Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Ahad, 28 Nopember 2021 10:54
Alokasi Rp10 M, Askori Realisasikan Pokir Bangun Akses Perkebunan dan Permukiman di Bengkalis

Ahad, 28 Nopember 2021 09:02
Pertama di Riau, Santun Sihombing Nahkodai DPK Permigastara Bengkalis

Sabtu, 27 Nopember 2021 17:14
Terpilih Aklamasi, Mastur Nahkodai APINDO Inhu

Sabtu, 27 Nopember 2021 15:38
Gelar Rakerwil 2021, AMSI Riau Bahas Program Kerja 2022

Sabtu, 27 Nopember 2021 15:34
Gubernur Riau Promosikan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Riau

Sabtu, 27 Nopember 2021 14:48
Monitor dan Evaluasi, Pembimbing Residensi Mahasiswa STIKes HTP Datangi Dinkes Bengkalis

Sabtu, 27 Nopember 2021 13:10
Diwarnai Kue Ultah dan Tembang Armada,
Festival Lagu Daerah Piala Camat Mandau 2021 Resmi Dibuka


Sabtu, 27 Nopember 2021 12:03
TAPD Pekanbaru Gelar Rapat Pembahasan APBD Tahun 2022 dengan Banggar DPRD

Sabtu, 27 Nopember 2021 10:17
Tanam Perdana Sawit Rakyat, Erick Thohir Apresiasi PTPN V Sediakan Bibit Unggul ke Petani

Sabtu, 27 Nopember 2021 10:13
Proyek Terus Digesa, Inilah Masalah Pengerjaan IPAL Pekanbaru


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 18 Oktober 2021 17:29
Faith for Climate Justice, Komunitas Agama Serukan Pemerintah Serius Tangani Krisis Iklim

Rangkaian kampanye Faith for Climate Justice, Yayasan Dai Konservasi Rimbang Baling menggelar webinar. Pemerintah diminta tangani krisis iklim.

Riauterkini-PEKANBARU-Komunitas Agama di seluruh dunia melakukan kampanye Faith for Climate Justice (Iman untuk Keadilan Iklim) pada 17-18 Oktober 2021. Dalam kampanye itu, pemerintah diminta menangani serius krisis iklim. Di Indonesia kegiatan dilaksanakan di Jakarta dengan membentangkan spanduk besar di Masjid Istiqlal, Gereja Katedral, dan Santa Theresia.

Di Riau, Yayasan Dai Konservasi Rimbang Baling melaksanakan webinar dengan tema "Katakan Tidak pada Deforestasi" dan mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Dalam surat terbuka tersebut, Yayasan Dai Konservasi Rimbang Baling meminta presiden untuk menghentikan deforestasi khususnya di Rimbang Baling, memuliakan masyarakat dengan memulihkan hutan dan peningkatan kesejahteraan, mengelola sumber daya alam dengan kebijakan pro lingkungan, memberikan sanksi tegas bagi pelaku usaha yang merusak lingkungan, menggunakan energi bersih dalam berbagai sektor dan menerapkan penyaringan kerjasama dengan pihak luar (khususnya sektor lingkungan) dengan berkeadilan.

Webinar yang dilaksanakan pada 18 Oktober 2021 bekerjasama dengan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Suska dan GreenFaith mendapat tanggapan antusias oleh 50 peserta yang mengikutinya.

Ketua Yayasan Dai Konservasi Rimbang Baling, Asben. SPdl menyatakan peran dai dalam upaya penyelamatan lingkungan sangat penting karena ini adalah dakwah untuk membentuk masyarakat sejahtera dalam suasana ke-Islaman.

" Kami berupaya mengingatkan umat Islam untuk menjaga alam karena itu merupakan kewajiban, jangan wariskan alam yang rusak kepada generasi selanjutnya,” tambahnya

Tercatat sebanyak 441 aksi komunitas lintas agama dari 43 negara ambil bagian dalam kampanye ini sebagai upaya menggaungkan suara-suara akar rumput akan keprihatinan perubahan iklim. Aksi-aksi ini digelar menjelang pelaksanaan COP 26 (pertemuan negara-negara membahas perubahan iklim) yang akan dilaksanakan di Inggris bulan November 2021.

Nana Firman, Senior Ambassador GreenFaith menyatakan bahwa kegiatan webinar dan pengiriman surat terbuka untuk Presiden RI dalam kampanye Faith for Cimate Justice ini adalah aksi damai dari komunitas beragama sedunia untuk mengingatkan pemimpin dunia berkomitmen dalam menangani krisis iklim bukan hanya sekedar janji karena krisis itu sudah nyata.

Nana aktifis muslim yang tinggal di Amerika Serikat mengatakan bahwa dirinya bersama dua rekan akan hadir di COP mewakili komunitas beragama dan perempuan menyuarakan aspirasi-aspirasi ini.

Sementara itu, Dr. Nurdin MA, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Suska periode 2018-2021 menyatakan bahwa seorang muslim berkewajiban untuk menjaga alam karena itu adalah syariat dasar agama.

"Tidak sempurna iman seseorang jika tidak peduli pada lingkungan,” katanya.

Dr. Nurdin menyampaikan pesan jangan sampai umat Islam menjadi kafir ekologi oleh karena itu semua lapisan masyarakat dan pemerintah harus melaksanakan peran menjaga lingkungan.*(H-we)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Jaga Kelestarian Hutan,
Polres, Pemkab Kuansing dan RAPP Patroli Udara

- Penambangan Pasir, DPRD Bengkalis Dengar Pendapat Mahasiswa Rupat
- Wisata Air Terjun Guruh Gemurai Keruh, Pengunjung Mengeluh
- Disbud Riau Ekspose Penelitian Potensi Kawasan Hutan Purbakala Kuansing
- Berita dan Video,
Sungai Singingi Luluh-lantak.dan Perlu Pemulihan Integral

- Buaya Sepanjang 5 Meter Muncul di Sungai Desa Sialang Panjang, Inhil
- BBKSDA Riau Evakuasi Tapir dari Kebun Warga Kuansing


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com