Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Selasa, 19 Oktober 2021 11:44
10 Bulan, PN Bengkalis Tangani 719 Perkara Pidana

Selasa, 19 Oktober 2021 10:22
Pemprov Riau Lakukan Penilaian Kecamatan Berkinerja Baik

Selasa, 19 Oktober 2021 10:17
Target 2024, Listrik Pulau Bengkalis Terkoneksi dengan Jaringan Bawah Laut dari Sumatera

Selasa, 19 Oktober 2021 09:58
Hasil Dinekrosi, Harimau Terjerat di Bengkalis Mati Kelaparan

Selasa, 19 Oktober 2021 09:52
Berita dan Video,
Tim KPK Geledah Kantor dan Rumah Bupati Kuansing


Selasa, 19 Oktober 2021 09:29
KPK Membenarkan Bupati Kuansing Kena OTT

Selasa, 19 Oktober 2021 07:18
Kabarnya, Bupati Kuansing Terjaring OTT KPK

Senin, 18 Oktober 2021 23:29
Raungan Sirine Iringi Pembukaan MTQ XLVI Kecamatan Mandau

Senin, 18 Oktober 2021 22:45
Selain Bupati Walikota, Gubri Buat Surat Untuk BPN dan Polres

Senin, 18 Oktober 2021 22:39
Belasan Santri Tiga Pesantren Jalani Vaksinasi Massal

 

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 25 September 2021 17:26
Progres SPALD-T di Pekanbaru Sudah 90 Persen

Pembangunan jaringan SPALD-T atau IPAL di Pekanbaru bertujuan untuk penanganan air limbah domestik. Progres nya sudah 90 persen.

Riauterkini-PEKANBARU-Aktivitas masyarakat di perkotaan menimbulkan air limbah yang perlu diolah terlebih dahulu sebelum disalurkan ke sungai/badan air agar tidak mencemari lingkungan dengan memenuhi baku mutu air limbah domestik yang diatur melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No 68 Tahun 2016. Terkait hal itu dilakukanlah pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Kota Pekanbaru bertujuan untuk penanganan air limbah domestik akibat dari padatnya penduduk dan aktivitas perekonomian sehingga kualitas lingkungan dapat terjaga sebagai warisan untuk.generasi masa depan anak cucu kita.

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Permukiman Provinsi Riau, Yenni Mulyadi didampingi PPK Sanitasi, Taufik Hidayat dan Ketua Tim Direksi Teknis, Rifky Ichsan, Sabtu (25/9/21) mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan program dari Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya dan Direktorat Pengembangan Sistem PLP Provinsi Riau Direktorat Jendral Cipta Karya melalui Program Metropolitan Sanitation Management Investment Project (MSMIP) Kota Pekanbaru, atau dengan kata lain Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik Terpadu (SPALD-T). 

Pekerjaan ini merupakan sistem pengolahan air limbah domestik, dari rumah-rumah warga secara kolektif (jaringan perpipaan), ke sub sistem pengolahan terpusat (IPAL), untuk diolah sebelum dibuang ke badan air permukaan (sungai). 

Fokus utama program pembangunan ini, mendukung program pemerintah Kota Pekanbaru, dalam rangka mengurangi pencemaran air tanah dari limbah domestik, yang semakin mengkhawatirkan. Ini seiring dengan bertambahnya pemukiman penduduk di Kota Pekanbaru.

"Manfaat jangka panjangnya penggalian ini, akan terpenuhinya ketersedian sanitasi yang bersih, dan tersedianya sumber air tanah yang layak konsumsi, yang pada akhirnya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat," terangnya.  

Progres Pekerjaan Sudah Lebih 90 Persen

Menurut Yenni, pembangunan jaringan IPAL di Pekanbaru terbagi 4 bagian. Pertama adalah SC-1, pengerjaan sudah 90,54 persen. Target selesai pekerjaan akhir 2021. Kedua adalah SC-2. Progres pekerjaan sudah 83,46 persen.

"Untuk paket ketiga pembangunan jaringan IPAL adalah NC. Progres pengerjaan baru 18,83 persen. Dan keempat adalah B1 yang progres pengerjaan nya baru 13,37 persen," terangnya.

