Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Selasa, 13 April 2021 23:23
Gedung KUA Rambah Berbasis SBSN Diresmikan, 2 KUA Lagi Menyusul Dibangun

Selasa, 13 April 2021 22:10
Lawan Covid-19, Pengendara Ranmor Harus Disiplin Prokes

Selasa, 13 April 2021 21:50
Wilayah Kecil, Mandau Tak Masuk Hitungan Program Pasar Ramadhan Disdagperind

Selasa, 13 April 2021 21:20
10 Samsat Baru di Provinsi Riau Siap Layani Masyarakat Awal Tahun Ini

Selasa, 13 April 2021 21:20
Keberadaan Batik Bengkalis Harus Dilestarikan

Selasa, 13 April 2021 19:24
DPMD Inhil Mengapresiasi Pemberian Penghargaan PWI Award 2021 Kepada Bupati Inhil dan 5 Kades

Selasa, 13 April 2021 19:20
Bupati Inhil Buka Rakor Pemutakhiran Data Profil Desa dan Kelurahan Tahun 2021

Selasa, 13 April 2021 16:50
Pemkab Bengkalis Usulkan Jembatan Pulau Bengkalis dan Rupat ke Jokowi

Selasa, 13 April 2021 16:50
Ramadhan Hari Pertama, Harga Cabe dan Ayam Ras Naik

Selasa, 13 April 2021 16:25
Bupati Bengkalis Resmikan Dua UPT Puskesmas


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 15 Maret 2014 10:55
Padamkan Karhutla di Riau, 2.500 Prajurit TNI Dikirim dari Jakarta

Pagi ini, sebanyak 2.500 prajurit TNI berangkat dari Jakarta. Mereka ditugaskan membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Riau.

Riauterkini-JAKARTA- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beserta rombongan dijadwalkan sore ini, Sabtu (15/3/14) akan berkunjung ke Riau untuk meninjau langsung ke lapangan operasi penanggulangan kabut asap. Rencanannya Presiden bertolak dari Jakarta menuju Padang, Sumbar, dari Padang Presiden menggunakan jalur darat ke Riau.

"Sore ini Bapak Presiden akan berkunjung ke Riau via Padang. Dari Padang menggunakan jalur darat ke Riau. Presiden akan melihat langsung operasi di lapangan dan setelah itu akan menyerahkan kepada Kepala BNPB," kata Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sabtu (15/3/14) di Jakarta.

Menurut Sutopo, hari ini Sabtu 15 Maret dilaporkan masih banyak titik api di sejumlah kabupaten/kota di Riau sehingga asap masih pekat. Berdasarkan Hotspot dari satelit NOAA berjumlah 16 titik: Bengkalis 3 titik, Dumai 1 titik, Inhil 11 dan Meranti 1 titik. "Sementara dari satelit Terra/Aqua MODIS total 162 titik yang konsentrasinya di wilayah Riau bagian Utara," sebut Sutopo.

Dijelaskannya, sampai saat ini kabut asap masih menyelimuti Riau khususnya Rohil, Bengkalis, Siak, Rohul, Pekanbaru, Kampar, Pelalawan, Inhil dan Inhu, bahkan sampai ke wilayah Sumbar. Walapun lanjut Sutopo, Jumat malam Pekanbaru diguyur hujan selama 10 menit.

"Kualitas udara dalam kondisi berbahaya, nilai ISPU Bengkalis, Siak, Pekanbaru, Rohul, Kampar, Pelalawan, Kuansing > 300 psi, sehingga sekolah masih diliburkan. Visibility Pekanbaru pagi ini 500 meter. Di Kandis asap mulai menipis dan sinar matahari tembus ke permukaan," terang Sutopo.

Maka dengan kondisi tersebut, Sutopo menilai, helikopter akan dipindahkan di Dumai untuk meningkatkan intensitas water bombing di wilayah bagian Utara. Apalagi sebutnya, akan datang 1 brigade TNI sebanyak 2.500 personil dari Jakarta via Padang, terdiri dari 2 batalyon AD, 1 batalyon AU dan 1 batalyon AL untuk memperkuat pasukan di Riau dalam pemadaman titik api dan mempersempit ruang gerak para pembakar dan ilegal logging.

"Sabtu pagi pukul 08.00 WIB dilakukan appel kesiapsiagaan pasukan TNI di Lanud Halim Perdana Kusuma. Panglima TNI dalam pengarahannya, mengatakan, agar TNI melaksanakan operasi militer selain perang secara total. Musuh kalian saat ini adalah api dan asap," kata Sutopo menirukan ucapan Panglima TNI.

Untuk operasi terpadu sendiri, sebut Sutopo dalam mengatasi bencana asap akibat kebakaran lahan dan hutan di Sumatera dan Kalimantan, BNPB menyediakan anggaran Rp 500 miliar. "Dana ini untuk operasi water bombing, modifikasi cuaca, operasional pengerahan pasukan dan pemadaman di darat, dan peralatan, logistik, transportasi dan lainnya," ujarnya.***(jor)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
objektif
Ternyata pmerintah pusat juga yang harus turun tangan. Ada atau nggak ada pemda sama aja, gak ngaruh ngadapin kabut asap

keprihatinan
Terima kasih pak Presiden SBY telah ambil penanganan kabut asap dan kebakaran lahan khusus diriau kami warga riau sangat salut dengan pak SBY dan pak Panglima Tni karna pemimpin diriau sdah malu tiap tahun asap dan api bosan.

fachry
trim tni aku bangga dengan anda setiap rakyat menderita tni berada di garda terdepan maju truss pejabat dan anngota dewan riau semua belajar dari jiwa tni

salut
Salut buat TNI AD, AU dan AL, kalian benar2 pejuang bangsa, yg lain hanya bisa bicara. Terimakasih kami rakyat yg menderita oleh asap kepada bpk Panglima TNI dan jajarannya. Salut pak. Hidup TNI hidup Rakyat.

Hambe sahaye
Ya gtu dong pak cpt bergerak bila perlu kerahkan pejabat dan pns diriau, sdh lama km di inhu diselimuti asap,anak2 km gak sklh, orng bnyk ssk npas,malu juge rase e tiap taon mslh ini je sampai kepresiden kmne aje pejabat riau ni


Berita lainnya..........
- Anomali Cuaca, BMKG Ingatkan Warga Kuansing Potensi Angin Kencang Lanjutan
- Angin Kencang di Kuansing Terbangkan Atap Rumah dan Tumbangkan Pohon
- Ditinggal Kekebun, Rumah Warga Duri Ludes Dilalap Api
- Warga Batang Nilo, Pelalawan Desak PT Adei Platation Kembalikan Lahan Pemakaman
- Belasan Kawanan Gajah Liar Rusak Perkebunan Milik Warga di Kuansing
- Raih 955 Poin, Kepala.DPPPA Optimis Pekanbaru Boyong KLA Utama di HAN 2021
- SKKMIGAS Lakukan Monev PPM BOB PT BSP-Pertamina Hulu di Dayun, Siak.


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com