Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 23 Oktober 2020 22:20
Polda Riau Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Tipikor Dana Covid-19 Diskes Pekanbaru

Jum’at, 23 Oktober 2020 21:37
Jumlah Pasien Covid-19 Sembuh Hari Ini Lebih Banyak Dibanding Positif

Jum’at, 23 Oktober 2020 21:16
Istri Gubri Kembali Gebrak Masker di Dumai

Jum’at, 23 Oktober 2020 21:13
Serahkan Bantuan Bedah Rumah, KIS dan BSP, Bupati Kampar Telusuri Pelosok Desa Naumbai

Jum’at, 23 Oktober 2020 20:34
Bupati Kampar Minta Maksimal Penanganan Covid19 Maupun Antispasi Bencana Alam

Jum’at, 23 Oktober 2020 20:14
Dukung Ketahanan Pangan, PT CPI Bantu 20 Poktan Hadapi Pandemi

Jum’at, 23 Oktober 2020 20:02
Kerja Sama PT CPI-BRG, 10 Desa Berlatih Kelola Lahan tanpa Bakar

Jum’at, 23 Oktober 2020 17:53
IPMAKA Sesalkan Pasien Diabetes Asal Bagan Batu Tak Dapat Perhatian

Jum’at, 23 Oktober 2020 17:46
Jubir Covid - 19 Kuansing Rilis 13 Pasien Positif, 1 Sembuh, 1 Meninggal

Jum’at, 23 Oktober 2020 17:42
Berita dan Video,
Kebakaran Hebat Terjadi di Palika Rohil



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 23 September 2020 13:42
Keluarga Besar UIN Suska Riau Tuntut Rektor Mundur

Konflik di tubuh UIN Suska Riau masih berlanjut. Kini keluarga besar UIN Suska menuntut sang rektor untuk mundur

Riauterkini - PEKANBARU - Puluhan massa yang terdiri dari Forum Keluarga Mahasiswa, Alumni, Dosen dan Karyawan UIN Suska Riau gelar aksi unjuk rasa di depan Kampus UIN Suska Riau, Rabu (23/09/20). Aksi itu menuntut Rektor UIN Suska Riau Akhmad Mujahidin mundur dari jabatannya.

Tuntutan itu berdasarkan adanya dugaan bahwa Akhmad Mujahidin melakukan tindak pidana korupsi dalam pembangunan gedung dosen, masjid, serta penyalahgunaan anggaran dan juga dana perjalanan dinas.

Koordinator Lapangan, Muhammad Aderman menjelaskan pihaknya tak hanya mendesak sang rektor mundur, tapi juga meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyelidiki dugaan korupsi tersebut.

"Kita minta Kementerian Agama segera mengganti rektor UIN Suska Riau," tegasnya.

Dalam dugaan tersebut, Aderman menerangkan bahwa telah ada temuan BPK yang datanya juga sesuai dengan fakta.

Massa juga minta agar hak dan demokrasi suara mahasiswa dan aktivitas kampus dikembalikan. "Kami minta dosen dan karyawan UIN Suska Riau bersatu untuk mengembalikan demokrasi. Bukan seperti saat ini pemilihan BEM UIN Suska Riau asal tunjuk saja, bahkan sudah terjadi hingga tiga kali, dimana demokrasi yang harusnya kita belajar demokrasi dari kampus. Saat ini justru tidak diterapkan," terangnya.

Selain itu, sebelumnya santer terdengar kabar terkait adanya intimidasi terhadap para mahasiswa yang melakukan aksi di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau. Mereka terancam akan diberhentikan Drop Out (DO).

Menanggapi hal tersebut, Forum Alumni UIN Suksa Riau melalui Kordinator Forum Alumni IAIN Susqa/UIN Suska, Said Ihsan, telah menyiapkan sejumlah pengacara sebagai dukungan terhadap para mahasiswa.

"Pengacara ini disiapkan untuk membantu para mahasiswa yang diancam diberhentikan oleh pihak kampus," tegasnya.*(arl)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 


Berita Pendidikan lainnya..........
- Pasca Terbakar, Pemkab Rohul Carikan Solusi Perbaikan 13 Ruangan SMPN 1 Rambah
- SMAIT Al Fityah Sukses Menjuarai Lomba Tahfidz Quran Tingkat SMA/SMK se- Riau.
- Bupati Inhil Resmikan Kampong Inggris AHRA ke-10
- Keluarga Besar UIN Suska Riau Tuntut Rektor Mundur
- Bukunya Dibedah, UAS Dipastikan Hadir
- Tinggalkan Kegiatan Berkesan, Perpisahan KBM Fakultas Hukum Unilak Bikin Warga Terharu
- UPP Rohul Resmikan Fakultas Kesehatan dan Kecantikan, Jadi Satu-satunya di Riau


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com