Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Selasa, 7 April 2020 21:18
Lima Pelaku Illegal Taping Antar Provinsi Diringkus Polda Riau

Selasa, 7 April 2020 21:14
Terbukti Korupsi Dana Desa, Mantan Kades di Kampar Divonis 5 Tahun Penjara

Selasa, 7 April 2020 20:55
Hasil Swab Tujuh PDP Covid-19 Meninggal Belum Keluar

Selasa, 7 April 2020 19:11
KPU Riau Gelar Pleno Jumlah Pemilih

Selasa, 7 April 2020 18:43
Kaji Pembatasan Sosial Berskala Besar, Pos Pemantauan di Perbatasan Jambi, Sumut dan Kiliranjou Sedang Disiapkan

Selasa, 7 April 2020 18:01
Angka ODP di Inhu Menurun

Selasa, 7 April 2020 17:52
99 Persen Pengerjaan, Tol Pekdum V Lakukan Pemasangan Erection Girder Akhir

Selasa, 7 April 2020 16:24
Bawaslu Bengkalis Buka Sekolah Pengawasan Partisipatif Online Pilkada

Selasa, 7 April 2020 16:03
Gubri Serahkan Rapid Test dan APD untuk Tim Medis Tangani Pasien Covid-19

Selasa, 7 April 2020 15:22
Dampak Corona, Ribuan Pelaku UKM dan UMKM di Bengkalis Merugi

 

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 24 Pebruari 2020 17:06
Penerapan Non Tunai di Riau Dinilai Belum Terintegrasi

BI mulai mengimplementasikan non tunai di Riau. Pengamat menilai, penerapannya belum terintegrasi dengan maksimal.

Riauterkini-PEKANBARU - Pengamat ekonomi Universitas Riau (Unri) Dahlan Tampubolon menyatakan pemberlakuan non tunai di Kota Pekanbaru dan Riau umumnya masih belum terintegrasi dengan stakeholder terkait dan terkesan Bank Indonesia masih bekerja sendiri.

Seperti salah satunya dimulainya pemberlakuan kartu e-money (non tunai) pada pada parkiran Badara Pekanbaru Sultan Syarif Kasim II, per 1 Februari lalu yang masih berdampak pada kemacetan panjang di pintu keluar.

"Saya pernah terjebak macet panjang dua minggu lalu saat menjemput tamu, karena masih banyak yang beli kartu di pintu ke luar," kata Dahlan Tampubolon kepada media saat bincang-bincang ekonomi Riau 2020 di Pekanbaru, Senin (24/2/20).

Dahlan mengatakan saat pemberlakuan non tunai di Bandara SSK harusnya sudah ditopang oleh infrstruktur yang memadai untuk memudahkan orang membeli kartu di retail moderen, bahkan Anjungan Tunai Mandiri. Sehingga orang tidak hanya membeli di bandara saja.

"Memang untuk membuat Infrastruktur tergantung niat," katanya.

Dahlan bahkan mengkritik penjualan kartu perdana non tunai yang dilakukan di pintu keluar bandara SSK II Pekanbaru tidak tepat, akibatnya membuat kemacetan.

"Harusnya penjualan di pintu masuk bandara, tidak seperti sekarang seperti bubu ikan, masuk mudah keluar susah. Atau kalau orang terburu-buru, kartu dijual di sekitar parkiran bandara bukan di exit point," katanya.

Ia juga menyarankan harusnya dari pintu keluar yang ada, disediakan satu yang bisa menggunakan uang tunai, dan pintu yang lain untuk non-tunai, dengan begitu masyarakat akan belajar memilih mana yang lebih cepat dan mudah maka mereka secara perlahan akan beralih.

"Hak warga negara menggunakan uang tunai dan infrastruktur bandara, tidak ada yang boleh melarang, tapi perlahan akan dikurangi fasilitas tunainya," tegas Dahlan.

Terutama bagi warga di luar Kota Pekanbaru, mereka belum tentu tahu kebijakan itu, kalaupun tahu akan enggan menggunakan sebab hanya untuk sekali pakai, dan sisa uangnya tidak bisa digunakan di daerah.

"Seandainya sudah terintegrasi dengan ritel moderen seperti Alfamart dan Indomart pasti bisa dipakai belanja juga," katanya.

