Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Rabu, 5 Agustus 2020 18:01
Bertambah 29, Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Hari Ini Terbanyak dari Siak

Rabu, 5 Agustus 2020 15:29
Warga Rohul Tewas Tenggelam di Sungai Kampar Dekat PLTA Koto Panjang

Rabu, 5 Agustus 2020 15:25
Antisipasi Covid-19 Danrem 031/WB Ingatkan Prajurit Kodim 0302 Inhu Tetap Berolahraga

Rabu, 5 Agustus 2020 14:08
Batasi Pertemuan dengan Siswa, SMP Taruna Andalan Pelalawan Belajar Sistem Daring

Rabu, 5 Agustus 2020 14:04
Resmikan SMPN 6 Kuantan Mudik, Bupati Kuansing Harap Lahirkan SDM Unggul

Rabu, 5 Agustus 2020 13:58
Gasak Ratusan Juta Milik Nasabah,
Komplotan Maling Ganjal Tusuk Gigi di Mesin ATM Diringkus Polres Bengkalis


Rabu, 5 Agustus 2020 13:38
Mankir, Polda Jadwal Ulang Pemeriksaan Mantan Anggota DPRD Bengkalis

Rabu, 5 Agustus 2020 13:36
Didukung Perusahaan, Karhutla Riau Alami Penurunan Signifikan

Rabu, 5 Agustus 2020 12:14
Polres Bengkalis Musnahkan Sabu 13,6 Kg

Rabu, 5 Agustus 2020 11:39
Bertahun Beroperasi, PT SIPP di Duri Belum Miliki Sejumlah IzinĀ 

 

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 28 Pebruari 2013 15:42
Riau Kekurangan 39 Pabrik Kelapa Sawit

Saat ini, luas kebun sawit di Riau mencapai angka 2,258 juta hektar. Dengan luasan tersebut, jumlah produksinya mencapai angka. Jumlah tersebut tidak bisa dicover oleh PKS yang ada.

Riauterkini-PEKANBARU- Santobri, Ketua Kompartemen Lingkungan Hidup Gapki Riau Kamis (28/2/13) mengatakan bahwa saat ini, jumlah kebun sawit di Riau mencapai 2,258 juta hektar.

Dari luasan jumlah kebun sawit di Riau tersebut, jumlah produksi dengan akumulasi sebesar 20 ton perhektar pertahun, jumlah produksi sawit di Riau pertahunnya mencapai 41 juta ton.

"Dengan luasan kebun sawit di Riau yang mencapai 2,258 juta hektar dan produksi sawit hingga 41 juta ton tersebut hanya ditangani 160 Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Jumlah kebun sawit tersebut masih kurang 39 PKS lagi ," terangnya.

Dengan kondisi seperti itu, tambahnya sangat mempengaruhi harga yang cenderung rendah. Bukan hanya itu, sebaran PKS di Riau tidak merata. Kondisi tersebut menurutnya mempengaruhi harga sawit. Bahkan pengaruh harga sawit juga dipengaruhi penjualan TBS melalui tangan ketiga (pengumpul buah).

"Harga Sawit di tingkat perusahaan seperti yang dirapatkan di dinas Perkebunan. Namun untuk tingkat petani, harga juga dipengaruhi oleh pengumpul buah," terangnya.***(H-we)

Loading...


Berita lainnya..........
- Pekan Ini, Harga TBS Sawit Riau Naik
- Petani Pangkalan Batang Barat Bengkalis Budidayakan Kaliandra Merah
- BSM-Nasabah Berbagi Untuk Negeri
- Pekan Ini, TBS Sawit Riau Naik
- Sebagian dari 283 Calon Naker Dibekali Pelatihan Pemkab Kuansing Telah Bekerja
- Sumber Ketahanan Pangan, BRG Bersama Pokmas Panen Raya Ubi Kayu
- Dinas Kopdagrin Kuansing, Gelar Pasar Murah
- Desa Mandiri Pangan dan Energi, Aspekari Budidaya Kaliandra Merah di Teluk Paman, Kampar
- BNI-Kejaksaan se-Indonesia Teken Kerjasama
- Sosialisasikan YTWU, UAS Semangati Konversi BRK ke Syariah
- Naik Daya Rp170 Ribu, Pelanggan PLN di Pelalawan Diajak Manfaatkan Promo Gebyar Kemerdekaan
- PEN, Perbankan Beri Restrukturisasi Kredit
- Pekan Ini, Harga TBS Sawit di Riau Naik
- Hasil Fit and Proper Diserahkan OJK, Penentuan Dirut dan Komut BRK di Tangan Pemilik Saham
- SP-KMPT Dumai Tolak Wacana Pertamina untuk IPO
- HUT RI 2020, PLN UIWRKR Beri Diskon Tambah Daya
- Penetrasi Pasar di Masa Pandemi, AQUA Japan Hadirkan Produk Inovatif
- Sekda Inhil Hadiri Rakor Pengendalian Inflasi Kota Tembilahan Bersama BI
- Setahun Berdiri BLK Mandiri Seberida, Inhu Hasilkan Puluhan Tenaga Terampil
- 1123 Paket Pasar Murah Disdagperin Bengkalis Mulai Didistribusikan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com