Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Selasa, 7 April 2020 21:18
Lima Pelaku Illegal Taping Antar Provinsi Diringkus Polda Riau

Selasa, 7 April 2020 21:14
Terbukti Korupsi Dana Desa, Mantan Kades di Kampar Divonis 5 Tahun Penjara

Selasa, 7 April 2020 20:55
Hasil Swab Tujuh PDP Covid-19 Meninggal Belum Keluar

Selasa, 7 April 2020 19:11
KPU Riau Gelar Pleno Jumlah Pemilih

Selasa, 7 April 2020 18:43
Kaji Pembatasan Sosial Berskala Besar, Pos Pemantauan di Perbatasan Jambi, Sumut dan Kiliranjou Sedang Disiapkan

Selasa, 7 April 2020 18:01
Angka ODP di Inhu Menurun

Selasa, 7 April 2020 17:52
99 Persen Pengerjaan, Tol Pekdum V Lakukan Pemasangan Erection Girder Akhir

Selasa, 7 April 2020 16:24
Bawaslu Bengkalis Buka Sekolah Pengawasan Partisipatif Online Pilkada

Selasa, 7 April 2020 16:03
Gubri Serahkan Rapid Test dan APD untuk Tim Medis Tangani Pasien Covid-19

Selasa, 7 April 2020 15:22
Dampak Corona, Ribuan Pelaku UKM dan UMKM di Bengkalis Merugi

 

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 16 Maret 2020 12:58
Puluhan UMKM dan Exportir Ikan Ikuti HACCP BI Kpw Riau

BI Kpw Riau menggelar pelatihan HACCP. Puluhan pelaku usaha UMKM dan Exportir ikan Riau mengikuti pelatihan itu.

Riauterkini-PEKANBARU-Bank Indonesia bersama Kementrian Perikanan RI dan Pemprov Riau menggelar pelatihan Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), Senin (16/3/20). Yaitu pelatihan bagi pelaku usaha untuk memiliki sertifikat mutu yang menjadi legalitas dan prasyarat bagi eksportir l. Khusus saat ini adalah pelaku usaha dan UMKM unit pengolahan ikan.

Negara importir mensyaratkan bagi eksportir untuk memiliki sertifikat HACCP di legalitas productnya.

Deputy Bank Indonesia Kpw Riau, Teguh Setiadi mengatakan bahwa Riau memiliki potensi penghasil ikan. Sektor perikanan masuk di bidang pertanian. Kontribusinya sebesar 24 persen dari total ekspor Riau. Nilainya sebanyak Rp 50 milyar rupiah di tahun 2019.

Dalam upaya peningkatan ekspor, BI memberikan pelatihan (HACCP) bagi UMKM dan pelaku usaha di sektor perikanan. Teguh berharap ke depan Riau akan mendapatkan PAD dari ekspor ikan.

Teguh mengatakan, PHACCP akan memberikan pencerahan semacam manajemen untuk pengendalian mutu produk. Sehingga hasil produk mereka layak ekspor sesuai dengan syarat dan prosedur berlaku.

"Sebanyak 50 UMKM dan pelaku usaha ekspor ikan di Riau yang mengikuti pelatihan HACCP yang digelar BI bersama Kementrian Perikanan dan Pemprov Riau. Pelatihan akan digelar selama 4 hari (Senin-Kamis). Diharapkan pelatihan ini bisa diterapkan dan ditularkan ke UMKM dan eksportir pelaku usaha lainnya," terang Teguh Setiadi.

Kadiskan Provinsi Riau, Herman Mahfud mengatakan bahwa Pemprov Riau melihat potensi perikanan di Riau memang belum tergarap secara maksimal. Dengan kata lain masih banyak nilai tambah yang bisa didapatkan UMKM jika sektor ini mendapat perhatian khusus dan dikelola dengan baik. Ia minta kepada UMKM agar memperhatikan setiap produk yang mereka produksi agar nilai jual dari sektor ini tidak menurun, dan bahkan naik signifikan.

“Saya menghimbau UMKM ada nilai kejujuran karena bahan yang diolah itu orang tak tau. Ini penting. Misalnya dalam pengolahan kerupuk mungkin ada ikan yang tak segar lagi tapi di olah lalu dijual dan dikonsumsi masyarakat,” ujarnya.

Kepala Pusat Pengendalian Mutu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Widodo Sumiyanto menyebut, bahwa untuk menambahkan nilai hasil produksi dari sektor perikanan memang sudah ada regulasi yang diatur secara internasional. Dengan demikian, setiap produk yang dihasilkan UMKM wajib hukumnya memenuhi standar mutu yang telah ditentukan internasional.

“Kami berani menjamin untuk mengurus mutu produk UMKM tanpa berbayar. Yang penting syaratnya dulu yang harus lengkap. Kalau sudah selesai kami berani jamin kegiatan ekspor sudah lega," terangnya.*(H-we)

Loading...


Berita lainnya..........
- Covid - 19 Merebak, Harga Gula Pasir di Duri, Bengkalis Meroket
- Pedesaan di Riau Alami Inflasi 0,24 Persen
- Dampak Virus Corona, 6 Hotel di Pekanbaru Tutup Sementara
- 6 Paket Proyek DAK Milik Dinas PUPR Dumai Selamat dari Surat Edaran Menkeu
- Dukung Kebijakan #DiRumahAja, Pertamina Luncurkan Layanan Antar Rumah
- Bapenda Riau Bebaskan Denda Pajak Selama Masa Tanggap Darurat Corona
- Harga TBS Naik, Efek Kejut Malaysia Lockdown
- Pemkab Kuansing Bantah Hoax Penutupan Pasar Modern Telukkuantan
- Keroncongantar.com, Starup Asal Riau Wakili Infonesia ke Turki
- Target Pertumbuhan Ekonomi Riau 3 Persen Meredup
- Puluhan UMKM dan Exportir Ikan Ikuti HACCP BI Kpw Riau
- Hoby Menjahit Bikin Sheila Kini Bangga jadi Bagian APR
- BI Kpw Riau Gelar Puncak Pekan QRIS
- Co-op PT CPI 2020 Ditutup
- BPSK Hanya Dua di Riau, Salah Satunya di Kuansing
- ABUJAPI Riau-BPJS Sosialisasikan PP 82/2019 untuk BUJP se-Riau
- 33 Ribu Bibit Ikan Nila Akan Disemai Bupati di Seluruh Desa Kuansing
- Seko Pekanbaru Optimis Koperasi Syariah Bisa Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
- BI Kpw Riau Gelar Pekan QRIS di Sejumlah Lokasi
- Tenaga Kerja AKAD Merajalela di Pekanbaru, SPSI Minta Disnaker Tegas


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com