Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Ahad, 16 Mei 2021 20:29
Lagi, Tiga Warga Bengkalis Positif Covid-19 Meninggal Dunia

Ahad, 16 Mei 2021 19:28
Corona Meledak di Meranti, Pasien Diisokasi di Masjid dan Akses ke Tanjung Samak Ditutup

Ahad, 16 Mei 2021 17:30
Ikuti Pertandingan Tenis Eksekutif Forkopimda, Kajati Riau Jadi Juara

Ahad, 16 Mei 2021 16:23
DPRD Inhu Minta Dirut RSUD Indrasari Rengat Dievaluasi

Ahad, 16 Mei 2021 16:18
Jokowi ke Riau, Repdem Kampar Adukan Kasus Konflik Agraria

Ahad, 16 Mei 2021 15:50
Kapolsek Pangkalan Kerinci Minta Petugas Pengamanan Idul Fitri Penuh Tanggung Jawab

Ahad, 16 Mei 2021 15:15
Cegah Tindak Kriminal, Polsek Langgam Tingkatkan Patroli

Ahad, 16 Mei 2021 15:08
Polres Pelalawan Langsung Turun Pengecekan Prokes di Tempat Wisata

Ahad, 16 Mei 2021 14:40
Tak di Tempat Saat Lonjakan Pasien Covid-19, DPRD Inhu Minta Dirut RSUD Indrasari Rengat Dievaluasi

Ahad, 16 Mei 2021 14:31
Berbagi Saat Pademi, Kegiatan Sosial Keluarga Besar PT CPI di Bulan Ramadhan

 

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 30 Desember 2017 16:39
Razia Narkoba Turunkan Omzet Pengusaha Hiburan Malam

Para pengusaha hiburan malam menjadikan razia narkoba sebagai penyebab turunnya omzet mereka. Turunnya bahkan mencapai 40 persen dari 'masa jayanya'.

Riauterkini-PEKANBARU-Acapkalinya razia narkoba yang digelar pihak Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) dan Direktorat Reserse (Ditres) Narkoba Riau dijadikan "kambing hitam" penyebab turunnya pendapatan atau omzet sejumlah tempat hiburan malam di Kota Pekanbaru.

Seperti curhat (curahan hati) Beni Lubis, pengusaha MP Club dan SP Club dalam pertemuan sekaligus silaturahmi antara pelaku bisnis hiburan dengan unsur Forkopimda Riau di salah satu hotel berbintang Pekanbaru, kemarin malam (29/12/17).

"Sejak beberapa tahun belakangan penghasilan kami berkurang 5 sampai 40 persen. Bahkan salah satu counter kami tutup,'' kata Beni mengeluhkan dampak razia narkoba yang dilakukan pihak BNNP Riau di tempat hiburan karaoke, pub dan diskotik yang dia kelola.

Dia menyarankan, jika ingin memberantas peredaran narkotika dan obat obat terlarang (narkoba) sebaiknya dengan menutup pintu masuknya. Bukan malah merazia tempat tempat hiburan malam. Sebab jika sering dirazia, pengunjung yang diklaim Beni Lubis kebanyakan adalah wisatawan menjadi terganggu privasinya.

Memang diakuinya, beberapa kali razia memang ditemukan adanya tamu atau pengunjung MP Club yang positif narkoba. Tetapi narkoba tersebut bukan mereka yang menyediakan. Mereka membawanya dari luar.

"Kalau minuman beralkohol 5 sampai 40 persen memang kami sediakan. Termasuk dengan hiburan musik,'' aku Beni lagi.

Menanggapi pernyataan itu, Direktur Ditres Narkoba Polda Riau Kombes Pol Hariono memaparkan pemberantasan narkoba memang telah menjadi komitmen bersama bangsa Indonesia. Kalau tidak tegas, jutaan generasi muda terancam masa depannya gegara narkoba.

"Untuk diketahui, untuk peredaraan narkotika jenis sabu sabu, Riau kini menempati urutan ketiga terbanyak. Sedangkan untuk pil ekstasi, daerah kita ini menempati urutan kedua setelah DKI Jakarta,'' tuturnya.

Kapolda Riau Irjen Pol Nandang MH meminta kesadaran semua pihak terhadap peredaran narkoba ini. Dia menyarankan jika keberatan tempat hiburan malam dirazia, sekuriti atau petugas keamanan msti memiliki kepekaan terhadap pengunjung yang datang.

Jika gelagatnya mencurigakan, sebaiknya dilaporkan ke pihak kepolisian terdekat atau BNN Provinsi. "Mestinya sekuriti tempat hiburan malam memiliki kepekaan jika melihat seseorang itu mabuk karena minuman keras atau karena mengonsumsi narkoba,'' pungkasnya.*(son)

Loading...


Berita lainnya..........
- Katanya 77 Jaringan Bank Siap Layanii, Faktanya Masyarakat Susah Tukar Uang Kecil
- Jaringan Kantor Bank Layani Penukaran Uang 'Ampaw' Lebaran 2021
- Ekonomi Masyarakat Kuansing Terimbas Macetnya Proyek Pemkab
- Realisasi APBD Proyek Fisik Kuansing Belum Berjalan 
- April 2021, Riau Alami Inflasi 0,15 Persen
- Waspada, EDCCash Penipuan Investasi Berkedok Aset Kripto Berskema Piramida
- BOB PT BSP Pertamina Hulu Kembali Raih Penghargaan Zero Accident Award
- Cek Ketersediaan Sembako, Pemkab Kuansing Sidak ke Pasar Telukkuantan
- BPKH Resmi Dukung Konversi Bank Riau Kepri Menjadi Syariah
- Penyekatan Mudik Lebaran jadi Momok Pengelola Travel di Kuansing
- Ketua BWI Dukung Konversi Bank Riau Kepri Syariah
- JFX Catat Perdagangan Bursa Timah Murni Capai 2,5 Juta Lot
- BPJS Ketenagakerjaan Realisasasikan Kenaikan Manfaat Beasiswa 
- Wapres RI Dukung Konversi Bank Riau Kepri Syariah.
- Demi PSU Pilkada Rohul PT Torganda Libur Operasi dan Rugi Rp70 Miliar
- Awal Ramadhan 2021, Harga Getah Karet di Kuansing Cenderung Turun
- BI Perkirakan Kebutuhan Tunai Ramadhan dan Lebaran 2021 Rp 4,5 Triliun
- PT EPN Gelar Groundbreaking Fuel Terminal Inhil
- Maret 2021, Ekspor Riau Capai 1,79 Miliar USD
- Kondisi Harga Sebako di Kuansing pada Pekan Pertama Puasa 2021


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com