Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Kamis, 3 Desember 2020 20:52
Tersangka Pidana Pilkada, Besok Berkas Simon Siahaan Dilimpahkan Kejari Pelalawan

Kamis, 3 Desember 2020 19:03
Enam Pasien Positif Covid-19 Kuansing Dinyatakan Sembuh

Kamis, 3 Desember 2020 19:00
Bawaslu RI-Kapolda Riau Lepas 50 Armada Tim Patroli Money Politic di Rokan Hulu

Kamis, 3 Desember 2020 18:58
Rambah Kawasan TNTN, KUD Tani Bahagia Di-Legal Standing

Kamis, 3 Desember 2020 18:58
Update Covid-19, Positif 179, Sembuh 161

Kamis, 3 Desember 2020 15:57
Bengkalis Siapkan Rp305 M untuk Penanggulangan Covid-19

Kamis, 3 Desember 2020 15:18
OJK: Masa Pandemi, Premi Asuransi di Riau Capai 1,583 Triliun

Kamis, 3 Desember 2020 15:15
Survey Charta Politika: Zukri-Nasarudin Unggul di Pilkada Pelalawan

Kamis, 3 Desember 2020 14:51
Transparansi BPHTB, Bapenda Bengkalis dan IPPAT Sepakat Lakukan Kerja Sama

Kamis, 3 Desember 2020 12:56
DLHK Pekanbaru Ajak Seluruh Masyarakat Nabung Sampah



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 22 Oktober 2020 15:10
Aksi Sempat Ricuh, Tiga Buruh PT Padasa Terluka

Massa buruh PT Padasa gelar aksi di depan Kantor Gubernur Riau. Tiga pendemo luka-luka.

Riauterkini - PEKANBARU - Aksi masa Federasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FSBSI) di depan Kantor Gubernur Riau berakhir ricuh. Tiga orang pendemo terluka, Kamis (22/10/20).

Aksi massa FSBSI Riau terkait kebijaka PT Padasa yang berlokasi di Kampar. Para buruh menyoal kebijakan perusahaan yang menetapkan waktu pensiun menjadi 60 tahun. Padahal, sesuai ketentuan waktu pensiun 55 tahun. Perpanjangan lima tahun inilah menjadi keberatan massa buruh dari PT Padasa.

"Sesuai ketentuan waktu pensiunkan diusia 55 tahun. Masa saya bekerja di usia tua. Bisa meninggal nanti saya," kata Lepot, salah satu massa aksi, yang terluka setelah terjadinya bentrok bersama pihak kepolisian.

Kebijakan perusahaan memperpanjang masa pensiun diminta dievaluasi kembali. Dia juga berharap, Pemerintah Provinsi Riau dapat mengintervensi kebijakan perpanjangan masa pensiun buruh melalui instansi terkait.

"Kami ingin difasilitasi, tapi gini pula jadinya," ungkap Lepot yang terluka bagian pelipis mata.

Selain itu, massa buruh terluka lainnya adalah Jupen, yang mengalami luka di tangan, kaki dan pelipis mata. Kemudian Poniman mengalami luka dibagian tangan. Namun mereka yang terluka tersebut dirawat tim medis Bidokkes Polda Riau di Posko Satpol PP Riau.

Ada pun dari aksi ini, massa buruh menyuarakan 16 poin tuntutan. Pertama peraturan perusahaan dan perjanjian kerjasama. Poin kedua meminta penyediaan mobil ambulance perusahaan karena sampai sekarang belum juga tersedia. Ketiga setiap gajian tiap bulan agar diberikan slip gaji. Lalu, poin keempat memberikan rapelan gaji, kelima tentang bus anak sekolah yang tidak layak supaya diganti dengan bus yang tertutup.

Keenam, meminta hak orang yang sudah pensiun supaya diberikan dengan umur 55 tahun secara tegas. Kemudian, poin ketujuh, meminta FSBSI tetap ada di perusahaan agar jangan diintimidasi serta diberikan kantor dan plang di wilayah perusahaan. Delapan perumahan karyawan banyak yang tidak layak, air dan listrik supaya ditinjau kembali. Sembilan plang nama yang sampai saat ini plang serikat pekerja/buruh tidak boleh didirikan dalam perusahaan.

Sepuluh, meminta perempuan bisa memperoleh libur dua hari selama masa haid hari pertama dan kedua. Sebelas, meminta alat kerja sesuai dengan jenis pekerjaannya, duabelas alat pelindung diri APD, helm, sepatu, sarung tangan. Selanjutnya, poin ke tiga belas masalah tonase dari 40 perkilo menjadi 70 perkilo karena dianggap standar 30 tahun lalu sudah tidak sesuai dengan standar kebutuhan hidup ditahun 2020 ini.

Empat belas PT Padasa Enam Utama memasukkan pekerja baru selama karyawan menyampaikan aspirasinya atau dalam masa mogok kerja. Lalu, poin kw limabelas upah kerja selama melakukan aksi unjuk rasa untuk dapat dibayarkan. Enambelas pada tanggal 16 Juli Imam Syafii mendapatkan PHK dari KUD Tiga Koto Kampar.

Saat aksi ini, sempat terjadi bentrokan antara massa dan pihak kepolisian. Setelah satu jam menggelar aksi, para buruh mulai bertindak refresif. Pasalnya, sejumlah buruh mulai menggoyang-goyang pintu pagar utama. ***(mok)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Transparansi BPHTB, Bapenda Bengkalis dan IPPAT Sepakat Lakukan Kerja Sama
- Disdukcapil Kuansing Serahkan e -KTP ke Warga Toar
- Zulfahmi Adrian Siap Jadikan Kesbangpol "Mata" dan "Telinga" Pemko Pekanbaru
- Dihadiahi Tanjak, Bupati Inhu Hadiri Pengukuhan Lembaga Adat Talang Mamak
- Dijadwalkan Besok APBD Bengkalis Rp3,224 T Diserahkan ke Pemprov untuk Verifikasi
- Pendemi covid 19, UMK Kota Pekanbaru Tahun Depan Tak Berubah
- Tabrak Fuso, Penumpang Inova Tewas Sopir Luka Parah di Tol Pekanbaru-Dumai
- Pilkada Bengkalis, Satgas Politik Uang Dikerahkan untuk Tangkap Pelaku
- Bupati Inhil Pemenang Lelang Batik Kuda Laut,
Laboli Lelang 30 Corak Batik Bangsa Suku Laut

- Muhammad Ashubli Mundur dari Ketua DDII Bengkalis
- Rangka HUT ke-49 Korpri, ASN Polres Inhil Gelar Donor Darah
- Pemkab dan DPRD Bengkalis Sepakat APBD TA 2021 Rp3,224 T
- Peringati HUT-49 Korpri,
ASN Polres Inhil Beri Bantuan Tali Kasih pada Purnawirawan dan Pensiunan PNS Polri

- Hari AIDS Sedunia 2020: Perlu Kolaborasi Semua Pihak
- Ditaja Kementerian Perhubungan, Provinsi Riau Ikuti Seleksi Abdi Yasa Teladan
- Pemprov Dukung Riau Jadi Tuan Rumah Rakernas II Masata
- DPRD Inhu Sahkan APBD 2021 Rp 1,4 T
- MoU KUA-PPAS Diteken, Estimasi APBD Bengkalis 2021 Rp3,22 T
- Pemdes dan BPD Pulau Deras Kuansing Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir
- DIPA Riau Turun Rp400 Miliar Lebih


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com