Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 30 Juli 2021 22:17
Tujuh Hektar Lahan Gambut di Bengkalis Terbakar

Jum’at, 30 Juli 2021 20:48
Perempuan Ditemukan Mengapung Teryata Warga Gatot Soebroto Bengkalis

Jum’at, 30 Juli 2021 18:18
Kesal Istri Diganggu Korban, Seorang Pemuda Mandah Nekat Membunuh

Jum’at, 30 Juli 2021 17:41
DPRD Kuansing Setujui LKPJ Bupati 2020

Jum’at, 30 Juli 2021 17:32
TNI AL Suntikan Vaksin Kedua Demi Tingkatkan Imunitas Masyarakat di Dumai

Jum’at, 30 Juli 2021 17:21
AMSI Luncurkan Riset Lanskap Media Digital Indonesia

Jum’at, 30 Juli 2021 17:14
Jelang Alih Kelola, PT CPI Bor Sumur ke 100 di WK Rokan

Jum’at, 30 Juli 2021 16:57
Terjerat, BBKSDA Riau Evakuasi Beruang di Mandah

Jum’at, 30 Juli 2021 16:53
Tiga Titik Karla Gambut di Bengkalis Padam

Jum’at, 30 Juli 2021 16:21
Perempuan Mengapung di Pantai Pasir Andam Dewi Bengkalis Meninggal Dunia

 

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 3 Juni 2021 18:58
Minyak Goreng Picu Inflasi di Riau

Kenaikan harga minyak goreng dan emas memicu teejadinya inflasi di Riau. Sementara, cabe merah justru punya andil penurunan harga.

Riauterkini-PEKANBARU — Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Riau, Misfaruddin Kamis (3/6/21) menyatakan pada Mei 2021, terjadi kenaikan harga beberapa komoditas. Kenaikan harga tersebut memicu terjadinya inflasi di Riau.

Beberapa komoditas tersebut antara lain emas perhiasan, minyak goreng, bayam, kentang, ikan serai, tomat, daging ayam ras, telur ayam ras, wortel, jengkol, bawang merah.

 "Sementara komoditas yang memberikan andil penurunan harga, antara lain: cabai merah, cabai rawit, daging sapi, batu bata, cabai hijau, petai, dan lainnya," terangnya.

Dia menjelaskan inflasi di wilayah Riau terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya tujuh indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,91 persen, diikuti kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,32 persen. Kemudian kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,23 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,21 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,12 persen, kelompok transportasi sebesar 0,10 persen dan kelompok kesehatan sebesar 0,05 persen.

Sementara itu di sisi lain tiga kelompok mengalami deflasi yaitu, kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar -0,11 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar -0,09 persen dan kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar -0,04 persen. Sedangkan satu kelompok lainnya yaitu kelompok pendidikan relatif stabil dibanding bulan sebelumnya.

Pekanbaru Alami Deflasi 0,04 Persen

Dari 3 kota IHK di Provinsi Riau, tambahnya, dua kota mengalami inflasi dan satu kota mengalami deflasi. Kota yang mengalami inflasi yaitu, Kota Dumai sebesar 0,65 persen dan Kota Tembilahan sebesar 0,01 persen. Sedangkan Kota Pekanbaru mengalami deflasi sebesar -0,04 persen.

Sedangkan dari 24 kota di Sumatera yang menghitung IHK, dua puluh kota mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Meulaboh sebesar 0,79 persen, diikuti oleh Kota Dumai sebesar 0,65 persen dan Kota Metro sebesar 0,64 persen. Sementara itu deflasi terjadi di empat kota, dengan deflasi tertinggi yaitu di Kota Sibolga sebesar -0,30 persen, diikuti Kota Gunungsitoli sebesar -0,29 persen dan Kota Pekanbaru sebesar -0,04 persen.

Inflasi di Riau pada Mei lalu sebesar 0,08 persen dan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,63. Dengan besaran inflasi Mei tersebut, angka inflasi Tahun Kalender periode Januari - Mei 2021 menjadi sebesar 0,45 persen dan Inflasi Year on Year periode Mei 2020 - Mei 2021 menjadi sebesar 1,82 persen. *(H-we)

Loading...


Berita lainnya..........
- Jelang Alih Kelola, PT CPI Bor Sumur ke 100 di WK Rokan
- Sampai Akhir Juli, Penyaluran KUR di Riau Rp3.485 Triliun
- Pekan Ini Harga TBS Sawit di Riau Naik
- Bank Riau Kepri dan Prmkab Siak Teken Kesepahaman Jasa Perbankan
- 14 KCP Bank di Riau Diajukan Ditutup
- Pertahankan Produktivitas, PTPN V Perkuat Pencegahan Penularan Covid-19
- BI 7-Day Reverse Repo Rate Tetap 3,50%
- Pasca Idul Adha, Harga Daging di Pekanbaru Turun
- Bisnis Rifan Financindo Pekanbaru Targetkan Transaksi 100.000 Lot
- Sosialisasi UUCK dan Turunannya, APH Sepakat Tanpa Sanksi Pidana
- Untuk Masyarakat, Bank Riau Kepri Serahkan CSR kepada Pemkab Inhu
- BEM se-Riau Puji BRK sebagai BUMD Paling Produktif
- Tiga Inovasi PTPN V Juarai Planters Innovation Summit 2021
- Kembali Naik, Harga TBS Rp 2.426 Perkilogram
- Bank Riau Kepri Raih 3 Penghargaan Pada Ajang Banking Service Excellence Awards 2021
- BPJS Ketenagakerjaan Borong 4 Penghargaan Human Capital on Resilience Excellence Award 2021
- Semester 1 2021, Volume Transaksi JFX Lebih 4 Juta Lot
- Bank Riau Kepri dan Pemkab Bengkalis MoU Layanan Jasa Perbankan.
- Hari Pelanggan Nasional, BPJAMSOSTEK Taja Lomba Video Pendek Jaminan Perlindunganku
- Bupati Apresiasi SPSI Niba Kuansing, Karena Miliki Program Kesejateraan Buruh


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com