Masih menurut Yenni, pembangunan perpipaan Air Limbah Kota Pekanbaru Area Selatan (SC-1) meliputi pengadaan dan pemasangan pipa air limbah PVC Diameter 150 mm, 200 mm, 250 mm, 300 mm, dan 400 mm, total sepanjang ±18.222 m, berikut aksesorisnya. Kemudian pengadaan dan pemasangan pipa air limbah RCP Diameter 450 mm dan 600 mm, total sepanjang ±1.465 m, berikut aksesorisnya. Pengadaan dan Pemasangan Manhole Pemeliharaan, pengadaan dan Pemasangan 1.000 unit Sambungan Rumah dan pembongkaran dan Perbaikan kembali jalan aspal.

"Pembangunan Perpipaan Air Limbah Kota Pekanbaru Area Selatan (SC-2), meliputi pengadaan dan pemasangan pipa air limbah PVC Diameter 150 mm, 200 mm, 250 mm, dan 400 mm, total sepanjang ±16.584 m, berikut aksesorisnya. Pengadaan dan Pemasangan pipa air limbah RCP Diameter 600 mm dan 800 mm, total sepanjang ±753 m, berikut aksesorisnya. Pengadaan dan Pemasangan Manhole Pemeliharaan. Pembongkaran dan Perbaikan kembali jalan aspal," terangnya.

Selanjutnya, tambah Yenni, pembangunan Pekanbaru Sewerage and Transfer System Package NC (AIF) meliputi pengadaan dan pemasangan pipa air limbah PVC Diameter 150 mm, 200 mm, 250 mm, 300 mm,  dan 400 mm, total sepanjang ±9.516 m, berikut aksesorisnya. Pengadaan dan Pemasangan pipa air limbah RCP Diameter 450 mm, 600 mm, 800 mm, dan 1.000 mm total sepanjang ±5.633 m, berikut aksesorisnya. Pengadaan dan Pemasangan Manhole Pemeliharaan. Pembangunan Stasiun Pompa, termasuk pekerjaan Mekanikal dan Elektrikal 5. Pembongkaran dan Perbaikan kembali jalan aspal.

"Terakhir, untuk Pekanbaru Waste Water Treatment Plant (WWTP) Package B1 (OCR) meliputi, Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Bangunan Pendukung. Teknologi Pengolahan Fixed Bed Biofilm Activated Sludge (FBAS) dan beberapa alternatifnya. Kapasitas Pengolahan 8,1 MLD ≈ 8.100 m3/hari. Format Konstruksi : Design and Build, total rencana panjang pipa yang akan dibangun : ±52 km," terangnya.

Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik Terpadu (SPALD-T)

Menurut Yenni, pembangunan jaringan IPAL atau Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik Terpadu (SPALD-T) ini merupakan program dari Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya dan Direktorat Pengembangan Sistem PLP Provinsi Riau Direktorat Jendral Cipta Karya melalui Program Metropolitan Sanitation Management Investment Project (MSMIP) Kota Pekanbaru.

Pekerjaan ini, menurut Yenni merupakan sistem pengolahan air limbah domestik, dari rumah-rumah warga secara kolektif (jaringan perpipaan), ke sub sistem pengolahan terpusat (IPAL), untuk diolah sebelum dibuang ke badan air permukaan (sungai). 

Fokus utama program pembangunan ini, mendukung program pemerintah Kota Pekanbaru, dalam rangka mengurangi pencemaran air tanah dari limbah domestik, yang semakin mengkhawatirkan. Ini seiring dengan bertambahnya pemukiman penduduk di Kota Pekanbaru. Manfaat jangka panjangnya penggalian ini, akan terpenuhinya ketersedian sanitasi yang bersih, dan tersedianya sumber air tanah yang layak konsumsi, yang pada akhirnya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. 

"Proses Pembangunan Jaringan Perpipaan Air Limbah di Kota Pekanbaru, kini sudah dikerjakan di beberapa ruas jalan, khususnya di Kecamatan Sukajadi. Pekerjaan dilakukan dengan pemasangan pipa di bawah tanah pada kedalaman 3–9 meter, sehingga diperlukan penggalian tanah pada ruas jalan. Di lokasi pekerjaan pada pagar pengaman dipasang lampu penerangan, untuk memberikan tanda kepada pengendara lalu lintas di malam hari lokasi pekerjaan IPAL Pekanbaru. 

