Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Rabu, 1 April 2020 21:55
Gubri Sebut Karantina Wilayah Harus Disetujui Pusat

Rabu, 1 April 2020 21:07
Jumlah ODP Kuansing Bertambah Jadi 1.034 Orang

Rabu, 1 April 2020 17:54
Gandeng Pemdes, Pemuda Jalan Baru Duri  13 Semprotkan Disinfektan

Rabu, 1 April 2020 17:49
Cegah Corona, Walikota Pimpin Rapat Rencana Lockdown Pekanbaru

Rabu, 1 April 2020 17:49
Dugaan Pencemaran Nama Baik, Irwasda Polda Riau Laporkan Balik Seorang Petani Siak

Rabu, 1 April 2020 17:40
Polres Inhu Amankan 2,6 Kg Sabu

Rabu, 1 April 2020 17:20
Maret 2020, Riau Alami Deflasi 0,01 Persen

Rabu, 1 April 2020 16:58
Cegah Penularan Covid - 19, Warga Duri Timur Ciptakan Hand Sanitizer Alami

Rabu, 1 April 2020 16:32
Terjerat Korupsi Dana Desa, Mantan Kades dan Bendahara di Pelalawan Dituntut 6 dan 4,5 Tahun Penjara

Rabu, 1 April 2020 16:27
BBKSDA Riau Terima 10 Satwa Dilindungi

 

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 5 Pebruari 2020 16:40
2019, Pertumbuhan Ekonomi Riau 2,48 Persen

Sepanjang tahun 2019, ekonomi Riau tumbuh 2,48 persen. Dengan migas, tumbuh 4,87 persen.

Riauterkini-PEKANBARU- Ekonomi Riau 2019 mengalami pertumbuhan sebesar 2,84%. Jika tanpa migas, ekonomi Riau tumbuh 4,87%.

"Pertumbuhan ekonomi Riau 2019 paling tinggi dalam kurun waktu 6 tahun belakangan sejak 2013,” kata Kepala BPS Provinsi Riau, Misparuddin, Rabu (5/2/20).

Menurutnya, industri pengolahan dan pertanian merupakan 2 terbesar sumber pertumbuhan ekonomi Riau menurut lapangan usaha, dengan masing-masing 1,77% dan 1,06% dari total pertumbuhan ekonomi Riau.

“Kita sudah mulai mencari sumber ekonomi baru, setelah menyadari bahwa Migas tak lagi bisa diharapkan,” kata Kepala BPS Provinsi Riau ini.

Dia menambahkan, PDRB Riau selama 2019 sebesar Rp765,20 triliun atas dasar harga berlaku (ADHB) dan Rp495,85 triliun atas dasar harga konstan (ADHK). Kondisi ini dianggap meningkat 2,84% jika dibandingkan dengan PDRB tahun 2019.

Adapun 6 provinsi dengan PDRB terbesar di Indonesia, Riau masuk pada urutan ke 6 pada 2019, menurun satu tingkat jika dibandingkan tahun 2018, di mana sumbangsing PDRB Riau terhadap nasional berada di posisi 5 besar.

“Kondisi ini terjadi akibat terus menurunnya produksi Migas di Riau. Apalagi adanya peralihan pengelolaan Blok Rokan dari CPI ke Pertamina, dan membutuhkan waktu untuk bisa bangkit kembali,” pungkasnya.*(H-we)

Loading...


Berita lainnya..........
- Harga TBS Naik, Efek Kejut Malaysia Lockdown
- Pemkab Kuansing Bantah Hoax Penutupan Pasar Modern Telukkuantan
- Keroncongantar.com, Starup Asal Riau Wakili Infonesia ke Turki
- Target Pertumbuhan Ekonomi Riau 3 Persen Meredup
- Puluhan UMKM dan Exportir Ikan Ikuti HACCP BI Kpw Riau
- Hoby Menjahit Bikin Sheila Kini Bangga jadi Bagian APR
- BI Kpw Riau Gelar Puncak Pekan QRIS
- Co-op PT CPI 2020 Ditutup
- BPSK Hanya Dua di Riau, Salah Satunya di Kuansing
- ABUJAPI Riau-BPJS Sosialisasikan PP 82/2019 untuk BUJP se-Riau
- 33 Ribu Bibit Ikan Nila Akan Disemai Bupati di Seluruh Desa Kuansing
- Seko Pekanbaru Optimis Koperasi Syariah Bisa Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
- BI Kpw Riau Gelar Pekan QRIS di Sejumlah Lokasi
- Tenaga Kerja AKAD Merajalela di Pekanbaru, SPSI Minta Disnaker Tegas
- BI Sebut Jatim Pemasok Alternatif Kebutuhan Pangan Riau
- 2020, BI Beri Beasiswa 175 Mahasiswa Riau
- February 2020, Riau Inflasi 0,34 Persen
- Disparpora Rohil Narasumber Dialog Ekonomi Kreatif
- Kalangan Travel di Riau Berharap Saudi tak Lama Cegah Jemaah Umroh
- Penerapan Non Tunai di Riau Dinilai Belum Terintegrasi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com