Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Selasa, 13 April 2021 23:23
Gedung KUA Rambah Berbasis SBSN Diresmikan, 2 KUA Lagi Menyusul Dibangun

Selasa, 13 April 2021 22:10
Lawan Covid-19, Pengendara Ranmor Harus Disiplin Prokes

Selasa, 13 April 2021 21:50
Wilayah Kecil, Mandau Tak Masuk Hitungan Program Pasar Ramadhan Disdagperind

Selasa, 13 April 2021 21:20
10 Samsat Baru di Provinsi Riau Siap Layani Masyarakat Awal Tahun Ini

Selasa, 13 April 2021 21:20
Keberadaan Batik Bengkalis Harus Dilestarikan

Selasa, 13 April 2021 19:24
DPMD Inhil Mengapresiasi Pemberian Penghargaan PWI Award 2021 Kepada Bupati Inhil dan 5 Kades

Selasa, 13 April 2021 19:20
Bupati Inhil Buka Rakor Pemutakhiran Data Profil Desa dan Kelurahan Tahun 2021

Selasa, 13 April 2021 16:50
Pemkab Bengkalis Usulkan Jembatan Pulau Bengkalis dan Rupat ke Jokowi

Selasa, 13 April 2021 16:50
Ramadhan Hari Pertama, Harga Cabe dan Ayam Ras Naik

Selasa, 13 April 2021 16:25
Bupati Bengkalis Resmikan Dua UPT Puskesmas


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 17 Maret 2014 07:12
Titik Api di Riau tak Terdeteksi Satelit

Guyuran hujan merata di hampir seluruh wilayah Riau terbukti efektif padamka kebakaran hutan dan lahan. Satelit NOAA 18 tak lagi menemukan titik api.

Riauterkini-JAKARTA- Berdasarkan hasil laporan yang diterim BNPB, pada hari ini, Ahad (16/3/14) sore satelit NOAA18 sudah tidak mendeteksi titik api atau sama dengan jumlah nol titik api di Riau. Sementara itu, satelit Aqua/Terra (MODIS) mendeteksi hanya ada 7 titik api, 5 berada di Dumai dan 2 di Inhil.

"Hari ini terjadi hujan ringan- sedang di Siak, Bengkalis, Meranti, Pelalawan, Tembilahan, Pekanbaru, dan Rengat. Untuk Visibility atau jarak pandang per jam 16.00 WIB, Pekanbaru 1.5 kilometer, Rengat 6 kilometer, Pelalawan 0.6 kilometer, dan Dumai 4 kilometer," kata Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB di Jakarta, Ahad (16/3/14) malam.

Untuk ISPU atau ukuran udara per jam 13.00-15.00 WIB, sebut Sutopo sudah menunjukkan perbaikan kualitas udara di semua lokasi kecuali Libo 401 psi. Sementara itu, ISPU di Pekanbaru 119 psi, Rumbai 106 psi, Minas 111 psi, Duri camp 97 psi, Duri field 189 psi, Dumai 40 psi, Bangko 270 psi, Petapahan 97 psi.

"Water bombing totalnya 181 kali di area Dumai dan sekitarnya, Kamov 72 kali dan Sikorsky 109 kali di area Pelintung Dumai. Untuk TMC total 11 ton dengan 2 Hercules TNI AU menabur 10 ton dan Cassa 1 ton," terangnya.

Sutopo menuturkan, Satgas penegak hukum sudah menetapkan 62 orang tersangka dan 1 Korporasi (PT. NSP). Sementara itu, pasukan pemburu pembakar hutan dan illegal logging sudah bergerak ke lapangan, banyak pembalak liar yang lari dan kayu disita sebagai barang bukti.

"Satgas darat berhasil memadamkan 166 titik api seluas 19.538 hektar. Masih ada 7 titik api yang belum padam yaitu di Bengkalis 6 titik dan Siak 1 titik," sebutnya.

Sedangkan untuk Manggala Agni lanjut Sutopo, beroperasi di Dumai dengan 2 regu di cagar Biosfir, Bengkalis di bukit batu 2 regu, Pekanbaru di Siak Hulu, Rengat 2 regu. "Masih perlu bantuan oksigen untuk personil yang bertugas di lapangan. Dan untuk Satgas kesehatan sudah dibentuk organisasi, membuat kesepakatan dengan seluruh Dinas Kesehatan untuk kebijakan berdasar nilai ISPU jika nilai ISPU 200-299 psi kelompok khusus diliburkan, jika ISPU > 300 seluruh aktivitas publik diliburkan. Masker yang sudah dibagi 1,6 juta buah," jelas Sutopo.

Lebih jauh Sutopo mengatakan, akibat dampak asap ini telah menimbulkan pengungsian 183 jiwa (49 KK) di Desa Kuantang Besar, Kecamatan Bunga Raya, Kabupaten Siak. "Besok pagi pukul 07.00 WIB akan dilakukan apel satgas terpadu dihadiri Presiden SBY," tuturnya.***(jor)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
kebenaran
wah..jangan bertengkar..atuk annas dan pendukungnya harus instropeksi diri..jangan marah..atuk kan memang suka Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN) dan tak becus mengatasi persoalan kabut asap...kalau diberi tahu langsung, ngamuklah dieeeeee....atuk kan gitu orangnya h

GERTAK ATAN %@!*
GERTAK ATAN,, KALAU TAK DAPAT PROYEK JANGAN NGAMUK DAN MENGHUJAT ORANG LAIN DI MEDIA,,, SAMPAIKAN KEPADA ORANG NYA LANGSUNG,, LAIN KALI KALO TAK DAPAT PROYEK KRN TAK PUNYA MODAL,, JANGAN NGAMUK DI MEDIA,, TAK BAIK DIBACA OLEH GENERASI MUDA...

GERTAK ATAN (Gerakan Jitak Kepala Atuk Annas)
berarti bencana asap segera berakhir..tapi jika pemerintahan atuk annas tidak dikontrol dengan cermat, bencana lain pasti akan datang...sekarang menantunya menjabat eselon 2 di setda prov riau, lalu anak atau adiknya jadi wabup rohil..anak dan menantunya butuh jabatan dan harta juga,,tanyalah orang

Jitak
Mari Kia Buat : Gerakan Jitak Kepalo Atuk Annas..di singkat: GERTAK ATAN


Berita lainnya..........
- Anomali Cuaca, BMKG Ingatkan Warga Kuansing Potensi Angin Kencang Lanjutan
- Angin Kencang di Kuansing Terbangkan Atap Rumah dan Tumbangkan Pohon
- Ditinggal Kekebun, Rumah Warga Duri Ludes Dilalap Api
- Warga Batang Nilo, Pelalawan Desak PT Adei Platation Kembalikan Lahan Pemakaman
- Belasan Kawanan Gajah Liar Rusak Perkebunan Milik Warga di Kuansing
- Raih 955 Poin, Kepala.DPPPA Optimis Pekanbaru Boyong KLA Utama di HAN 2021
- SKKMIGAS Lakukan Monev PPM BOB PT BSP-Pertamina Hulu di Dayun, Siak.


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com