Akhir akhir ini curah hujan tinggi.  Hal ini merupakan tantangan tersendiri pihak kontraktor. Di samping tetap bekerja, harus tetap berupaya akses masyarakat tidak terganggu, dengan adanya longsor tanah hasil galian yang belum diaspal ataupun jika ada genangan air. Begitu juga pada saat cuaca terik, potensi debu yang banyak, dilakukan penyiraman secara periodik . 

"Ini merupakan bentuk upaya tanggung jawab kontraktor, untuk meminimalkan terganggunya kenyamanan masyarakat sekitar lokasi pekerjaan," tuturnya. 

Pandemi, Rileksasi Anggaran dan Penambahan Waktu Pengerjaan

Ada beberapa kendala dalam pelaksanaan pekerjaan. Pengaruh yang paling nyata, dampak dari pandemi covid -19 yang hingga kini masih mewabah di Indonesia. Hal itu membuat beberapa pekerjaan harus mengalami keterlambatan dari target yang direncanakan.

"Pelaksanaan kegiatan yang bersumber dari dana APBN ini, harus mengalami rileksasi, rekomposisi/perubahan anggaran. Awalnya pekerjaan ini dianggarkan hingga Desember Tahun 2020, namun kini dialihkan juga hingga anggaran tahun 2021. Kebijakan tersebut tentunya membuat waktu pelaksanaan proyek IPAL Pekanbaru pun, mengalami perpanjangan waktu, hingga Desember 2021. Ini menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran yang diterima oleh kegiatan," terangnya. 

Ia berharap masyarakat mendukung pekerjaan ini. Karena manfaatnya ke depan untuk masyarakat. Diharapkan juga masyarakat, dapat bersabar hingga penyelesaian proyek ini agar dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan yang diharapkan. *(H-we)

Loading...


Berita lainnya..........
- Program CSR, Bank Riau Kepri Bangun Surau Selensen Point
- Holding Perkebunan Perkuat Green Energy dan Dukung Dekarbonisasi
- Perkuat Bisnis dan Transfer Knowledge Perbankan Syariah, Bank Riau Kepri Lakukan MoU dengan BSI
- Tingkatkan PAD Dishub Kuansing Bakal Maksimalkan Layanan KIR dan Terminal
- PT SPR Kerjasama PT SAI Perdagangan Komoditi Antar Daerah
- Bank Riau Kepri Dinilai Miliki Kinerja yang Bagus Versi BPKH
- CMSE 2021, Peningkatan Investasi Pasar Modal Dorong Kebangkitan Ekonomi Nasional
- Pinjol Illegal, OJK Riau Ingatkan Masyarakat Riau Agar Waspada
- Peningkatan Komsumsi Diaebut Pertamina Picu BBM Langka di Pekanbaru
- Bank Riau Kepri Sosialisasikan Fitur QRIS ke OPD di Pemerintah Kota Batam
- Sukses Sejahterakan Petani, Dirut Holding Perkebunan Ingin Nasionalisasikan Pola PTPN V
- Gerak Cepat, PHR WK Rokan Lampaui Target Sumur Pengeboran
- Dikeluhkan, Nasabah KK BNI Duri Hanya Dilayani Seorang CS
- Hari Ozon Internasional 2021, KTH Bukik Ijau Kuansing Terima Penghargaan
- Bupati Kuansing Puji Ketekunan Petani Padi Gunung Kesiangan
- Selama Oktober 2021, OJK Gelar Bulan Inklusi Keuangan
- September 2021, Riau Alami Inflasi 0,19 persen
- Tingkatkan Keandalan Operasi Hulu Migas, Pertamina Perluas Digitalisasi di Sumatera
- Petani di Kuansing, Sukses Budidayakan  Pepaya, Sepekan Bisa Hasilkan 2 Ton
- Petani Tebing Tinggi Simandolak Swasembada Pangan 


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com