Selain itu katanya untuk top up, perbankan juga harus memudahkan pengisian. Di sini butuh lagi integrasi dengan fasilitas bank dan ritel besar sehingga keberadaan kartu mudah didapat tidak perlu meski antri.

"Pemanfatan non-tunai ini juga perlu diperluas fungsinya tidak hanya membayar parkir akan tetapi bisa digunakan untuk pembayaran lainnya semisal trans metro, parkil di mall dan belanja serta sebagainya," pungkasnya.

Seperti diketahui, pasca pemberlakuan kartu e-money (non tunai) pada pada parkiran Bandara Pekanbaru Sultan Syarif Kasim II, 1 Februari lalu hingga hampir akhir bulan, masih terlihat kemacetan di pintu keluar bandara.

Hal ini dikarenakan masyarakat yang baru pertama kali masuk bandara terjebak diantara kendaraan yang sudah miliki kartu. Sehingga untuk proses pemilihan butuh waktu transaksi di pintu keluar.

Sementara itu, Kepala Divisi Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah (SP PUR) Layanan Administrasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau, Asral Mashuri, mengingatkan masyarakat agar menyiapkan uang elektronik untuk membayar parkir jika pergi ke Bandara SSK II.

"Jangan sampai tidak bisa keluar bandara karena gate parkir hanya bisa terbuka dengan uang elektronik," ujar Asral.

Asral menjelaskan, masyarakat dapat memilih berbagai jenis uang elektronik. Seperti flazz dari BCA, emoney dari Bank Mandiri dan Bank Riau Kepri, tapcash dari BNI dan brizzi dari BRI.

"Siapkan uang elektronik dari sekarang, yang bisa didapatkan di counter atau loket bank dimana saja yang terdekat," katanya.

Asral menjelaskan elektronifikasi ini merupakan upaya untuk merubah metode pembayaran dari tunai ke non tunai. Hal ini dilakukan guna menciptakan cashless society. Ia menuturkan, pembayaran non tunai untuk biaya parkir ini dapat mengurangi peredaran uang pecahan kecil.

Menurutnya lagi, sumber daya atau biaya untuk mencetak uang mulai dari perencanaan, pengadaan bahan, pencetakan, distribusi hingga pengolahan memerlukan biaya yang tidak sedikit.

"Dengan pembayaran non tunai ini juga akan menghemat waktu," tukasnya.*(H-we)

Loading...


Berita lainnya..........
- Covid - 19 Merebak, Harga Gula Pasir di Duri, Bengkalis Meroket
- Pedesaan di Riau Alami Inflasi 0,24 Persen
- Dampak Virus Corona, 6 Hotel di Pekanbaru Tutup Sementara
- 6 Paket Proyek DAK Milik Dinas PUPR Dumai Selamat dari Surat Edaran Menkeu
- Dukung Kebijakan #DiRumahAja, Pertamina Luncurkan Layanan Antar Rumah
- Bapenda Riau Bebaskan Denda Pajak Selama Masa Tanggap Darurat Corona
- Harga TBS Naik, Efek Kejut Malaysia Lockdown
- Pemkab Kuansing Bantah Hoax Penutupan Pasar Modern Telukkuantan
- Keroncongantar.com, Starup Asal Riau Wakili Infonesia ke Turki
- Target Pertumbuhan Ekonomi Riau 3 Persen Meredup
- Puluhan UMKM dan Exportir Ikan Ikuti HACCP BI Kpw Riau
- Hoby Menjahit Bikin Sheila Kini Bangga jadi Bagian APR
- BI Kpw Riau Gelar Puncak Pekan QRIS
- Co-op PT CPI 2020 Ditutup
- BPSK Hanya Dua di Riau, Salah Satunya di Kuansing
- ABUJAPI Riau-BPJS Sosialisasikan PP 82/2019 untuk BUJP se-Riau
- 33 Ribu Bibit Ikan Nila Akan Disemai Bupati di Seluruh Desa Kuansing
- Seko Pekanbaru Optimis Koperasi Syariah Bisa Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
- BI Kpw Riau Gelar Pekan QRIS di Sejumlah Lokasi
- Tenaga Kerja AKAD Merajalela di Pekanbaru, SPSI Minta Disnaker Tegas


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com