Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Kamis, 3 Desember 2020 19:03
Enam Pasien Positif Covid-19 Kuansing Dinyatakan Sembuh

Kamis, 3 Desember 2020 19:00
Bawaslu RI-Kapolda Riau Lepas 50 Armada Tim Patroli Money Politic di Rokan Hulu

Kamis, 3 Desember 2020 18:58
Rambah Kawasan TNTN, KUD Tani Bahagia Di-Legal Standing

Kamis, 3 Desember 2020 18:58
Update Covid-19, Positif 179, Sembuh 161

Kamis, 3 Desember 2020 15:57
Bengkalis Siapkan Rp305 M untuk Penanggulangan Covid-19

Kamis, 3 Desember 2020 15:18
OJK: Masa Pandemi, Premi Asuransi di Riau Capai 1,583 Triliun

Kamis, 3 Desember 2020 15:15
Survey Charta Politika: Zukri-Nasarudin Unggul di Pilkada Pelalawan

Kamis, 3 Desember 2020 14:51
Transparansi BPHTB, Bapenda Bengkalis dan IPPAT Sepakat Lakukan Kerja Sama

Kamis, 3 Desember 2020 12:56
DLHK Pekanbaru Ajak Seluruh Masyarakat Nabung Sampah

Kamis, 3 Desember 2020 09:49
Disdukcapil Kuansing Serahkan e -KTP ke Warga Toar


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 3 Juli 2020 18:02
Gajah TWA Buluh China Melahirkan

Ngatini, gajah binaan BBKSDA Riau di TWA Buluh China melahirkan. Anaknya lelakik.

Riauterkini-PEKANBARU- Seekor anak Gajah telah lahir dari pasangan Gajah binaan Robin dan induk bernama Ngatini di TWA Buluh Cina pada Jumat Kliwon, 3 Juli 2020 sekitar pukul 05.00 wib.

Kepala Balai Besar KSDA Riau, Suharyono, segera meninjau ke lokasi didampingi drh Rini Deswita dan drh. Danang melakukan pengecekan kesehatan dan pemberian vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh, penambah darah dan nafsu makan.

Anak Gajah berjenis kelamin jantan dengan berat sekitar 50 kg terlihat sehat dan mulai menyusu pada induknya. Sang induk Ngatini, yang saat ini berumur 22 tahun juga terlihat sehat dan bersemangat menyantap makanan yang telah disiapkan para Mahout untuknya.

Suharyono menyambut gembira kelahiran satwa dilindungi binaan ini yang telah lama dinantikan. Bayi Gajahpun telah diberi nama Damar oleh Gubernur Riau, bapak Syamsuar. Nama tersebut diambil dari nama jenis pohon (Meranti) yang bisa juga bermakna pelita.

Disampaikan bapak Suharyono bahwa dengan berhasilnya kehamilan sampai satwa melahirkan cukup menunjukkan bahwa Taman Wisata Alam (TWA) Buluh Cina sebagai salah satu kawasan konservasi di Provinsi Riau masih cukup kondusif untuk mendukung kehidupan dan kelestarian satwa liar yang dilindungi.

"Semoga kelahiran bayi Gajah ini menjadi pertanda bagi keseriusan semua pemangku kepentingan dalam melestarikan Gajah Sumatera di bumi Melayu," harapnya.

Dengan kelahiran Damar ini diharapkan akan menambah antusiasme wisata alam di era normal baru.*(H-we)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Rambah Kawasan TNTN, KUD Tani Bahagia Di-Legal Standing
- DLHK Pekanbaru Ajak Seluruh Masyarakat Nabung Sampah
- Kementerian LHK Berikan Penghargaan Lifetime Achievement Award kepada Alm Haidir Anwar Tanjung
- Bupati Kuansing Imbau Warga Waspada Banjir
- Berita dan Video,
Masyarakat Rohil Diimbau Waspada Terhadap Banjir

- Polda Riau dan Gakkum KLHK Tindak Puluhan Sawmill Penampung Kayu Ilegal dari SM Rimbang Baling
- Sahabat Tagana Pantau Debit Air, Warga Diminta Waspada Banjir


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com