Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Ahad, 16 Mei 2021 20:29
Lagi, Tiga Warga Bengkalis Positif Covid-19 Meninggal Dunia

Ahad, 16 Mei 2021 19:28
Corona Meledak di Meranti, Pasien Diisokasi di Masjid dan Akses ke Tanjung Samak Ditutup

Ahad, 16 Mei 2021 17:30
Ikuti Pertandingan Tenis Eksekutif Forkopimda, Kajati Riau Jadi Juara

Ahad, 16 Mei 2021 16:23
DPRD Inhu Minta Dirut RSUD Indrasari Rengat Dievaluasi

Ahad, 16 Mei 2021 16:18
Jokowi ke Riau, Repdem Kampar Adukan Kasus Konflik Agraria

Ahad, 16 Mei 2021 15:50
Kapolsek Pangkalan Kerinci Minta Petugas Pengamanan Idul Fitri Penuh Tanggung Jawab

Ahad, 16 Mei 2021 15:15
Cegah Tindak Kriminal, Polsek Langgam Tingkatkan Patroli

Ahad, 16 Mei 2021 15:08
Polres Pelalawan Langsung Turun Pengecekan Prokes di Tempat Wisata

Ahad, 16 Mei 2021 14:40
Tak di Tempat Saat Lonjakan Pasien Covid-19, DPRD Inhu Minta Dirut RSUD Indrasari Rengat Dievaluasi

Ahad, 16 Mei 2021 14:31
Berbagi Saat Pademi, Kegiatan Sosial Keluarga Besar PT CPI di Bulan Ramadhan



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 17 April 2020 11:07
Mitigasi Covid 19, Korporasi Sawit Sebagai Garda Terdepan

APKASINDO ajak korporasi sawit dan HTI bantu tangani Covid 19 di Riau. Bantuan penanganan di mulai dari wilayah sekitar operasionalnya.

Riauterkini-PEKANBARU-Saat ini, Masyarakat Riau dalam masa sulit Pandemi Corona. Tetapi, dengan luasnya perkebunan sawit dan Akasia di Riau, seharusnya persoalan dampak Covid-19 ini akan lebih mudah dihadapi Riau dibandingkan provinsi lain. Khususnya dari segi ketersediaan masker, APD (alat pelindung diri) paramedis, obat-obatan, disinfektan dan kebutuhan pokok lainnya.

"Ini baru dari sektor Perkebunan Kelapa Sawit dan HTI, belum sektor lainnya seperti pertambangan dan lain-lain. Oleh karena itu, Saya sebagai masyarakat Riau yang membawahi Petani Kelapa Sawit di 22 Provinsi dan 117 Kabupaten/Kota seluruh Indonesia wajar berharap lebih untuk perhatian dari para pengusaha sektor Perkebunan dan PKS yang beroperasi di Riau," ujar Ketua Umum DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO), Ir. Gulat Manurung, MP.,C.APO, ketika dihubungi di kantor Perwakilan DPP APAKSINDO di Jalan Arifin Ahmad.

Idealnya, tambahnya, perhatian perusahaan dimana beroperasi tidak boleh terabaikan. Banyak korporasi di Riau yang berkantor pusat di Jakarta dan cenderung perhatiannya ke Jakarta saja, khususnya dalam hal Mitigasi Covid-19. Kini saat nya menunjukkan bahwa Riau itu kaya dan makmur. Dengan topangan dan kerjasama khususnya sektor perkebunan dan industri pabrik kelapa sawit’ untuk membantu Pemerintah Provinsi Riau mengatasi dampak Covid-19 dan telah PSBB nya Pekanbaru dan akan menyusulnya beberapa Kabupaten/Kota di Riau.

Disinggung langkah yang bisa diambil pemerintah, Gulat menjelaskan, mengingat Peta sebaran Perkebunan kelapa sawit dan PKS di Riau cukup merata hampir disemua kabupaten/kota di Riau maka peran Industri Kelapa Sawit ini sangat strategis membantu Pemerintah Provinsi Riau dan Kabupaten/Kota.Tinggal membagi Peta Zonasi saja kepada masing-masing perkebunan dan PKS berdasarkan Peta Kerja Operasi usahanya. Tidak sulit membaginya, apalagi dengan teknolgi Pemetaan yang sudah canggih saat ini, Peta sebaran titik api saja dalam hitungan menit dapat diketahui melalui Aplikasi Darboard Lancang kuning Polda Riau, apalagi Peta Kerja Perkebunan Sawit dan PKS, pasti lebih gampang, tinggal overlay saja. Jadi setelah hasil overlay maka semua penduduk khususnya yang kurang mampu dibebankan kepada perusahaan yang beroperasi di zona tersebut.

