Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Ahad, 19 Januari 2020 17:14
Cegah Karla, Polsek Bengkalis Lakukan Patroli ke Lahan-lahan Warga

Ahad, 19 Januari 2020 16:38
Tanpa Tersangka, Polres Inhu Dinginkan Lima Hektar Karhutla di Sekp Hilir

Sabtu, 18 Januari 2020 21:33
Dua Atlet Layar Bengkalis Ikuti Kejuaraan Internasional di Batam

Sabtu, 18 Januari 2020 20:41
The New Era of Gold,
Waktunya Beli Emas untuk Mereka yang Merencanakan Masa Depan


Sabtu, 18 Januari 2020 19:35
HUT ke-47, PDIP Bengkalis Gelar Istighosah Bersama

Sabtu, 18 Januari 2020 17:31
Puluhan Hektar Lahan Gambut di Rupat, Bengkalis Kembali Terbakar

Sabtu, 18 Januari 2020 17:01
Longsor, Pemukiman Warga Kampung Baru Timur, Kuansing Terancam Runtuh

Sabtu, 18 Januari 2020 16:25
Wagubri Harap IDI Riau dan Pekanbaru Tingkatkan Ilmu dan Pelayanan Masyarakat

Sabtu, 18 Januari 2020 15:10
Kado HUT ke-39, Bupati Rohul Janji Pemkab Bangun Jalan Poros Desa Pasir Jaya

Sabtu, 18 Januari 2020 14:57
Ketua DPC Askonas Rohul‎ Berharap Kegiatan Pembangunan Perhatikan Aspek Lingkungan

 

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 29 April 2013 19:31
Pertamina Siapkan 10 SPBU untuk Solar Nonsubsidi di Riau

Pertamina menyiapkan 10 SPBU untuk menjual BBM nonsubsidi. Solusi ini diharap mengatasi penyimpangan BBM untuk industri.

Riauterkini-PEKANBARU-Kepala Cabang Pertamina Wilayah Riau dan Sumatera Barat Freddy Anwar Senin (29/4/13) menyebutkan bahwa pelaksanaan peraturan menteri ESDM nomor 1 tahun 2013 tidak berjalan seperti yang diharapkan. Masih banyak kendaraan industri pertambangan, kehutanan dan perkebunan yang mengkonsumsi BBM bersubsidi. Dampaknya adalah, kuota BBM bersubsidi membengkak.

Untuk mengantisipasinya, tambah Freddy, Pertamina sudah menyiapkan 10 dari 129 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Riau untuk juga melayani kendaraan yang 'wajib' mengkonsumsi BBM non subsidi. Tentunya agar kendaraan-kendaraan industri tersebut tidak lagi 'memberatkan' kuota BBM bersubsidi.

"Selain kendaraan industri yang ikut-ikutan menggunakan BBM bersubsidi, panic buying juga terjadi di kalangan masyarakat akibat rencana kenaikan harga BBM. Hal itu membuat konsumen BBM bersubsidi membeli lebih dari kebutuhannya. Sehingga permintaan meningkat," terangnya.

Ia berharap, warga jangan kuatir dan tidak melakukan pembelian BBM bersubsidi secara berlebihan. Karena kenaikan harga BBM diperuntukkan bagi kendaraan yang menurutnya memang tidak berhak mendapatkan subsidi. Seperti pemilik mobil pribadi maupun kendaraan industri.***(H-we)

Loading...


Berita lainnya..........
- The New Era of Gold,
Waktunya Beli Emas untuk Mereka yang Merencanakan Masa Depan

- Tiket Mulai Dijual, Konser Koplopolitan Didi Kempot Targetkan 3000 Penonton
- Mulai 1 Februari 2020, Bayar Parkir di SSK II Non Tunai
- Tak Bawa Surat Kuasa, Majelis KI Riau Tolak Lima Termohon Sidang Sengketa Informasi
- Mudahkan Pasien Jantung di Riau, IJN Buka Kantor Perwakilan
- Harga Bawang Merah dan Putih di Pekanbaru Bertahan Mahal
- 2019, RFB Bukukan 1,5 Juta Lot
- Kenalkan Irfan Maulana, Kades di Kuansing yang Sukses Bertani Sayur dan Buah
- Bupati Kuansing Ikut Panen Bawah Merah di Benai Kecil
- Dirut BRK Kosong, OJK Segera Fit and Proper 9 Calon
- Pertamina Sesuaikan Harga, Harga Pertamax Series dan Dex Series Turun
- Seminar di Masjid An-Nur, Yusuf Siregar Siap Uangkap Kiat Budidaya Anggur di Riau
- Selama 2019, Inflasi Riau 2,3 Persen
- Lifting Minyak Mentah Area Sumbagut Diperkirakan Lampaui Target
- Jelang Pergantian Tahun, Harga Barang Naik
- Sistem Lelang Getah Pemkab Kuansing Sukses Dongkrak Harga Karet
- Kadin Riau - BUMN Se-Riau Bahas MoU Kemen BUMN-Kadin Indonesia
- APKASINDO Optimis Peningkatan Target PSR Menjadi 500 Ribu Ha
- Kasus Fidusia di Riau, Debetur Menang dari Leasing
- BI Gelar Pertemuan Tahunan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com