Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Rabu, 22 September 2021 20:21
Pelaku Pencuri Kabel di RSUD Puri Husada Tembilahan Berhasil Diringkus Polisi

Rabu, 22 September 2021 16:49
Pemprov Silahkan Kejari Kuansing Periksa Kadis ESDM Riau

Rabu, 22 September 2021 16:44
Bupati Pelalawan Harapkan HIPMI Jadi Leader Penggerak Ekonomi Pelalawan

Rabu, 22 September 2021 16:38
Bentrok Eks Karyawan PT Padasa, Ini Penjelasan Polres Kampar

Rabu, 22 September 2021 16:34
Dipimpin Ginda, Paripurna DPRD Pekanbaru Berjalan Lancar

Rabu, 22 September 2021 16:32
Dibuka Camat Mandau, MTQ Air Jamban Ke - 2, Berlangsung Meriah

Rabu, 22 September 2021 16:27
Evakuasi Anak-Anak Ditengah Konflik, Begini Penjelasan TNI AU

Rabu, 22 September 2021 15:08
Terapkan Prokes dengan Ketat, Pelatihan Public Speaking IMM PK Hisyam Berlangsung Sukses

Rabu, 22 September 2021 13:36
Tim Yustisi Covid-19 Inhil SIdang di Tempat 3 Pelanggar Prokes

Rabu, 22 September 2021 13:31
Disupport Mabes Polri dan Polda Riau, UMRI Kembali Gelar Vaksinasi untuk 4.000 Peserta


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 17 Juli 2021 17:24
SKK Migas-Chevron Dukung RSF Rintis Penerapan Sistem Agroforestri Ramah Gajah

Sistem Agroforestri Ramah Gajah dirintis RSF didukung Chevron-SKK Migas. Usai ditandatangani, akan segera diterapkan.

Riauterkini-PEKANBARU-Rimba Satwa Foundation (RSF) didukung SKK Migas-PT Chevron Pacific Indonesia (PT CPI) merintis penerapan sistem agroforestri ramah gajah di Kabupaten Bengkalis, Riau. Hal itu termaktub dalam “Peta Usulan Ruang Gajah - Manusia di Desa Balai Raja dan Desa Pinggir” yang di tandatangani bersama antara Kepala BBKSDA Riau Suharyono bersama para pemangku kepentingan di Desa Balai Raja, Pinggir, Jumat kemarin.

Demikian diungkapkan Kepala BBKSDA Riau, Suharyono Sabtu (17/7/21). Ia mengharapkan sistem ini menjadi salah satu solusi mitigasi konflik gajah dan manusia dengan cara memilih jenis tanaman agroforestri yang tidak disukai gajah, namun tetap bernilai manfaat ekonomi bagi masyarakat. 

“Inisiatif ini adalah bentuk inovasi dalam penanganan konflik gajah dan manusia, sekaligus mendukung kami dalam upaya mendorong koeksistensi gajah dan  manusia sesuai arahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Inisiatif ini juga menyentuh masyarakat karena berkaitan dengan peningkatan ekonomi dan ketahanan pangan,” kata Suharyono. 

Acara yang berlangsung semi virtual diikuti Kasie Perlindungan, KSDAE, dan Pemberdayaan Masyarakat KPH Mandau Pahrurrozi, Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut Rikky Rahmat Firdaus dan GM Government Affairs PT CPI Fandi Bangsawan. 

Fandi Bangsawan mengatakan, peta tersebut merupakan hasil workshop partisipatif pada April 2021 lalu yang melibatkan masyarakat dari kedua desa tersebut. Sebagai pelopor, sebanyak 14 warga bersedia lahan mereka dijadikan lahan agroforestri. Total lahannya seluas 21 hektar. Warga tersebut juga mendapatkan bibit tanaman kopi, jengkol, petai, alpukat dan gaharu. 

“Dukungan dari SKK Migas dan PT CPI diharapkan dapat bersinergi dengan upaya konservasi satwa liar, terutama yang berdekatan dengan area kerja kami. Program konservasi gajah tahun ini memfokuskan pada pemulihan habitat gajah Sumatra dan memitigasi konflik gajah dan manusia,” kata Fandi. 

Melalui program pengembangan masyarakat SKK Migas dan PT CPI di bidang lingkungan, tambahnya, kegiatan tahun 2021 ini dilaksanakan melalui pendanaan cost recovery dan bekerjasama langsung dengan Rimba Satwa Foundation (RSF) yang didukung oleh BBKSDA Riau.  

"Pada tahun lalu, SKK Migas-PT CPI bekerja sama dengan Perkumpulan Gajah Indonesia (PGI) dan RSF menyerahkan bantuan berupa GPS Collar dan camera trap untuk memantau pergerakan kawanan gajah di Balai Raja dan Giam Siak Kecil. Selain itu, kegiatan yang dilaksanakan berupa smart patrol dan pembinaan habitat di Hutan Talang," terangnya.  

Sementara itu, Direktur RSF Zulhusni Syukri mengatakan, program tersebut mampu mengurangi ancaman secara signifikan terhadap populasi Gajah Sumatra sesuai arahan Rencana Aksi Mendesak tahun 2020 - 2023 yang diterbitkan oleh KLHK. Sehingga konflik antara gajah dan manusia dapat dihindarkan. Program ini didukung oleh Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE)-KLHK dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau (BBKSDA) Riau. 

Penerapan sistem agroforestri diharapkan dapat meminimalisasi konflik gajah dan manusia yang dipicu masalah kerusakan tanaman dan kerugian masyarakat. Selain daftar tanaman di atas, jenis tanaman lainnya yang tidak disukai gajah namun tetap bernilai manfaat ekonomi bagi masyarakat adalah kakao, kemiri, cabe, nilam, durian, dan lemon. 

Gajah Sumatra merupakan salah satu satwa dilindungi di Indonesia. Pada 2021, Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) mengkategorikannya sebagai satwa yang sangat terancam punah, salah satu penyebabnya adalah konflik antara gajah dan manusia.  

Peningkatan penggunaan lahan dan pertumbuhan populasi manusia mengakibatkan maraknya konversi lahan di wilayah yang menjadi habitat gajah, termasuk di Riau. Berbagai upaya memitigasi konflik antara gajah dan manusia telah dilakukan oleh pemerintah, organisasi non-pemerintah, perusahaan  maupun perguruan tinggi di Riau. 

"Sistem agroforestri merupakan hal yang baru termasuk bagi kami. Tapi, ini menjadi salah satu alternatif yang sudah diperhitungkan agar masyarakat lebih menerima gajah karena sistem ini dapat mengurangi tingkat kerugian masyarakat," pungkasnya.*(H-we)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Tim BBKSDA Riau Lepas Liarkan Python Reticulatus ke Habitatnya
- Jelang Akhir Tahun, Kapolres Minta 70 Persen Masyarakat Kuansing Sudah Divaksin
- Mengecat Gapura, Pekerja Bangunan di Pekanbaru Kesetrum
- Setahun Rusak Ditabrak Tongkang, Dermaga Ransang, Pelalawan Belum Diperbaiki
- Harimau Penyerang Pekerja PT Uniseraya Tertangkap
- Sepekan Berlalu, Intruksi Buka Jalan Bupati Kuansing tak Digubris PT DPN
- Lestarikan Bumi Saat Pandemi, Apical Grup Bersinergi dengan Masyarakat Ciliwung


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com