Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Rabu, 22 September 2021 20:21
Pelaku Pencuri Kabel di RSUD Puri Husada Tembilahan Berhasil Diringkus Polisi

Rabu, 22 September 2021 16:49
Pemprov Silahkan Kejari Kuansing Periksa Kadis ESDM Riau

Rabu, 22 September 2021 16:44
Bupati Pelalawan Harapkan HIPMI Jadi Leader Penggerak Ekonomi Pelalawan

Rabu, 22 September 2021 16:38
Bentrok Eks Karyawan PT Padasa, Ini Penjelasan Polres Kampar

Rabu, 22 September 2021 16:34
Dipimpin Ginda, Paripurna DPRD Pekanbaru Berjalan Lancar

Rabu, 22 September 2021 16:32
Dibuka Camat Mandau, MTQ Air Jamban Ke - 2, Berlangsung Meriah

Rabu, 22 September 2021 16:27
Evakuasi Anak-Anak Ditengah Konflik, Begini Penjelasan TNI AU

Rabu, 22 September 2021 15:08
Terapkan Prokes dengan Ketat, Pelatihan Public Speaking IMM PK Hisyam Berlangsung Sukses

Rabu, 22 September 2021 13:36
Tim Yustisi Covid-19 Inhil SIdang di Tempat 3 Pelanggar Prokes

Rabu, 22 September 2021 13:31
Disupport Mabes Polri dan Polda Riau, UMRI Kembali Gelar Vaksinasi untuk 4.000 Peserta

 

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 22 Juli 2021 19:40
BI 7-Day Reverse Repo Rate Tetap 3,50%

Rapat Dewan Gubernur BI memutuskan BI7DRR sebesar 3,50 persen. Untuk suku bunga Deposit Facility sebesar 2,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,25%.

Riauterkini-PEKANBARU- Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 21-22 Juli 2021 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,50%, suku bunga Deposit Facility sebesar 2,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,25%.

Demikian diungkapkan Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono Kamis (22/7/21). Menurutnya, keputusan ini sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan karena ketidakpastian pasar keuangan global, di tengah prakiraan inflasi yang rendah dan upaya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dari Covid-19.

Selain itu, tambahnya, Bank Indonesia juga terus mengoptimalkan seluruh bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan serta mendukung upaya perbaikan ekonomi lebih lanjut melalui berbagai langkah.

"Langkah pertama adalah, melanjutkan kebijakan nilai tukar Rupiah untuk menjaga stabilitas nilai tukar yang sejalan dengan fundamental dan mekanisme pasar. Langkah kedua adalah melanjutkan penguatan strategi operasi moneter untuk memperkuat efektivitas stance kebijakan moneter akomodatif," terang Erwin..

Langkah ketiga adalah mendorong intermediasi melalui penguatan kebijakan transparansi suku bunga dasar kredit (SBDK) dengan penekanan pada perkembangan premi risiko dan dampaknya pada penetapan suku bunga kredit baru di berbagai segmen kredit. Selanjutnya langkah keempat adalah memperkuat ekosistem penyelenggaraan sistem pembayaran melalui implementasi PBI PJP/PIP untuk simplifikasi dan efisiensi perizinan/persetujuan serta mendorong inovasi layanan sistem pembayaran.

Selanjutnya, tambah Erwin, langkah kelima adalah mempercepat dukungan sistem pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman, dan handal, untuk penyaluran bantuan sosial (bansos) Pemerintah dan mendukung efisiensi transaksi secara online. Langkah keenam adalah mendukung ekspor melalui perpanjangan batas waktu pengajuan pembebasan Sanksi Penangguhan Ekspor (SPE), dari semula berakhir 29 November 2020 menjadi sampai dengan 31 Desember 2022, untuk memanfaatkan momentum peningkatan permintaan negara mitra dagang dan kenaikan harga komoditas dunia.

"Langkah terakhir adalah memfasilitasi penyelenggaraan promosi perdagangan dan investasi serta melanjutkan sosialisasi penggunaan Local Currency Settlement (LCS) bekerja sama dengan instansi terkait. Pada Juli dan Agustus 2021 akan diselenggarakan promosi investasi dan perdagangan di Jepang, Amerika Serikat, Swedia, dan Singapura," terangnya.

Terkait dengan itu semua, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk implementasi lebih lanjut paket kebijakan terpadu KSSK dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan dan meningkatkan kredit/pembiayaan kepada dunia usaha pada sektor-sektor prioritas, termasuk UMKM.

Bank Indonesia juga meningkatkan koordinasi kebijakan dengan Pemerintah dan instansi terkait untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, termasuk koordinasi kebijakan moneter fiskal, kebijakan untuk mendorong ekspor, serta inklusi ekonomi dan keuangan.*(H-we)

Loading...


Berita lainnya..........
- PTPN V Raup Rp168,8 Miliar dari Sertifikasi ISCC dan RSPO
- Carikan Solusi Pendanaan Saat Pendemi, Diskop Usulkan ke LPDB Bantuan untuk UMKM
- PT SPR - PT PP Tirta Riau Bangun Sistem Penyediaan Air Minum
- Tiga Inovator Bisnis Raih Penghargaan di Econovation 2021
- Kemendag- BAPPEBTI- KBI Gelar Publik Hearing
- Aktivis Lingkungan Minta Inpres No.8 tahun 2018 Diperpanjang
- Punya Komitmen yang Sama, Bank Riau Kepri Jadi Mitra dalam Program Subsidi Bunga Pinjaman Modal Usaha dari Pemrov Kepri
- Bupati Natuna Tandatangani MoU dengan Bank Riau Kepri
- Terungkap Saat Hearing Komisi III DPRD Rohul,
Sekitar 500 Pekerja PT. SJI Nusa Coy Belum Didaftarkan sebagai Peserta Jamsostek

- TPID Kota Pekanbaru dan Kota Dumai Raih Trofi dan Sertifikat TPID Award 2021
- Januari-Agustus 2021, Ekspor Riau Naik 53,20 Persen
- Gelar Program Undian, BNI Siapkan Hadiah Kendaraan Ramah Lingkungan
- Plt Bupati Bintan Apresiasi Prestasi Bank Riau Kepri dan Jalin Kerjasama terkait Jasa Layanan Perbankan
- Wako Tanjungpinang Tandatangani MoU dengan Bank Riau Kepri Terkait Jasa Layanan Perbankan
- LandX Kenalkan Model Patungan Bisnis Lewat Aplikasi Kepada Anak Muda di ISCFF 2021 Riau
- UUS Bank Riau Kepri Raih Skor Tertinggi dalam Rating Institusi Keuangan Syariah 2021
- Bupati Terbitkan Perbup, Pekan ini ASN Mulai Pakai Batik Kuansing
- PHR Berkomitmen Zero LTI pada Pengelolaan Blok Rokan
- Gubri Syamsuar Terima Penghargaan Top Pembina BUMD 2021
- Bank Riau Kepri Raih 4 Award Top BUMD 2021


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com