Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Rabu, 5 Agustus 2020 15:29
Warga Rohul Tewas Tenggelam di Sungai Kampar Dekat PLTA Koto Panjang

Rabu, 5 Agustus 2020 15:25
Antisipasi Covid-19 Danrem 031/WB Ingatkan Prajurit Kodim 0302 Inhu Tetap Berolahraga

Rabu, 5 Agustus 2020 14:08
Batasi Pertemuan dengan Siswa, SMP Taruna Andalan Pelalawan Belajar Sistem Daring

Rabu, 5 Agustus 2020 14:04
Resmikan SMPN 6 Kuantan Mudik, Bupati Kuansing Harap Lahirkan SDM Unggul

Rabu, 5 Agustus 2020 13:58
Gasak Ratusan Juta Milik Nasabah,
Komplotan Maling Ganjal Tusuk Gigi di Mesin ATM Diringkus Polres Bengkalis


Rabu, 5 Agustus 2020 13:38
Mankir, Polda Jadwal Ulang Pemeriksaan Mantan Anggota DPRD Bengkalis

Rabu, 5 Agustus 2020 13:36
Didukung Perusahaan, Karhutla Riau Alami Penurunan Signifikan

Rabu, 5 Agustus 2020 12:14
Polres Bengkalis Musnahkan Sabu 13,6 Kg

Rabu, 5 Agustus 2020 11:39
Bertahun Beroperasi, PT SIPP di Duri Belum Miliki Sejumlah Izin 

Rabu, 5 Agustus 2020 10:20
Kantongi SK PKS-PAN, EZA Langsung Tancap Gas Menuju Pilkada Dumai


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 12 Mei 2011 18:04
Intrusi Air Laut Rusak 300 Hektar Kebun Kelapa Sebuah Desa di Inhil

Intrusi air laut di Inhil kian ganas. 300 hektar kebun kelapa warga Desa Sungai Terap, Tanah Merah rusak dan tak bisa lagi menghasilkan buah untuk kopra.

Riauterkini-TEMBILAHAN - Sekitar 300 hektar lahan perkebunan kelapa di Desa Sungai Terap, Kecamatan Tanah Merah rusak total akibat terjangan intrusi air laut. Akibat lahan tersebut tidak produktif lagi, maka dibiarkan terlantas oleh pemiliknya.

Para pemilik perkebunan kelapa tersebut membiarkan lahan tersebut membiarkan lahannya tidak terawatt, karena untuk meremajakan lahan perkebunan tersebut memerlukan dana sangat besar, kecuali mengharapkan bantuan Pemkab Inhil. Kepala Desa Sungai Terap, Abdul Razak menjelaskan lahan yang rusak tersebut terletak di tiga batang parit, dikarenakan tanggul penahannya banyak yang jebol, sehingga air laut naik ke lahan perkebunan saat pasang naik. “Pada awalnya lahan perkebunan di daerah ini cukup baik dan menghasilkan , Tapi setelah kanal-kanal yang dibuat oleh PT Pulau Sambu mengalami kerusakan, maka intrusi air laut ke lahan warga makin tidak terkendali sampai rusak seperti saat ini,” ungkap Kepala Desa Sungai Terap, Abdul Razak kepada riauterkini.com, Kamis (12/5/11).

Untuk itu warga disekitar kawasan tersebut mengharapkan Pemkab Inhil membangunkan tanggul pengaman perkebunan kelapa mereka tersebut. Karena kalau tidak dibangunkan tanggul, maka lahan penghidupan mereka ini selamanya akan terbiar.

"Makanya warga di Desa Sungai Terap, terutama yang ada di tiga batang parit dimana lahan perkebunan mengalami kerusakan total mengharapkan Pemda Inhil untuk membangunkan tanggul dalam rangka untuk memperbaiki lahan perkebunan mereka tersebut," kata Abdul Razak.

Warga juga, sebutnya mengharapkan dibangunnya jalan penghubung desa Sungai Terap dengan ibukota Kecamatan Keritang.

"Selama ini warga memang bisa menuju ke Desa Sungai Asam untu menuju ibukota Kecamatan Keritang hanya saja jalan yang dilalui adalah jalan setapak yang melewati lahan perkebunan masyarakat, dengan jarak tempuhnya sekitar 8 kilometer,” sebutnya.

Untuk itu dikatakannya lebih jauh, masyarakat di desanya sangat mengharapkan agar pembangunan badan jalan tersebut bisa dilaksanakan oleh Pemkab Inhil. Sebab itu nantinya tentu akan mempermudah masyarakat yang ingin bepergian, terutama ke Kecamatan Keritang, yang selama ini dirasakan sangat jauh, meski jarak cukup dekat.***(mar)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Bupati Inhil Tinjau Lokasi Longsor di Kecamatan Tembilahan Hulu
- Kawanan Gajah Sambangi Kebun Sawit Warga Semunai
- Dinas PUPRKPP Riau Perbaiki Portal Jembatan Letton yang Nyaris Tumbag
- Belum Diumumkan Sebagai Kakan Kemenag, Hasil Tracking MR Ada Warga Pelalawan Tertular Corona
- Ayo, Uji Nyali di Derasnya Jeram Sungai di Pangkalan Indarung, Kuansing
- Bangun Pusat Konservasi Harimau Sumatera, BBKSDA Riau MoU dengan Yayasan Arsari Djojohadikusumo
- PKS PT SIPP Duri Diduga Picu Polusi, RSF Sebut Kesehatan Masyarakat Harus Dijaga


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com