Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Kamis, 9 Juli 2020 20:24
Pasca Pencopotan Direksi, Pemprov Panggil Plt Direktur PT PER

Kamis, 9 Juli 2020 20:09
Hindari Tabrakan, Sebuah Mobil Pick Up Terjun Bebas ke Parit

Kamis, 9 Juli 2020 18:06
Polda Riau Sita 15,8 Kilogram Sabu di Pelabuhan Roro Dumai

Kamis, 9 Juli 2020 16:56
Jadi Saksi, Ketua DPRD Riau Diingatkan Hakim Ancaman Pidana Keterangan Palsu

Kamis, 9 Juli 2020 16:53
Ambil Swab Syarat Kerja ke Maluku, Warga Bengkalis Positif Covid-19

Kamis, 9 Juli 2020 16:46
Bupati Kuansing Tetapkan Desa Suka Maju Sebagai Desa Tangguh Covid - 19

Kamis, 9 Juli 2020 16:23
Rumah Tahfiz Darul Ulum Bandar Petalangan Siap Lahirkan Generasi Qur'ani

Kamis, 9 Juli 2020 15:39
Agustus-September Kemarau, BBTP Sudah Siapkan Pesawat TMC di Riau

Kamis, 9 Juli 2020 15:19
Tanam Ribuan Bibit Nanas, Polres Bengkalis Luncurkan Program Jaga Kampung

Kamis, 9 Juli 2020 14:02
DPP PPP Keluarkan SK Usung Zukri- Nasar di Pilkada Pelalawan

 

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 9 Maret 2020 13:11
Tenaga Kerja AKAD Merajalela di Pekanbaru, SPSI Minta Disnaker Tegas

Pekanbaru diserbu tenaga kerja luar daerah. SPSI minta Disnaker tegas membatasi.

Riauterkini - PEKANBARU - Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kecamatan Bukitraya, Nopri sangat mengeluhkan banyaknya perusahaan di Kota Pekanbaru yang mendatangkan tenaga kerja dari luar daerah. Kondisi ini tentu menjadi ancaman yang serius bagi tenaga kerja lokal Kota Pekanbaru.

Bagaimana tidak, pekerjaan yang harusnya menjadi jatah pekerja lokal kini sudah diambil oleh pekerja luar daerah.

"Jika ini dibiarkan tentu angka pengangguran di Pekanbaru akan semakin banyak dan rezeki kami para buruh akan semakin sempit," ungkap Nopri kepada Riauterkini.com, Senin (9/3/2020).

Dijelaskannya, Pemerintah Kota Pekanbaru telah membuat aturan untuk penerimaan tenaga kerja antar kerja antar daerah (AKAD) yang tertuang pada Perda Nomor 4 tahun 2002. Dimana setiap pengusaha mesti dapat persetujuan dari Dinas Ketenagakerjaan terlebih dahulu baru bisa mendatangkan tenaga kerja luar.

"Kenyataannya, banyak pengusaha yang datangkan buruh dari luar daerah tanpa persetujuan dari Disnaker," ujarnya.

Lanjut, Nopri Sebagai ketua SPSI Bukitraya dirinya berharap kepada pemerintah untuk memperhatikan nasib para buruh. Dan ada tindakan nyata dari pemerintah untuk membatasi pekerja luar masuk ke kota Pekanbaru.

Di lain sisi, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Pekanbaru melalui Kabidnya, Abdul Rahim menegaskan bahwa Disnaker sangat memprioritaskan keberadaan tenaga kerja lokal. Namun jika suatu pekerjaan membutuhkan skill dan wajib mendatangkan tenaga kerja luar itu sah sah saja dengan syarat melaporkannya ke Disnaker.

"Kami berharap adanya kerja sama seluruh pihak dalam memantau keberadaan tenaga AKAD di Pekanbaru. Sehingga tindakan tegas bisa langsung kita lakukan untuk melindungi tenaga kerja lokal," singkatnya. (dan)

Loading...


Berita lainnya..........
- Sekda Inhil Hadiri Rakor Pengendalian Inflasi Kota Tembilahan Bersama BI
- Setahun Berdiri BLK Mandiri Seberida, Inhu Hasilkan Puluhan Tenaga Terampil
- 1123 Paket Pasar Murah Disdagperin Bengkalis Mulai Didistribusikan
- PHRI Sebut Okupansi Hotel Mulai Mengeliat di Pekanbaru di Tengah Corona
- HUT BNI Ke 74, Pegawai dan SP BNI Bagikan 146.000 Paket Sembako
- BPDPKS Kucurkan Puluhan Miliar untuk Replanting Kebun Sawit Petani Mitra Asian Agri
- Anggaran Dialihkan Penanggulangan Covid-19, Tahun Ini Pelalawan Expo Ditiadakan
- SKK Migas-PT CPI Gelar WFD
- Sejumlah Titik Anjungan Rusak, Nasabah BNI di Duri Mengular Narik Rupiah
- OJK: Waspada Info Hoak Tarik Dana di Perbankan
- Pertamina Taja Bakul Online, Dukung Jualan UMKM Riau di Era New Normal
- Antisipasi Covid-19, BRI Telukkuantan Laksanakan Protokol Kesehatan
- Juni 2020, Peremajaan Sawit Rakyat di Riau Baru 9 Ribuan Hektar
- SRO Beri Stimulus Stakeholders Pasar Modal
- Pekan Ini Harga TBS Sawit Riau Naik
- PSBB Berakhir, Bisnis Perhotelan di Pekanbari Mulai Menggeliat
- Tinjau Pasar Modern, Bupati Kuansing Ingin Pastikan Pedagang Nyaman
- Bupati Kuansing Panen Bawang Merah di Desa Kompe Barangin
- Tagihan Listrik Naik, PLN Siapkan Skema
- Pasca Idul Fitri, Harga TBS Sawit Riau Naik


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com