Yang dibebankan tidak perlu yang muluk-muluk, ujar Gulat, cukup menyediakan masker, vitamin C atau suplemen vitamin lainnya, beras, minyak goreng, gula pasir dan mendirikan Posko Mitigasi Corona di Desa atau Kecamatan terdekat dengan lokasi usahanya. Tentu semuanya ini harus berkoordinasi dengan Bupati/Walikota setempat. Untuk keluarga kurang mampu dapat berkoordinasi dengan ketua PKH (Program Keluarga Sejahtera) ditiap Kabupaten, datanya semua ada di PKH lengkap.

"Saya yakin pasti bisa, apalagi kita baru melakukan PilGub 2019, data penduduk Riau masih terbaru. Gubernur, Polda, TNI, Satgas Covid-19 dan para medis bahkan mempertaruhkan nyawanya, semua sudah berjibaku mengatasi dampak Corona ini. Jika digotong royongkan dengan insan perkelapa-sawitan apalagi didukung oleh Insan Perusahaan HTI akan terasa ringan dalam menghadapi dampak meluasnya penyebaran Corona ini. Kita harus patuh kepada Aturan pemerintah tentang pencegahan Covid-19, antara lain pakai masker, hidup sehat, cuci tangan, dirumah saja, kedai kopi ditutup, mal-mal pada merumahkan karyawannya dan lain-lain, disaat masa sulit seperti inilah para pengusaha Riau tampil membantu masyarakat," terang Gulat, yang juga Mahasiswa Program Doktoral Ilmu Lingkungan.

Untuk urusan Listrik, tambahnya, penundaan angsuran kredit, paket data internet, penundaan uang sekolah dan lain-lain sudah diurus pemerintah. Khusus untuk APD Paramedis, dapat disalurkan langsung ke Rumah Sakit-rumah sakit dimasing-masing kabupaten/Kota sesuai Peta Zonasi Penugasan Penanggulangan Covid-19 Insan perkelapa-sawitan. Setiap aktivitas dan peran aktif Pembagian tugas ini harus didokumentasikan dan di publikasi ke media supaya masyarakat Riau tahu betapa kompaknya Riau menghadapi dampak Covid-19 ini.

"Dengan semangat gotong-royong akan sangat berdampak kepada psikologis masyarakat Riau, dan jika psikologis kita sudah kuat maka tugas paramedis sudah berkurang, sebab Psikologis yang down akan sangat mudah terpapar Vovid-19 ini," terang Gulat.

APKASINDO menghimbau khususnya peran Korporasi Industri Kelapa Sawit dalam Mitigasi Covid-19 ?, Pertama karena industri kelapa sawit sampai saat ini masih eksis dalam siklus usahanya dan Jelas karena jika masalah Corona ini tidak teratasi dengan segera maka bukan tidak mungkin Pemerintah pusat mengijinkan LockDown suatu Provinsi, atau bahkan Republik ini yang LocdDown. Jika ini terjadi maka khususnya Industri Kelapa sawit akan sangat dirugikan karena semua proses eksport CPO (70% dari total produksi) dan industri sawit dalam negeri akan kena LockDown juga, akibatnya semua pihak akan dirugikan.

"Dampak Kebersamaan ini akan sangat lebih dasyat jika Pihak Pengusaha HTI di Riau yang luasnya 1.673.060 ha bisa berkoloborasi dengan Insan Perkelapa-sawitan Riau yang total luasnya mencapai 3.387.206 Ha," kata Gulat.

Khusus PSBB, menurut Gulat, diharapkan kepala daerah mempertimbangkan secara matang dampak dari PSBB. Karena itu, penerapan PSBB harus terencana dan terukur, jangan latah dan ikut-ikutan. Sebab jika tidak terkendali dan terukur, PSBB bisa berdampak fatal.

