Riauterkini-BENGKALIS- Rencana ajang pemilihan Bujang Dara Bengkalis yang sempat ramai diperbincangkan masyarakat akhirnya berujung kegaduhan. Acara yang sedianya digelar di Gedung Cik Puan itu batal terlaksana, bagi peserta dan orang tua. Tak hanya itu, panitia penyelenggara kini dilaporkan ke pihak kepolisian karena diduga melakukan penipuan dan penggelapan dana pendaftaran.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Bengkalis, Edi Sakura, menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak pernah diselenggarakan oleh pihaknya.
“Kami dari Disparbudpora sama sekali tidak ada mengeluarkan surat apapun terkait kegiatan Bujang Dara. Kami juga tidak menggelar event itu. Lagi pula, kalau Disparbudpora yang menyelenggarakan, tidak pernah ada pungutan biaya apapun. Sementara kabarnya, peserta diminta membayar Rp100.000 per orang,” tegas Edi Sakura kepada wartawan, Sabtu (26/10/25).
Edi menambahkan, pihaknya memang sempat menerima proposal dari penyelenggara, namun tidak pernah memberikan dukungan atau izin penggunaan nama dinas.
“Mereka sempat meminta proposal, tetapi tidak ada satupun yang kami bantu. Jadi kalau ada yang mencantumkan nama Disparbudpora, itu tanpa izin,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Bujang Dara Bengkalis, Zulham Affandi, juga menyampaikan bahwa acara tersebut bukan bagian dari kegiatan resmi Ikatan Bujang Dara Bengkalis (IBDB).
“Kami sudah klarifikasi dan publikasikan di media sosial. Kegiatan itu tidak ada kaitannya dengan program resmi Bujang Dara Bengkalis. Mereka tidak punya izin untuk mencantumkan nama Disparbudpora,” ungkap Zulham.
Dalam pernyataan resminya, IBDB turut meminta masyarakat agar tidak salah paham dan berhati-hati terhadap pihak yang mengatasnamakan organisasi resmi.
“Kegaduhan dan spekulasi seputar acara Pemilihan Bujang Dara yang berujung dugaan penipuan dan penggelapan uang tersebut bukan event resmi dari Disparbudpora maupun Ikatan Bujang Dara Bengkalis,” tegas IBDB dalam klarifikasinya.
Terkait laporan yang masuk, Kapolres Bengkalis AKBP Budi Setiawan membenarkan bahwa jajarannya telah mengamankan satu orang terduga panitia pelaksana untuk dimintai keterangan.
“Benar, kita amankan seorang yang diduga panitia untuk dimintai keterangan. Saat ini masih dalam tahap penyelidikan,” ujar AKBP Budi Setiawan saat dikonfirmasi.
Penyidik Polres Bengkalis kini tengah menelusuri kemungkinan adanya unsur penipuan dan penggelapan dana dalam penyelenggaraan ajang tersebut. Polisi juga mengimbau masyarakat agar selalu memastikan keabsahan kegiatan sebelum mengikuti atau menyerahkan sejumlah uang kepada pihak tertentu.***(dik)