Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Rabu, 22 September 2021 20:53
Sengketa Lahan, PN Bengkalis Tolak Permohonan Buyung Nahar Gugat Presiden

Rabu, 22 September 2021 20:21
Pelaku Pencuri Kabel di RSUD Puri Husada Tembilahan Berhasil Diringkus Polisi

Rabu, 22 September 2021 16:49
Pemprov Silahkan Kejari Kuansing Periksa Kadis ESDM Riau

Rabu, 22 September 2021 16:44
Bupati Pelalawan Harapkan HIPMI Jadi Leader Penggerak Ekonomi Pelalawan

Rabu, 22 September 2021 16:38
Bentrok Eks Karyawan PT Padasa, Ini Penjelasan Polres Kampar

Rabu, 22 September 2021 16:34
Dipimpin Ginda, Paripurna DPRD Pekanbaru Berjalan Lancar

Rabu, 22 September 2021 16:32
Dibuka Camat Mandau, MTQ Air Jamban Ke - 2, Berlangsung Meriah

Rabu, 22 September 2021 16:27
Evakuasi Anak-Anak Ditengah Konflik, Begini Penjelasan TNI AU

Rabu, 22 September 2021 15:08
Terapkan Prokes dengan Ketat, Pelatihan Public Speaking IMM PK Hisyam Berlangsung Sukses

Rabu, 22 September 2021 13:36
Tim Yustisi Covid-19 Inhil SIdang di Tempat 3 Pelanggar Prokes

 

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 30 Desember 2017 16:39
Razia Narkoba Turunkan Omzet Pengusaha Hiburan Malam

Para pengusaha hiburan malam menjadikan razia narkoba sebagai penyebab turunnya omzet mereka. Turunnya bahkan mencapai 40 persen dari 'masa jayanya'.

Riauterkini-PEKANBARU-Acapkalinya razia narkoba yang digelar pihak Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) dan Direktorat Reserse (Ditres) Narkoba Riau dijadikan "kambing hitam" penyebab turunnya pendapatan atau omzet sejumlah tempat hiburan malam di Kota Pekanbaru.

Seperti curhat (curahan hati) Beni Lubis, pengusaha MP Club dan SP Club dalam pertemuan sekaligus silaturahmi antara pelaku bisnis hiburan dengan unsur Forkopimda Riau di salah satu hotel berbintang Pekanbaru, kemarin malam (29/12/17).

"Sejak beberapa tahun belakangan penghasilan kami berkurang 5 sampai 40 persen. Bahkan salah satu counter kami tutup,'' kata Beni mengeluhkan dampak razia narkoba yang dilakukan pihak BNNP Riau di tempat hiburan karaoke, pub dan diskotik yang dia kelola.

Dia menyarankan, jika ingin memberantas peredaran narkotika dan obat obat terlarang (narkoba) sebaiknya dengan menutup pintu masuknya. Bukan malah merazia tempat tempat hiburan malam. Sebab jika sering dirazia, pengunjung yang diklaim Beni Lubis kebanyakan adalah wisatawan menjadi terganggu privasinya.

Memang diakuinya, beberapa kali razia memang ditemukan adanya tamu atau pengunjung MP Club yang positif narkoba. Tetapi narkoba tersebut bukan mereka yang menyediakan. Mereka membawanya dari luar.

"Kalau minuman beralkohol 5 sampai 40 persen memang kami sediakan. Termasuk dengan hiburan musik,'' aku Beni lagi.

Menanggapi pernyataan itu, Direktur Ditres Narkoba Polda Riau Kombes Pol Hariono memaparkan pemberantasan narkoba memang telah menjadi komitmen bersama bangsa Indonesia. Kalau tidak tegas, jutaan generasi muda terancam masa depannya gegara narkoba.

"Untuk diketahui, untuk peredaraan narkotika jenis sabu sabu, Riau kini menempati urutan ketiga terbanyak. Sedangkan untuk pil ekstasi, daerah kita ini menempati urutan kedua setelah DKI Jakarta,'' tuturnya.

Kapolda Riau Irjen Pol Nandang MH meminta kesadaran semua pihak terhadap peredaran narkoba ini. Dia menyarankan jika keberatan tempat hiburan malam dirazia, sekuriti atau petugas keamanan msti memiliki kepekaan terhadap pengunjung yang datang.

  Jika gelagatnya mencurigakan, sebaiknya dilaporkan ke pihak kepolisian terdekat atau BNN Provinsi. "Mestinya sekuriti tempat hiburan malam memiliki kepekaan jika melihat seseorang itu mabuk karena minuman keras atau karena mengonsumsi narkoba,'' pungkasnya.*(son)

Loading...


Berita lainnya..........
- PTPN V Raup Rp168,8 Miliar dari Sertifikasi ISCC dan RSPO
- Carikan Solusi Pendanaan Saat Pendemi, Diskop Usulkan ke LPDB Bantuan untuk UMKM
- PT SPR - PT PP Tirta Riau Bangun Sistem Penyediaan Air Minum
- Tiga Inovator Bisnis Raih Penghargaan di Econovation 2021
- Kemendag- BAPPEBTI- KBI Gelar Publik Hearing
- Aktivis Lingkungan Minta Inpres No.8 tahun 2018 Diperpanjang
- Punya Komitmen yang Sama, Bank Riau Kepri Jadi Mitra dalam Program Subsidi Bunga Pinjaman Modal Usaha dari Pemrov Kepri
- Bupati Natuna Tandatangani MoU dengan Bank Riau Kepri
- Terungkap Saat Hearing Komisi III DPRD Rohul,
Sekitar 500 Pekerja PT. SJI Nusa Coy Belum Didaftarkan sebagai Peserta Jamsostek

- TPID Kota Pekanbaru dan Kota Dumai Raih Trofi dan Sertifikat TPID Award 2021
- Januari-Agustus 2021, Ekspor Riau Naik 53,20 Persen
- Gelar Program Undian, BNI Siapkan Hadiah Kendaraan Ramah Lingkungan
- Plt Bupati Bintan Apresiasi Prestasi Bank Riau Kepri dan Jalin Kerjasama terkait Jasa Layanan Perbankan
- Wako Tanjungpinang Tandatangani MoU dengan Bank Riau Kepri Terkait Jasa Layanan Perbankan
- LandX Kenalkan Model Patungan Bisnis Lewat Aplikasi Kepada Anak Muda di ISCFF 2021 Riau
- UUS Bank Riau Kepri Raih Skor Tertinggi dalam Rating Institusi Keuangan Syariah 2021
- Bupati Terbitkan Perbup, Pekan ini ASN Mulai Pakai Batik Kuansing
- PHR Berkomitmen Zero LTI pada Pengelolaan Blok Rokan
- Gubri Syamsuar Terima Penghargaan Top Pembina BUMD 2021
- Bank Riau Kepri Raih 4 Award Top BUMD 2021


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com