Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 23 Oktober 2021 12:08
Gelar Ramor dan Konsolidasi, PAC PBB Meranti Incar Sukaes di Pemilu.2024

Sabtu, 23 Oktober 2021 09:21
Sembuh 1, Penambahan Pasien Positif Covid - 19 Kuansing Nihil

Sabtu, 23 Oktober 2021 07:19
Hari Keempat Serbuan Vaksinasi BAIS TNI, 1.509 Warga Kabupaten Pelalawan, Riau Dapat Vaksin Astrazeneca

Jum’at, 22 Oktober 2021 22:19
Sekdaprov Serahkan Kasus Hukum Membelit Pejabat BRK

Jum’at, 22 Oktober 2021 21:13
OTT Bupati Kuansing, Tiga Lokasi di Pekanbaru Digeledah KPK

Jum’at, 22 Oktober 2021 20:08
Terapkan Prokes, Lapas Tembilahan Fasilitasi Pernikahan Seorang Napi

Jum’at, 22 Oktober 2021 17:44
23 November 2021, FWKLA Kota Pekanbaru Bakal Dikukuhkan Walikota

Jum’at, 22 Oktober 2021 16:15
Tiang Trafo PLN di Bengkalis Tumbang, Listrik Sei. Alam-Sekodi Padam

Jum’at, 22 Oktober 2021 16:07
Lantik 65 Pejabat di Tiga Rumah Sakit, Sekdaprov Minta Tertib Administrasi

Jum’at, 22 Oktober 2021 13:36
Pungli Surat Tanah, Seorang Kades dan Stafnya Ditangkap Polres Rohul


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 22 September 2021 07:01
Tim BBKSDA Riau Lepas Liarkan Python Reticulatus ke Habitatnya

BBKSDA Riau menerima ular Python reticulatus dari warga Pelalawan. Kini ular itu dilepas liarkan.

Riauterkini-PEKANBARU-Selasa, (21/9/21), Balai Besar KSDA Riau menerima satu ekor ular sawah/sanca batik (Malayopython reticulatus / Python reticulatus) hasil rescue seorang warga bernama Amar atau yang lebih dikenal dengan Amar_pd di kebun sawit Desa Sungai Buluh, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan Riau.

Demikian diungkapkan Plh. Kepala Balai Besar KSDA Riau, Hartono, Rabu (22/9/21). Menurutnya, ular berjenis kelamin betina, dengan berat sekitar 120 kg dan panjang lebih dari 9 meter tersebut diperkirakan berumur lebih dari 30 tahun.

"Kronologis kejadian, saat itu perkebunan akan diolah dan jika tidak diselamatkan ular akan dibunuh warga karena warga ketakutan mengingat ukurannya yang sangat besar. Amar yang memang pecinta reptil mendapat kabar tersebut dan berinisiatif untuk memindahkan ular ke alamnya yang baru yang jauh dari keramaian penduduk. Segera penyelamatan dilakukan dan ular diserahkan ke Balai Besar KSDA Riau," terangnya.

Setelah menerima satwa tersebut, Balai Besar KSDA Riau segera melepasliarkan di habitatnya. Yaitu kawasan konservasi yang jauh dari pemukiman penduduk.

"Tim harus menempuh perjalanan masuk ke dalam kawasan dengan berjalan kaki menyusuri sungai dan perbukitan sekitar 1 jam untuk pelepasliaran ular tersebut. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan Tim menyatukan ular kembali ke alam liarnya," terang Hartono.

Ular sawah/sanca batik (Malayopython reticulatus/ Python reticulatus) menurut Hartono salah satu satwa dengan status kategori tidak dilindungi. Namun dalam perjanjian internasional tentang spesimen tumbuhan dan satwa liar yang mengakibatkan kelestarian spesies tersebut terancam (CITES), jenis ular ini masuk dalam kategori appendiks II yaitu spesies yang tidak terancam kepunahan, tetapi mungkin terancam punah bila perdagangan terus berlanjut tanpa adanya pengaturan.

Pengaturan tersebut berupa adanya pembatasan kuota tangkap/ambil yang tidak dlindungi yang masuk dalam appendik CITES ataupun non appendik CITES. Kuota ini ditetapkan oleh Dirjen KSDAE setiap tahunnya berdasarkan rekomendasi dari LIPI dan berlaku untuk satu tahun, adapun dasar dalam penetapan kuota tersebut berdasarkan Kepmenhut No. 447/Kpts-II/2003 tentang Tata Usaha Pengambilan atau Penangkapan dan Peredaran Tumbuhan dan satwa liar.

"Setelah dilakukan pelepasliaran, ular terlihat sangat bersemangat masuk ke dalam semak untuk kemudian menyatu dengan lingkungan barunya," pungkasnya.*(H-we)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Lakukan Inovasi, Seorang Kader Kesehatan Inhu Raih Penghargaan Nasional
- Hasil Dinekrosi, Harimau Terjerat di Bengkalis Mati Kelaparan
- Faith for Climate Justice, Komunitas Agama Serukan Pemerintah Serius Tangani Krisis Iklim
- Memeriahkan Hari Pangan Sedunia 2021, RAPP dan APR Mengadakan Lomba MPASI
- Ditemukan Warga, Tim BBKSDA Riau Evakuasi Bangkai Harimau Sumatera
- Kesalimasy Terima Bantuan Pondok Kerja Budi Daya Mangrove dari Poltek Bengkalis
- Didamping Gubri, Menteri ESDM Berkunjung ke PT. PHR


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com