Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Kamis, 2 Juli 2020 18:20
Tambah Pos Chek Point Covid-19, Dishub Riau Sebut Perbatasan Masih Dijaga Ketat

Kamis, 2 Juli 2020 17:47
Amuk Riau Minta KPK Usut Dugaan Kasus Korupsi yang Menyeret Ketua DPRD Riau

Kamis, 2 Juli 2020 17:19
Pulang dari Makasar, Hasil Swab Warga Dumai Ternyata Positif

Kamis, 2 Juli 2020 15:48
Ketua DPRD Riau Disebut Terima Uang Ketok Palu

Kamis, 2 Juli 2020 15:39
Diprotes Terkait Transparansi UKT, Rektor UIn Suska Ajak Dialog Mahasiswa

Kamis, 2 Juli 2020 15:33
Anggaran Dialihkan Penanggulangan Covid-19, Tahun Ini Pelalawan Expo Ditiadakan

Kamis, 2 Juli 2020 15:24
SKK Migas-PT CPI Gelar WFD

Kamis, 2 Juli 2020 15:19
Dua Bandar Narkoba Ditangkap di Pelalawan

Kamis, 2 Juli 2020 14:59
10 RS Ini Masih Rawat Pasien Covid-19

Kamis, 2 Juli 2020 14:44
Ditargetkan Minggu Depan Cair,
BST Dinsos Bengkalis Akan Disalurkan Dua Bulan Sekaligus



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 12 Nopember 2019 11:29
Mirsal Gagas Kampung Biopori di Kelurahan Tangkerang Labuai

Kesadaran menciptakan lingkungan sehat mendorong Mirsal. Warga Pekanbaru ini menggagas Kampung Biopoti di Tangkerang Labuai.

Riauterkini - PEKANBARU - Persoalan tumpukan sampah di Kota Pekanbaru masih menjadi momok yang menakutkan bagi warga Kota Pekanbaru. Selain mengeluarkan bau yang menyengat tumpukan sampah juga menjadi penyebab utama banjir di Kota ini.

Melihat kondisi yang nyaris berlari-larut melanda Kota Pekanbaru, Mirsal salah seorang Kader Penggerak Kampung Berseri Asra Indah Madani Pekanbaru bersama warga Tangkerang Labuai mewujudkan Kampung Biopori untuk mengurai dan menanfaatkan sampah dalam kehidupan sehari-hari.

"Kami bersama perangkat Kecamatan Bukit Raya Optimis bisa membuat sejuta lubang Biopori di Tangkerang Labuai. Dengan begitu persoalan sampah, genangan air (banjir) bisa teratasi," ungkap Pria yang akrab dipanggil Aceng ini kepada Riauterkini.com Selasa (12/11/2019).

Dijelaskannya, Kampung Biopori itu adalah kawasan yang masyarakat telah sadar dengan manfaat dari sampah, mereka secara bersama membuat lubang - lubang kecil dihalaman rumah untuk tempat pembuangan sampah organiknya. Sementara sampah plastik dipisahkan untuk ditabung di bank sampah.

"Sampah rumah tangga seperti sisa nasi, tulang ikan, sayur mayur dan sebagainya akan dimasukkan kesetiap lubang Biopori yang telah dibuat dan ini akan didaur ulang oleh alam. Setelah 40 hari ini akan menjadi kompos yang berfungsi untuk pupuk tanaman," papar Aceng lagi.

Saat ini, pihaknya telah membuat 300 lubang Biopori di RW 5 keluahan Tangkerang Labuai Kecamatan Bukitraya.

" InsyaAllah, tahun 2020 sejuta lubang Biopori sudah ada di seluruh wilayah Tangkerang Labuai, " singkatnya. (dan)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- PT SRL dan Tim Gabungan, serta Masyarakat Berjibaku Padamkan Karhutla di Desa Pekantua
- Polda Riau Himbau PKS Tak Ambil TBS Sawit dari TNTN
- Kebakaran Lahan Ancam Pemukiman Warga Pinggiran Pekanbaru
- Tim Gabungan Padamkan Karlahut di Konsesi PT Arara Abadi
- Lahan PT Arara Abadi di Pelalawan Terbakar
- Berselang Sehari, Positif Covid-19 di Inhil Bertambah 9 Kasus
- Dokter Positif Corona, Puskesmas Rumpes Tutup Sementara


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com