpinan Dua Era untuk Negeri yang Bermarwah dan Sejahtera


Senin, 24 Agustus 2026

Agrinas Palma Nusantara Dorong Kemitraan Berbasis Koperasi di Rokan Hulu


Senin, 24 Agustus 2026

UNICEF dan Mitra Bergandengan Tangan Perkuat Ketahanan Air Jawa


Senin, 24 Agustus 2026

Presiden Prabowo Puji Penanangan Karhutla di Riau


Senin, 24 Agustus 2026

Menteri LH Apresiasi Kebijakan Dekarbonisasi PTPN IV PalmCo


Senin, 24 Agustus 2026

Gerakan Bumil Sehat di Bengkalis, 80 Ibu Hamil Dapat Edukasi Kehamilan Sehat


Senin, 24 Agustus 2026

Kabut Asap Mulai Tebal, Siswa SD dan SMP di Inhu Diliburkan


Senin, 24 Agustus 2026

Prabowo Ancam Cabut Izin Korporasi yang Terlibat Pembakaran Lahan di Riau


Senin, 24 Agustus 2026

HMC 2026 Berlangsung Meriah, Hasil Karya Ratusan Modifikator Pukau Ribuan Pengunjung Mal SKA


Senin, 24 Agustus 2026

Kabut Asap Memburuk, Sekolah di 10 Kecamatan di Pelalawan Lakukan Pembelajaran Daring


Senin, 24 Agustus 2026

AKP Fikri Kurniawan Resmi Jabat Kasat Lantas Polres Rohil


Senin, 24 Agustus 2026

Polda Riau Tetapkan 35 Tersangka dari 32 Kasus Karhutla


Senin, 24 Agustus 2026

Presiden Prabowo Dijadwalkan Tinjau Karhutla di Riau


Senin, 24 Agustus 2026

Kabut Asap Melanda Pekanbaru, Kemenag Imbau Madrasah Terapkan PJJ


Senin, 24 Agustus 2026

Dari 2.945 Hotspot di Sumatera, Riau Sumbang 491 Titik Panas


Senin, 24 Agustus 2026

Minggu Aman dan Kondusif, Polsek Tanah Putih Lakukan Patroli Gereja


Senin, 24 Agustus 2026

Asap Kian Pekat, Wako Pekanbaru Intruksikan Sekolah Belajar Daring


Minggu, 23 Agustus 2026

Kualitas Udara di Pelalawan, Bengkalis dan Pekanbaru Memburuk