Sawit Sumbang 39 Persen Perekonomian Riau

Provinsi Riau dengan luas total menurut Perda Nomor 10 Tahun 2018 adalah seluas 9.012.876 Ha yang terdiri dari Daratan seluas 8.908.357 Ha dan Perairan seluas 104.519 ha. Dari Total Luas daratan tersebut 3,38 juta Ha diisi oleh tanaman kelapa sawit dan 1.673.06 ha di isi oleh Konsesi HTI (Hutan Tanaman Industri).

Data ini sangat berkorelasi dengan Data Kementerian Keuangan tahun 2019 diketahui bahwa Riau adalah salah satu Provinsi terbesar dalam menyumbangkan Devisa negara melalui Sektor Perkebunan Kelapa Sawit dan Sektor Hutan Tanaman Industri (HTI).

Menanggapi perihal Mitigasi Covid-19, Gulat mengatakan bahwa kata Kuncinya adalah tidak usah panik dengan Pandedemik Corona ini, setelah tidak panik baru diatur strategi. Strategi yang dimaksud adalah bagaimana semua elemen bergotong royong, khususnya Riau yang dikenal dengan julukan Provinsi Sawit.

Hal ini sangat berdasar karena melihat data yang dikeluarkan oleh Dirjenperkebunan (2019) total perkebunan sawit di Indonesia adalah seluas 16,4 Juta Ha, dan 20,68 Persen (3,38 juta Ha) itu berada di Riau. Dari segi jumlah perusahaan yang ada di Riau untuk sektor Perkebunan Sawit, data Statistik Apkasindo (2020) mengungkapkan di Riau ada 385 Perusahaan Perkebunan Kelapa sawit dan 226 Pabrik Kelapa Sawit. Khusus untuk PKS (Pabrik Kelapa Sawit) ini data nya diambil dengan deteksi corong asap menggunakan teknologi Satelit, jadi datanya lebih bisa dipercaya.

"Jika kita jumlahkan luas perkebunan Kelapa Sawit dan Konsesi HTI di Riau, maka 56,80 persen adalah Perkebunan Kelapa Sawit ditambah Tanaman HTI. Khusus untuk Kelapa Sawit, Indikator keperkasaan Industri kelapa sawit dapat kita ukur dari Data Bank Indonesia, Kpw Riau, bahwa Perekonomian Riau 39,31 persen ditopang oleh ekonomi Perkebunan kelapa sawit dan produk turunannya," ujar Gulat yang juga Auditor ISPO ini.*(H-we)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Kapolsek Pangkalan Kerinci Minta Petugas Pengamanan Idul Fitri Penuh Tanggung Jawab
- Cegah Tindak Kriminal, Polsek Langgam Tingkatkan Patroli
- Polres Pelalawan Langsung Turun Pengecekan Prokes di Tempat Wisata
- Warga tak Indahkan Prokes Diberi Sanksi
- Cegah Akasi Teror, Personil Bersenjata Lengkap Disiagakan di Polsek Kerumutan
- Personil Polsek Bandar Sei Kijang tetap disiagakan di pos penyekatan mudik
- LLMB Riau Anggap Aneh Sholat di Mesjid Dilarang tapi Tempat Wisata Dibuka
- Kasus Covid-19 di Riau Bertambah 146, Total 51.304
- Polsek Pangkalan Kuras Turut Giat Tracking Kontak Warga Positif Covid-19
- Polsek Bunut Imbau Masyarakat Gunakan Masker Setiap Saat
- Cegah Covid-19, Polsek Ukui Kesadaran Warga Memakai Masker
- Jika Ada Pungli Segera Lapor Polsek Pangkalan Lesung
- Peniadaan mudik, 7.356 Kendaraan di Riau Diputar Balik
- Polisi dan TNI Teluk Meranti Pantau Penertiban Prokes di Pos PPKM
- Polsek Langgam Patroli Rutin Cegah Tindak Kriminal
- Idul Fitri, Ratusan Napi Lapas Bengkalis Terima Pemotongan Masa Hukuman
- Polsek Pangkalan Kerinci Tingkatkan Pengawasan di Pos Penyekatan Mudik
- Tingkatkan Kesadaran, Polsubsektor Pelalawan Beri Sanksi Warga tak Pakai Masker
- Meski Lebaran Polsek Kerumutan Tetap Patroli
- Bupati Zukri Imam dan Khatib Sholat Id Keluarga di Depan Rumdis


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com