Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Ahad, 20 Juni 2021 13:55
Tengah Masak, RM Mandeh Duri Dilalap Api

Ahad, 20 Juni 2021 13:29
Edarkan Sabu, Satnarkoba Polres Rohul Tangkap Warga Surau Gading di Ujung Batu

Ahad, 20 Juni 2021 11:51
Persiapan Pemilu 2024, Demokrat Pekanbaru Sambangi 83 Ranting

Ahad, 20 Juni 2021 11:24
DWP Kuansing Tuntas Sosialisasikan AD/ART di Seluruh Kecamatan

Ahad, 20 Juni 2021 08:52
Pimpin AMIP, Khalid Ardi Menang Aklamasi

Sabtu, 19 Juni 2021 20:41
F3 Agency Media Partner Dukung Program Bank Sampah di Pekanbaru

Sabtu, 19 Juni 2021 20:31
Binaan SKK Migas-PT CPI-STP Riau, Desa Wisata Kampung Patin Luncurkan Situs Web dan Mini Travel

Sabtu, 19 Juni 2021 19:04
Sejarah Sukiman-Indra Gunawan Menuju Bupati dan Wabup Rohul, Dua Kali Digugat ke MK

Sabtu, 19 Juni 2021 16:55
Tegakan Prokes, Aktivitas Warga di Pelabuhan Penyalai Dipantau

Sabtu, 19 Juni 2021 16:52
Antisipasi Kriminalitas, Polsek Ukui Patroli Malam hari



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 13 Mei 2021 14:44
Muhammad Sabarudi Bilang Larangan Salat Idul Fitri Bikin Bingung

Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Muhammad Sabarudi mengatakan, seharusnya pemerintah tidak membuat bingung dengan aturan-aturan yang diterbitkan.

RIAUTERKINI, PEKANBARU - Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Muhammad Sabarudi mengatakan, seharusnya pemerintah tidak membuat bingung dengan aturan-aturan yang diterbitkan.

Pasalnya, ia menilai kurangnya informasi yang diperoleh masyarakat terkait boleh atau tidaknya pelaksanaan salat Idul Fitri. Hal ini memicu polemik hingga perpecahan ditengah-tengah masyarakat.

"Sebagian warga ingin tetap melaksanakan Salat Id di masjid dan lapangan, walau harus menerapkan protokol kesehatan. Namun, larangan pemerintah tersebut membuat pelaksanaan ini tidak memungkinkan lagi," jelasnya.

Lebih lanjut, politisi Partai Keadilan Sosial (PKS) ini juga mengatakan, pemerintah jangan membuat peraturan yang bersifat temporer dan tidak memikirkannya secara matang-matang.

"Harus difikirkan dampak dan segala macamnya," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kota Pekanbaru masih masuk zona merah Covid-19. Kota ini menyandang status zona merah pada peta penyebaran Covid-19 di nasional.

Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru pun mengimbau umat muslim di kota ini agar tidak menggelar salat Idul Fitri 1442 H di lapangan atau masjid. Mereka pada tahun ini bisa salat ied di rumah saja.

Kebijakan ini sesuai kesepakatan dari Pemerintah Kota Pekanbaru bersama unsur Forkopimda Kota Pekanbaru. Mereka menggelar rapat lanjutan penanganan Covid-19 yang sebelumnya juga telah dirapatkan Gubernur Riau bersama Forkopimda Provinsi.***(parlementaria)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- DWP Kuansing Tuntas Sosialisasikan AD/ART di Seluruh Kecamatan
- Pimpin AMIP, Khalid Ardi Menang Aklamasi
- F3 Agency Media Partner Dukung Program Bank Sampah di Pekanbaru
- Binaan SKK Migas-PT CPI-STP Riau, Desa Wisata Kampung Patin Luncurkan Situs Web dan Mini Travel
- Tegakan Prokes, Aktivitas Warga di Pelabuhan Penyalai Dipantau
- Antisipasi Kriminalitas, Polsek Ukui Patroli Malam hari
- Polsek Bunut Patroli C3 dan Sosialisasi Prokes Malam Hari
- Polsek Teluk Meranti dan TNI Sosialisasikan Prokes di Pos PPKM
- Polsek Pangkalan Lesung Lakukan Patroli C3
- AMIP Ditantang Wujudkan Tiga Pilar
- RUPS BRK Usulkan Dua Nama dari Tiga Jabatan ke OJK
- Majukan Pendidikan, Rektor Unilak Jalin Kerjasama Dengan Bupati Meranti
- Besok, AMIP Ikasmansa Gelar Kongres Pemilihan Ketua
- Update Covid-19, Positif 353, Sembuh 388
- Dukung Daya Saing Ekonomi Dengan Penguatan Standar Industri
- Proyek Tanpa Plang Nama Bikin Warga Duri Bersyukur tapi Bingung
- Polsek Langgam Pantau Sambangi Objek Vital
- Polsek Pangkalan Kerinci Sasar Kawasan Rawan Tindak Kriminal
- Polsek Kerumutan Gelar Vaksinasi Massal
- Polsubsektor Pelalawan Instens Patroli Keamanan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com